
—-RSUP Sanglah baru saja memperoleh akreditasi dari Joint Commision International (JCI) yang berbasis di Singapura pada 7 Mei 2013. Survei ini telah dilakukan pada 10-15 Desember 2013 (survei awal) dan 22-23 April 2013 (survei fokus). Tim survei ini terdiri dari Maureen Jud van-Eerd dan tim (awal) serta Paulo Neno dan tim (survei fokus). Akreditasi standar RS dari The Joint Commision International ini bermaksud untuk melakukan stimulasi yang berkelanjutan, sistematis dan peningkatan secara luas (internasional) dalam performa keseharian dan berujung pelayanan terbaik pada pasien sebagai outcome. JCI akan memonitor RSUP Sanglah secara berkelanjutan sebagai pemenuhan standar JCI dalam siklus akreditasi selama tiga tahun.
—-Laporan aktivitas standar yang dapat dilakukan diantaranya review record dan dokumen, kepatuhan pada laporan tertulis dan atau data, perhitungan performances, wawancara dengan staf dan level pimpinan, aktivitas ini dilakukan di tempat maupun di luar RS. Di tengah survei ini, diharapkan RSUP Sanglah akan mendemonstrasikan pemenuhan yang dibutuhkan dengan standar RS JCI dalam waktu yang terkini. Termasuk di dalamnya kebijakan dan prosedur yang terlah terdaftar dalam standar manual. Sejauh ini, masyarakat Indonesia harus bangga karena RSUP Sanglah tengah mengupayakan tujuan perubahan yang besar yaitu meningkatkan kualitas yang lebih baik untuk pencapaian yang lebih tinggi.
—-Standar/elemen-elemen pengukuran harus ditindaklanjuti dari hasil laporan survey fokus. Program akreditasi JCI ini mendapatkan hasil dari Strategic Improvement Plan (SIP) bahwa keberlanjutan pengukuran harus dimasukkan kedalam implementasi dengan standar dan elemen pengukuran. Setiap standar dan elemen pengukuran harus mengikuti dari SIP:
- AOP.1.7,ME#2
- COP.3.3,ME#2
- MMU.4.1,ME#2
- GLD.1.5.ME#2
- SQE.9,ME#2
SIP harus diberikan ke JCI hingga 45 hari kedepan atau 21 Juni 2013 untuk mereview kembali akreditasi JCI tersebut.
Untuk mengetahui mekanisme akreditasi rumah sakit yang ada di Joint Commision International (JCI), anda bisa membacanya dengan ![]()

Jakarta, PKMK. Almarhumah Endang Sedyaningsih, memahami rencana Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terhadap sejumlah pasal/ayat di Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Hanya saja, tentu Menteri Kesehatan RI harus berjalan sesuai ketentuan yang mengharuskan rumah sakit swasta memiliki badan hukum khusus rumah sakit. “Jadi, pada prinsipnya, almarhumah Bu Endang dulu mendukung langkah kami,” Profesor Syafiq Mughni, kata Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat di Jakarta (7/5/2013).
Jakarta, PKMK. Dampak kewajiban rumah sakit swasta Islam yang tidak memiliki badan hukum khusus rumah sakit dapat terjadi pada banyak pihak. Dari empat rumah sakit Islam di Jakarta saja, jumlah orang terdampak itu mencapai setidaknya 8 ribu orang. Bila empat rumah sakit itu tidak beroperasi akibat tidak adanya hukum itu, orang-orang tersebut berpotensi dirugikan karena tidak bisa berobat ataupun bekerja, ungkap M. Iqbal Rais, Wakil Sekretaris Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (7/5/2013).
TEMPO.CO, Cirebon-Sepasang bayi kembar yang baru dilahirkan dari keluarga miskin meninggal, setelah sebelumnya ditolak mendapatkan perawatan di RSUD Indramayu. Pihak rumah sakit menyatakan ruang inkubator untuk merawat bayi itu penuh.
Pontianak – PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) dan PT Hexa Daya Medika (HDM) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pemberdayaan RS Mitra Medika.
About 500 children each year arrive at the Boston Children’s Hospital emergency room with chest pain, a symptom that is rarely serious. In the past, many of them received tests they didn’t need, including EKGs, echocardiograms, stress tests, and around-the-clock monitoring using electrodes attached to a portable device. “There is a lot of anxiety among parents and children that this could be a heart problem,’’ said Dr. Michael Farias, a senior resident.
Get off the No. 7 train at the Seventy fourth Street-Broadway stop, in Queens, walk past La Abundancia Bakery, the Bollywood Beauty Salon, the New Hae Woon Dae Korean restaurant, the offices of Vishwanath Puttaswamygowda, M.D., and then past the New York Seventh-Day Adventist Chinese church (advertising free conversational-English classes), and you will find yourself at Elmhurst Hospital Center, in Elmhurst, the most diverse neighborhood in New York City and maybe in the world. The hospital serves 1.7 million patients a year, and offers translation services in a hundred and fifty-three languages. The Colombians, Bangladeshis, Koreans, Belarussians, Burmese, Chinese, Vietnamese, Croatians, Mexicans, and other immigrants who live nearby use Elmhurst for their care, and their communities back home often know about the hospital as well. It is not unusual for the exotically sick to fly to LaGuardia or J.F.K. from overseas to check in to Elmhurst. Diseases rare enough to merit special-case-study attention in The New England Journal of Medicine are, at Elmhurst, relatively common. If a young Southeast Asian is brought to the emergency room one morning because he is suddenly unable to move, even a junior physician knows to list familial periodic paralysis—an obscure disease that is considerably more common in the Philippines—as a possible diagnosis. An ambitious pedagogue of medicine couldn’t dream up a more diverse patient population for physicians-in-training.
The state Health Department has approved a major facelift of a western Queens hospital.
Jakarta, PKMK. Peserta lelang aset peralatan medis milik rumah sakit pemerintah di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta cenderung terbatas. Umumnya, peserta merupakan kalangan yang benar-benar mengetahui fungsi peralatan medis tersebut. Setelah dibeli, peralatan medis itu mungkin dijual lagi ataupun diperbaiki. Melalui proses ini, mereka benar-benar mengetahui pihak yang berminat membeli, ungkap M. Subagyo, Pejabat KPKNL Jakarta V di Jakarta (6/5/2012).
Citing the real impact cutting the safety net would have on the most vulnerable residents, San Diego County Supervisors Greg Cox and Dianne Jacob joined with local hospital leaders today to call on the California Legislature and Governor Brown to spare hospital-based skilled-nursing facilities and other health care providers from devastating Medi-Cal cuts. Both Assembly Bill 900 by Assemblymember Luis Alejo (D-Salinas) and Senate Bill 640 by Senator Ricardo Lara (D-Long Beach) would reverse the Medi-Cal cuts that were enacted in 2011.





