SURABAYA – DPRD Jawa Timur mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar mempercepat pemembangun RSUD Dr Soetomo II di sisi jembatan Suramadu. Pasalnya, saat ini pelayanan di rumah sakit tersebut tidak maksimal karena jumlah pasien overload.
”Memang ada wacana untuk melakukan relokasi dengan membangun rumah sakit Dr Soetomo II di kaki jembatan Suramadu. Saya kira ini penting karena rumah sakit tersebut sudah overload,” kata Anggota Komisi C DPRD Jatim Basuki Babussalam pada Selasa (29/10).
Dia mengatakan, jumlah pasien yang overload itu membuat pelayanan bagi warga Jatim terkendala. Padahal, anggaran untuk pasien miskin seperti Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) cukup besar. ”Buat apa kita anggarkan terus dana APBD, tapi masalah overload tetap tidak terpecahkan. Kan mending dana itu kita fokuskan langsung untuk rencana relokasi saja,” tuturnya.
Memang, dari hasil pertemuan antara Dinkes Jatim dan komisi C DPRD Jatim sendiri masih belum ada perkembangan mengenai kepastian pembangunan rumah sakit tersebut. Saat ini, Dinkes Jatim baru memberikan grand design untuk pembangunan rumah sakit baru itu diatas lahan seluas 55 hektare yang dimiliki Pemprov Jatim. ”Kita masih menunggu kapan kepastiannya untuk pembangunan rumah sakit tersebut,” tambahnya.
Sekadar diketahui, dari data yang masuk di DPRD Jatim, jumlah pasien yang mengunjungi RSU Dr Soetomo itu mencapai 3 ribu per hari. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 100 persen dari kapasitas 1.472 tempat tidur. Kondisi itu diperparah dengan jumlah tenaga medis yang dirasa tidak maksimal dan sempitnya ruangan dirumah sakit tersebut.
Dia menjelaskan, salah satu alternatif lain adalah memindah rumah sakit tersebut secara keseluruhan. Pasalnya, lokasi lahan yang ada di kaki Suramadu cukup luas. ”Solusinya, rumah sakit tersebut harus dipindah. Gagasan merelokasi rumah sakit dapat respons positif karena itu dianggap sebagai alternatif yang paling masuk akal,” katanya.
Memang, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) untuk membangun RSU Dr Soetomo II di kaki Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) masih belum jelas. Hingga saat ini proses lelang Feasibility Study (FS) RSU Dr. Soetomo di kawasan kaki jembatan Suramadu senilai Rp 483 juta gagal dilaksanakan karena peserta sedikit alias tidak laku.
Sekadar diketahui, pembangunan rumah sakit baru tersebut nantinya diharapkan bisa menampung pasien-pasien rujukan dari empat kabupaten di Madura yakni Sampang, Sumenep, Pamekasan, dan Bangkalan. Sebab, berdasarkan rencana awal, rumah sakit ini akan lebih lengkap dalam melayani pasien yang dirujuk dari rumah sakit daerah. Baik dari segi peralatan medis hingga dokter spesialisnya.
Sementara Anggota Komisi E DPRD Jatim Ahmad Iskandar meminta agar rumah sakit yang ada sekarang tidak direlokasi. Artinya, di wilayah tersebut dibangun rumah sakit baru tanpa memindah rumah sakit yang lama. Di samping itu, fungsi dari rumah sakit itu harus tetap dipertahankan.”Saya kira bagus kalau dibangun rumah sakit baru tetapi yang sudah ada sekarang jangan dirubah lagi atau dipindah,” pungkasnya.sty
Sumber: surabayapost.co.id


CALGARY – A study that has been tracking brain-injured patients in southern Alberta for more than a decade says survival rates have improved.
PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Menjelang akhir masa jabatannya, Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, HM Buchori berupaya menuntaskan sejumlah pembangunan yang belum selesai. Salah satunya, relokasi RSUD dr Moh Saleh yang sejak beberapa tahun lalu tak kunjung dilaksanakan. Dia beralasan, dana dari pusat tak kunjung turun karena persoalan korupsi.
ASATUNEWS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang mempertanyakan kebijakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah yang menolak kartu Jaminan Pelayanan Pengobatan Thalasemia (Jampeltas) untuk memerikasa, merawat dan mengobati perderita penyakit tersebut.
All NHS patients should have a pen and paper by their hospital bed for writing down concerns about the quality of their care, a major review of complaints in the health service has said.
Surabaya – Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, SpA MPH mengatakan, teknologi serta alat-alat kesehatan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia sebetulnya sudah memadai, sehingga tidak perlu lagi ada masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.
SURABAYA, KOMPAS.com – Tingginya jumlah rumah sakit di kota Surabaya membuat kapasitas dan sediaan tempat tidur melebihi kebutuhan. Sayangnya, keadaan ini berbanding terbalik dengan keadaan di provinsi Jawa Timur.
Giving all hospital patients a pen and paper by their bedside could make it easier for them to report problems with their care, a major report into the NHS complaints system has advised.





