Sumedang (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan di Sumedang, Senin.
Seusai meninjau industri makanan khas setempat, tahu Sumedang, Presiden Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono melanjutkan perjalanan menuju RSUD Sumedang yang terletak di Jalan Palasari Sumedang.
Di RSUD itu, Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, memperoleh nomor antrean ke-250 di loket pendaftaran pasien untuk BPJS kesehatan.
Pada kesempatan itu Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan layanan kesehatan. “Kita tingkatkan terus layanan kesehatan bagi rakyat.”
Kepala Negara kemudian berkeliling RSUD untuk melihat fasilitas dan pelayanan di tempat itu. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan para pegawai RSUD dan beberapa pasien yang tengah dirawat atau mengantre untuk memperoleh perawatan.
Di rumah sakit itu dapat dijumpai sejumlah penjelasan terkait BPJS kesehatan untuk memudahkan para pasien.
Turut dalam kunjungan Presiden kali ini antara lain adalah Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.
Pada awal Januari 2014, Presiden Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono juga meninjau kesiapan pelaksanaan BPJS bidang kesehatan di Surabaya, tepatnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pucang Sewu dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo.
Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat (Sumedang, Majalengka dan Kuningan) serta Jawa Tengah selama empat hari, 2-5 Febuari.
Presiden beserta rombongan yang menggunakan jalan darat memperoleh sambutan meriah dari warga yang tinggal di sepanjang jalan yang dilalui oleh rombongan presiden.
Ribuan warga masyarakat dan anak sekolah turun ke jalan-jalan untuk menyambut rombongan presiden sekalipun di beberapa lokasi terjadi hujan gerimis.
Pada hari kedua kunjungan kerjanya, Presiden bermalam di Kuningan, Jawa Barat, sebelum kemudian melakukan sejumlah kunjungan di Kuningan dan bertolak menuju Pekalongan, Jawa Tengah.
Sumber: antaranews.com

JAKARTA – Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar menilai kasus tewasnya seorang pasien dari kalangan tidak mampu atas nama Suparman bin Sariun alias Mbah Edi (63), karena dibuang oleh pegawai RSUD dr Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) Bandar Lampung merupakan bukti tidak berjalan baiknya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kasus kematian ibu dan bayi pasca kelahiran di Jawa Tengah masih tergolong tinggi, bahkan untuk di kawasan asia, Indonesia menduduki angka tertinggi dibanding dengan negara-negara lainnya.
Jakarta, Aktual.co 
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Taufiq Hidayat meminta pemerintah menaikkan premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Rp 19.500 ke Rp 27 ribu per pasien.
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok Ernawati menerangkan, bahwa pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai pembangunan gedung baru di RSUD Depok. Padahal rencana penambahan kapasitas dan kelas RSUD tersebut sudah ada sejak tiga tahun lalu.





