Surabaya (Antara Jatim) – Pihak RSUD Bakti Dharma Husada Kota Surabaya membantah telah menghilangkan jasad bayi yang baru dilahirkan prematur oleh pasien bernama Sofiyah di Rumah Sakit Graha Medika Wiyung yang dirujuk ke rumah sakit itu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rahmanita, di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin, menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan informasi seputar jasad bayi yang hilang di RSUD BDH.
“Kami ingin meluruskan bahwa sewaktu pasien dirujuk dari RS Graha Medika ke RS BDH itu tanpa bayi. RSUD BDH tidak pernah menerima pasien bersama jasad bayi. Jadi, bayi yang meninggal itu tidak ada kaitannya dengan rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu,” tegas Febria,
didampingi Direktur RSUD Bakti Darma Husada (BDH), Maya Syariah Saleh.
Febria menjelaskan surat rujukan dari RS Graha Medika tersebut hanya bertuliskan nama pasien yang ditandatangani oleh bidan di rumah sakit tersebut.
“Rekam mediknya ada di RS Graha Medika. Jadi, dalam surat rujukan itu hanya ibu Sofiyah. Jenazah bayi tidak disertakan ke RSUD BDH. Yang kita tangani berdasar rujukan, di luar itu tidak kita ketahui,” ujarnya.
Febria menegaskan bahwa pihaknya belum melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Tetapi, Dinkes Kota Surabaya sudah memanggil pihak RS Graha Medika dan RSUD BDH untuk melakukan klarifikasi terkait kasus hilangnya jasad bayi tersebut.
“Pihak RS Graha Medika sedang melakukan investigasi internal atas kasus ini dan sudah melapor ke polisi. Kita tunggu laporan dari kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Dirut RSUD BDH Maya Syariah mengatakan pasien bernama Sofiyah yang diketahui warga Putroagung III/19 itu dikirim dari RS Graha Medika Wiyung ke RSUD BDH pada Rabu (22/1) pukul 12.50 WIB.
Pasien tersebut dirujuk ke RSUD BDH karena mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan secara prematur dan RS Graha Medika tidak mampu menanganinya.
Di rumah sakit milik Pemkot Surabaya yang berlokasi di Benowo ini, pasien langsung ditangani dengan dilakukan stabilisasi.
Namun, lanjut dia, karena RSUD BDH kebetulan tidak mempunyai persediaan darah, RSUD BDH lantas merujuk pasien tersebut ke RSUD dr Soetomo.
“Pasien kita kirim ke RSUD dr.Soetomo sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi stabil. Saat ini, pasien masih dirawat di sana, kondisinya sudah membaik,” ujar Maya. (*)
Sumber: antarajatim.com

ACEH BARAT DAYA– Sebutan Rumah Sakit Regional hanya diperuntukkan jika pelayanan Rumah Sakit sudah baik. Dalam hal ini Pemerintah Aceh tidak ada membangun RS Regional melainkan hanya Revitalisasi dan Relokasi.
LAMONGAN, KOMPAS.com
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bangunan fisik Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina direncakan selesai Maret 2014. Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Jose Rizal Jurnalis mengatakan instalasi fisik berupa gedung, listrik, pendingin ruangan dan gas sudah selesai.

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG REDEB – Instruksi Wakil Bupati Berau (wabup) Ahmad Rifai kepada manejemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, agar mengajukan permohonan penambahan dokter, langsung ditindaklanjuti.







