BENGKULU
Puskesmas di DKI akan Disulap Jadi RS Tipe D
INILAH.COM, Jakarta – Dinas Kesehatan DKI akan mendorong puskesmas di tingkat kecamatan menjadi rumah sakit (RS) tipe D untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi warga.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/2/2014). Saat ini, kata Dien, kapasitas pelayanan puskesmas di ibu kota sudah dapat disetarakan menjadi RSUD, atau paling tidak RS tipe D.
“Kami mendorong puskesmas kecamatan dan kelurahan untuk menjadi rumah sakit (RS) tipe D,” kata Dien.
Untuk menjadi RS tipe D, lanjut dia, memiliki syarat minimal 40 tempat tidur, ada dokter spesialis, dan pasiennya berjumlah 850 hingga 1.000 per hari. Dalam APBD DKI Jakarta 2014, sejumlah puskesmas yang akan dijadikan puskesmas rawat inap yakni Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Tanjung Priok, Makasar, dan lainnya.
Menurutnya, Pemprov DKI memiliki 25 puskesmas rawat inap, dan akan ditambah 10 puskesmas lagi. Selain telah melayani rawat inap, tak sedikit puskesmas di Jakarta yang telah menempatkan dokter spesialis serta alat-alat kesehatan terbaru.
“Kalau kapasitas dinaikkan, maka puskesmas akan optimal dalam memberikan pelayanan primer, pasien bisa ditampung, dan masyarakat lebih puas,” ujarnya.
Upaya ini juga untuk mengejar ketertinggalan dengan provinsi lainnya yang sebelumnya telah banyak mengubah status puskesmas menjadi RSUD.
Pemprov DKI Jakarta akan menambah sebanyak 10 puskesmas rawat inap tahun ini. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati menambahkan, jumlah itu termasuk puskesmas yang direhabilitasi total dan ditingkatkan. [yeh]
Sumber: web.inilah.com
Pasien Miskin Dibuang & Meninggal Dunia, Kemenkes Turunkan Tim Penyelidik
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan membentuk tim untuk menyelidiki kasus pembuangan pasien oleh petugas rumah sakit di Lampung pada 21 Januari lalu.
Pasien lansia dengan nama Suparman (64) diturunkan dari ambulans di gardu kawasan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Lampung. Warga yang menemukan pasien lansia itu, langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
Setelah diperiksa, kondisi pasien mengalami penyakit jiwa dan pihak RSUD tidak memiliki dokter jiwa, lalu dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Hanya bertahan beberapa jam, nyawa Suparman ini tidak terselamatkan lagi.
“Kami sudah membentuk tim untuk melihat dan menyelidiki kebenaran kasus itu,” kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Selasa (4/2/2014).
Dia mengatakan berdasarkan keterangan dari RS, tidak ada yang dibuang namun dirujuk.
“RS tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap pasien, baik pasien itu miskin maupun kaya,” katanya.
Dia menegaskan, jika tim yang sudah diterjunkan tersebut, menyatakan bahwa petugas dan RS melakukan kesalahan maka Kemenkes akan memberikan sanksi keras.
Anggota Komisi IX DPR RI Zuber Safawi mengatakan tindakan tersebut diduga disengaja dan terstruktur oleh pejabat yang berkepentingan di lingkungan rumah sakit.
Oleh karena itu, penyidik kepolisian sudah mulai menarget pejabat yang lebih tinggi.
DPR mendukung pengusutan hingga pejabat paling tinggi di RS tersebut. (antara/yus)
Sumber: bisnis.com
Sembilan RS di Tangsel Kerja Sama dengan BPJS
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Sembilan Rumah Sakit (RS) di Kota Tangerang Selatan, Banten, tercatat bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam Program Jaminan Kesehatan (JKN).
“Ada sembilan rumah sakit di Tangerang Selatan yang bekerja sama dengan BPJS dalam Program JKN,” kata Direktur RSU Kota Tangsel, Dr Maya di Tangerang.
Sembilan rumah sakit tersebut yakni RSU Kota Tangsel, RS Bhineka Bhakti Husada, RS Anak Permata Sarana Husada, OMNI Hospital, RS Islam As-Shobirin, RS Sari Asih dan RSIA Cinta Kasih.
Ia menjelaskan, dengan adanya kerja sama ini maka akan memberikan kemudahan bagi warga Tangerang Selatan dalam mendapat jaminan kesehatan.
Program Jaminan Kesehatan yang merupakan penggabungan dari Jamsostek, Askes dan Jamkesmas tersebut, adalah bentuk dalam menjamin kesehatan. “Kita harapkan agar pelayanan kesehatan di Tangsel dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Ditambahkannya, layanan kesehatan yang dijamin BPJS mencakup Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) di rumah sakit umum yang ditunjuk melalui poliklinik spesialis.
Meliputi administrasi pelayanan, pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi oleh dokter spesialis serta subspesialis. Tindakan medis spesialistik sesuai indikasi medis.
“Sedangkan untuk layanan rawat inap yang meliputi, perawatan inap non intentif dan perawatan inap di ruang intensif,” papar Maya.
Sumber: berita.plasa.msn.com
RSUD Ngipang, Banjarsari, Solo dapat kucuran 6 M
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngipang, Banjarsari, Solo mendapat kucuran dana Rp6 miliar pada 2014. Alokasi anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan gubernur (bangub) itu digunakan untuk menambah fasilitas pelayanan ruang hemodialisa dan perkantoran.
Penambahan bangunan diharapkan bisa mendukung perubahan status RSUD milik pemerintah kota (pemkot) itu dari tipe D ke tipe C. Perubahan status RSUD tersebut ditargetkan bisa terealisasi 3-4 bulan ke depan, mengingat kebutuhan dokter spesialis dan sumber daya manusia (SDM) bakal tercukupi dalam waktu dekat.
Ketua Komisi IV DPRD Solo, Teguh Prakosa, mengatakan pergantian pimpinan di RSUD Ngipang ternyata berdampak positif dalam peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat. Willy Handoko ditunjuk Wali Kota menjabat Direktur RSUD Ngipang berdasarkan mutasi awal Januari lalu.
Catatan untuk Berbenah
Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Riau, Yulwiriati Moesa menyampaikan sejak RSUD Riau ini ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), standar pelayanan telah menjadi hal yang wajib ditingkatkan oleh RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Apalagi sejumlah penghargaan dan sertifikasi menjadi bukti meningkatnya pelayanan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Riau ini.
Salah satu penghargaan yang diterima RSUD Arifin Achmad adalah penghargaan pelayanan publik terbaik tahun 2012 diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) RI. Dalam penghargaan ini, RSUD Arifin Achmad masuk dalam kelompok 10 besar RSUD terbaik dalam kinerja pelayanan publik.
Sepuluh besar tersebut yakni, RSUD Uli Banjarmasin, RSUD Tarakan Jakarta, RSUD Tugurejo Semarang, Rumah Sakit Jiwa Grasia Sleman DIY, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, RSU dr Saiful Anwar Malang, RSUD dr H Abdul Moloek Bandar Lampung, RSUD Al Ihsan Jabar, RS Khusus Mata Masyarakat Palembang dan RSUD dr Zainal Abidin Banda Aceh.
Serap Aspirasi Masyarakat, Proyek RS Siloam di Padang Dibatalkan
Jakarta – Lippo Group batal membangun Rumah Sakit (RS) Siloam yang terintegrasi dengan sekolah, hotel dan pusat perbelanjaan di Kota Padang, Sumatera Barat. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang hanya memberikan izin untuk hotel dan pusat perbelanjaan.
“Pembangunan sedianya terintegrasi 4 bentuk usaha, yaitu rumah sakit, sekolah, hotel dan pusat perbelanjaan. Namun yang disetujui hanya hotel dan pusat belanja,” kata Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, belum lama ini.
Pemkot Padang, kata Fauzi, mengakomodir saran dari berbagai organisasi masyarakat. Pembangunan RS Siloam maupun sekolah dinilai akan menjadi kontroversi, biarlah dihentikan pembangunannya,” ungkap Fauzi.
Kondisi itu, lanjut Fauzi, tentu akan berpengrauh pada serapan tenaga kerja serta jumlah invesatasi. Namun, kondisi itu diharapkan dapat dipahami semua pihak.
Sementara, Social Corporate Lippo Group Ambari Karim menyatakan Lippo Group menerima keputusan itu dan akan segera membangun hotel dan pusat belanja tersebut.
“Sesuai rekomendasi Pemkot Padang, Lippo Group akan membangun hotel dan pusat belanja. Nilai investasinya Rp 1,3trilyun lebih, sebelumnya mendekati Rp 2 triliun. Penyerapan tenaga kerja mencapai 1.500 orang,” ujarnya. (IZN – pdpersi.co.id)
Sumber: pdpersi.co.id
Jasa Raharja Koordinasi Dengan Rumah Sakit
Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas jalan, PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Metro melakukan rapat pertemuan dan koordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Jenderal Ahmad Yani Kota Metro bertempat di ruang Direktur RSUD Jend. A. Yani Kota Metro, baru-baru ini.
Dalam kesempatan itu Kaper Metro

Pekanbaru 





