MMCKalteng – Pembuang Hulu – RSUD Hanau menghadiri kegiatan rapat konsultasi skema pengadaan alat kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dengan melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Inspektorat, Biro Hukum, Bapperida, BKAD, serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (6/5/2026). Rapat ini dilaksanakan guna membahas rencana pengadaan alat kesehatan modern dan penguatan sarana-prasarana rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta mendukung pemantapan status RSUD Hanau sebagai rumah sakit kelas B.
RSUD Daya Makassar Terpilih Jadi Pilot Project KRIS Kemenkes RI
Makassartoday.com, Makassar – RSUD Daya Kota Makassar resmi terpilih menjadi salah satu lokasi uji coba (piloting) implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kepastian ini ditandai dengan kunjungan langsung tim verifikasi pusat pada Selasa (5/5/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran sistem kesehatan nasional. Tidak hanya soal standarisasi ruang inap, tim Kemenkes juga melakukan validasi terhadap Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) serta Sistem Informasi SDM Kesehatan (SDMK).
FGD Di RSUD Ulin, RSGM Gusti Hasan Aman Tekankan Inovasi Dan Kualitas Pelayanan
Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman memaparkan transformasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perangkat Daerah yang dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin, Selasa (5/5/2026).
Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa arah pengembangan dan transformasi pelayanan yang dilakukan RSGM selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam melanjutkan pembangunan dari periode sebelumnya.
Layanan poliklinik jantung RSUD Hasri Ainun Habibie makin lengkap
Gorontalo (ANTARA) – Layanan poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie, Provinsi Gorontalo, terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari sisi fasilitas dan kualitas pelayanan kepada pasien.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Diera Gabriella Darda, SpJP di Gorontalo, Kamis, mengatakan layanan yang tersedia kini semakin memadai dan mampu menunjang kebutuhan diagnosis pasien secara menyeluruh.
RSUD Sosodoro Gelar SADANIS, Perempuan Bojonegoro Diajak Deteksi Dini Kanker
Bojonegoro, InfoPublik — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro menggelar pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dalam rangka peringatan Hari Kartini 2026.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan program Semangat Lawan Kanker (Selangkah) tersebut dengan mengusung tema deteksi dini sebagai upaya pencegahan kanker payudara.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan pentingnya kesadaran perempuan dalam menjaga kesehatan sejak dini.
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Dua Dokter Bedah RSUD-TP Abdya Ikuti Program Magang Laparoskopic
BLANGPIDIE – Sebanyak dua dokter (dr) spesialis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya (Abdya), dr. Arfan Asmadi, Sp.B dan dr. Imam Dermawan Wibawa, Sp.B, mengikuti program magang Laparoskopic yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bedah Endo-Laparoskopik Indonesia (PBEI).
Laparoskopic merupakan prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan) untuk memeriksa dan mengobati kondisi di dalam perut atau panggul.
Direktur RSUD-TP Abdya dr. Ismail Muhammad Sp.B mengatakan, kedua dokter tersebut mengikuti magang selama tujuh hari di Rumah Sakit (RS) Pluit Jakarta Utara, RS Gading Pluit Jakarta Utara, RS Mayapada Lebak Bulus Jakarta Selatan, dan RS Premier Bintaro Tangerang Selatan.
Keempat rumah sakit tersebut dipilih, kata Ismail Muhammad, karena memiliki fasilitas lengkap serta tenaga ahli berpengalaman di bidang bedah endo-laparoskopik, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi para peserta selama mengikuti program magang.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi tenaga medis, khususnya dalam bidang bedah minimal invasif yang semakin berkembang di dunia kedokteran modern,” kata Ismail Muhammad, kepada Serambinews.com, Rabu (15/4/2026).
Program Magang Laparoskopi tersebut, ucap Ismail Muhammad, diikuti oleh para dokter dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tujuan memperdalam pemahaman serta keterampilan praktis dalam teknik operasi laparoskopi.
“Teknik ini dikenal sebagai prosedur bedah dengan sayatan minimal, yang memberikan banyak manfaat bagi pasien, seperti waktu pemulihan yang lebih cepat, risiko infeksi yang lebih rendah, serta rasa nyeri pascaoperasi yang lebih ringan,” jelas Ismuha—sapaan akrab Ismail Muhammad.
Menurutnya, keikutsertaan dua dokter bedah dalam program ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Kami terus mendorong tenaga medis untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan diri, agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Abdya khususnya,” ujarnya.
Selama program magang, kata Ismuha, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik dan observasi tindakan bedah laparoskopi di bawah bimbingan para ahli berpengalaman dari PBEI.
“Kita berharap dapat memberikan pengalaman komprehensif yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” ucapnya.
Secara terpisah, dr. Arfan Asmadi, Sp.B yang mengikuti program tersebut, mengatakan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh sangat berharga untuk meningkatkan kualitas tindakan medis yang diberikan kepada pasien.
“Kami berharap setelah mengikuti magang ini, layanan bedah laparoskopi di RSUD-TP Abdya dapat segera dikembangkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya program ini, sebutnya, RSUD-TP Abdya optimistis dapat terus berinovasi dan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, aman, dan berkualitas.
“Upaya ini juga sejalan dengan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin mengedepankan teknologi serta kenyamanan pasien sebagai prioritas utama,” pungkas Arfan. (*)
Sumber: aceh.tribunnews.com
Kepercayaan Publik Meningkat, BOR RSUD Arifin Achmad Tembus 91 Persen
PEKANBARU – Lonjakan pasien di RSUD Arifin Achmad mendorong tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) mencapai 91,54 persen pada Kamis, 16 April 2026. Dari total kapasitas 497 tempat tidur, sebanyak 455 unit terisi. Kondisi ini diklaim menjadi salah satu angka tertinggi sejak 2008.
Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, mengatakan meningkatnya jumlah pasien sejauh ini masih dihadapkan pada kendala keterbatasan SDM keperawatan. Meski demikian, tantangan itu masih bisa diantisipasi.
Hadapi Lonjakan Pasien BPJS, RSUD Waled Lakukan Reformasi Tata Kelola
CIREBON – RSUD Waled tengah melakukan transformasi besar dalam tata kelola birokrasi dan manajemen keuangan. Langkah strategi ini diambil menyusul tingginya dominasi pasien peserta BPJS Kesehatan yang mencapai 90 persen dari total volume pasien di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD Waled, Dr. Deni Wirhana Suryono, menyatakan bahwa efisiensi kinerja kini menjadi prasyarat mutlak bagi ketahanan fiskal (fiscal resiliency) institusi. Sebagai pilar kesehatan di wilayah timur Jawa Barat, RSUD Waled harus menghadapi kompleksitas sistem rujukan nasional yang sangat bergantung pada administrasi administrasi.
RSUD PPU Pastikan Program Layanan Antar Pulang Pasien Sehat Secara Gratis Masih Tetap Berlanjut
PENAJAM- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan memastikan program layanan Siap Antar Pasien Sehat Pulang ke Rumah (Sapa Ramah) tetap berlanjut.
Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan, layanan antar pasien pulang kerumah secara gratis tersebut diluncurkan sejak 2025. Program layanan ini dipastikan tetap berjalan di tahun ini.
Evaluasi Pelayanan Kesehatan RSUD ZUS, Direktur Tekankan Peningkatan Mutu dan Respons Cepat
GOPOS.ID, KWANDANG – Manajemen RSUD dr. Zainal Umar Sidiki menggelar rapat evaluasi pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur rumah sakit, Mohammad Ardiansyah, bersama jajaran tenaga medis dan manajemen, dalam rangka meninjau kinerja pelayanan selama beberapa waktu terakhir.
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek menjadi sorotan, mulai dari ketepatan waktu pelayanan, ketersediaan tenaga medis, hingga optimalisasi fasilitas penunjang. Evaluasi ini dilakukan sebagai upaya memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar serta mampu menjawab kebutuhan pasien secara cepat dan tepat.







