Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan membentuk tim untuk menyelidiki kasus pembuangan pasien oleh petugas rumah sakit di Lampung pada 21 Januari lalu.
Pasien lansia dengan nama Suparman (64) diturunkan dari ambulans di gardu kawasan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Lampung. Warga yang menemukan pasien lansia itu, langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
Setelah diperiksa, kondisi pasien mengalami penyakit jiwa dan pihak RSUD tidak memiliki dokter jiwa, lalu dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Hanya bertahan beberapa jam, nyawa Suparman ini tidak terselamatkan lagi.
“Kami sudah membentuk tim untuk melihat dan menyelidiki kebenaran kasus itu,” kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Selasa (4/2/2014).
Dia mengatakan berdasarkan keterangan dari RS, tidak ada yang dibuang namun dirujuk.
“RS tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap pasien, baik pasien itu miskin maupun kaya,” katanya.
Dia menegaskan, jika tim yang sudah diterjunkan tersebut, menyatakan bahwa petugas dan RS melakukan kesalahan maka Kemenkes akan memberikan sanksi keras.
Anggota Komisi IX DPR RI Zuber Safawi mengatakan tindakan tersebut diduga disengaja dan terstruktur oleh pejabat yang berkepentingan di lingkungan rumah sakit.
Oleh karena itu, penyidik kepolisian sudah mulai menarget pejabat yang lebih tinggi.
DPR mendukung pengusutan hingga pejabat paling tinggi di RS tersebut. (antara/yus)
Sumber: bisnis.com

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Sembilan Rumah Sakit (RS) di Kota Tangerang Selatan, Banten, tercatat bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam Program Jaminan Kesehatan (JKN).
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngipang, Banjarsari, Solo mendapat kucuran dana Rp6 miliar pada 2014. Alokasi anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan gubernur (bangub) itu digunakan untuk menambah fasilitas pelayanan ruang hemodialisa dan perkantoran.
Pekanbaru
Sumedang (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan di Sumedang, Senin.
JAKARTA – Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar menilai kasus tewasnya seorang pasien dari kalangan tidak mampu atas nama Suparman bin Sariun alias Mbah Edi (63), karena dibuang oleh pegawai RSUD dr Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) Bandar Lampung merupakan bukti tidak berjalan baiknya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).





