Banten Hits.com – Setelah molor hampir setahun, RSUD Kota Tangerang, Selasa (18/02) pagi akhirnya resmi beroperasi. Meski demikian, pengoperasian RSUD Tanpa Kelas ini baru sebatas melayani rawat jalan saja, sedangkan rawat inap belum.
“Hari ini RSUD Kota Tangerang resmi melayani pasien rawat jalan. Ada 17 klinik yang sudah siap melayani masyarakat Kota Tangerang,” kata Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah.
Setidaknya ada 17 Poliklinik yang dibuka untuk melayani masyarakat pengguna program Jamkesda atau Multiguna di Kota Tangerang, yaitu poli mata, kulit, THT, jantung, paru, penyakit dalam, anak, bedah, kandungan, gigi, patologi klinis dan lainnya.
Arief mengatakan setiap pasien yang akan melakukan rawat jalan harus membawa rujukan dari puskesmas. “Aturannya setiap pasien warga Kota Tangerang harus membawa rujukan dari puskesmas. Hal ini untuk menyortir mana yang kiranya dapat ditangani di puskesmas dan mana di RS,” tuturnya.
Sementara itu, Dirut RSUD Kota Tangerang dr Ati Pramudji mengatakan bahwa pelayanan kesehatan ini juga memungkinkan dibuka bagi warga di luar Kota Tangerang, semisal Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel.
“Untuk warga Kota Tangerang pelayanan kesehatan gratis karena dibiayai oleh pemerintah daerah, akan tetapi bila ada juga pasien dari luar Kota Tangerang, kami akan tetap berikan pelayanan tetapi dikenakan biaya seperti tarif RSUD Tangerang,” tegasnya.
Pantauan dilokasi, sejak dibuka pagi tadi warga kota Tangerang sudah mulai datang untuk memeriksakan diri.
RSUD Tanpa Kelas yang dikhususkan bagi warga Kota Tangerang ini awalnya dijanjikan beroperasi pada pertengahan tahun 2013 lalu. Namun pengoperasiannya sempat gagal beberapa kali. Penyebabnya karena molornya proses pembangunan fisik, pengadaan peralatan rumah sakit dan termasuk obat-obatan.
Untuk diketahui, RSUD Tanpa kelas ini dibangun di kawasan elite Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. RSUD ini dibangun 8 lantai dengan kapasitas 300 tempat tidur serta 17 poliklinik yang melayani kesehatan dasar ataupun spesialis.
Beroperasinya RSUD ini diharapkan dapat mendukung program BPJS yang merupakan program pelayanan kesehatan gratis nasional. (Soed)
Sumber: bantenhits.com

TEMPO.CO, Kediri – Jumlah korban meninggal dan luka-luka akibat dampak tak langsung letusan Gunung Kelud terus bertambah. Warga yang jatuh dari atap saat membersihkan pasir mendominasi. “Mereka terjatuh saat membersihkan atap,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Fauzan Adhima, Selasa, 18 Februari 2014.
Citizen6, Kediri: Tim dokter TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI AL Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Kelud, turut membantu pengungsi yang mengalami gejala penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di Rumah Sakit Lapangan, Desa Wates, Kecamatan Wates, Kediri Jawa Timur, Senin (17/02). Guna membantu kesulitan warga dan pengungsi Kelud, TNI AL mengerahkan sepuluh dokter terdiri dari dokter spesial bedah umum serta dokter umum, dibantu paramedis.
Metrotvnews.com, Jakarta: Dokter Hariawan memiliki mimpi lama yang terpendam. Direktur Umum Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusuma, Jakarta Pusat, itu berkeinginan apabila suatu saat memimpin rumah sakit ia ingin menciptakan suasana yang ramah bagi pasien. Keinginan Hariawan terkabulkan hari ini.
BENGKULU, KOMPAS.com – Sejak diberlakukannya program Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan awal Januari 2014, klaim dari beberapa rumah sakit di Bengkulu yang ditunjuk mencapai Rp 8,1 miliar.






