Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendatangkan alat kesehatan canggih berupa CT-Scan seharga Rp12,5 miliar untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat terutama penderita kanker.
Direktur Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Suciati di Banjarmasin, Rabu mengungkapakan, alat tersebut selain untuk mendeteksi berbagai penyakit dengan lebih tajam, juga berfungsi sebagai radiologi untuk penderita kanker.
“Dibanding alat sebelumnya, alat ini jauh lebih canggih dalam mendeteksi jaringan penyakit dengan 128 slice,” katanya.
Alat tersebut, kata dia, selain untuk mendeteksi berbagai jaringan penyakit dengan lebih tajam, juga bisa dimanfaatkan untuk radiologi atau proses pengobatan pasien kanker.
Dengan adanya alat tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit kepada para pasien yang dirujuk ke rumah sakit terbesar di daerah ini.
Adapun biaya pemanfaatan alat tersebut, tambah Suci, antara Rp1,7 juta hingga Rp2,5 juta, sedangkan untuk pasien kurang mampu atau peserta BPJS Kesehatan, hanya dikenai tarif kurang dari sebesar Rp600 ribu.
“Kita sedang mengupayakan, pasien kurang mampu yang memanfaatkan alat tersebut bisa gratis, antara lain dengan menggunakan dana pendamping, sehingga mereka tidak perlu menambah biaya pengobatan maupun CT-Scan,” katanya.
Menurut Suci, alat yang cukup mahal tersebut, dibeli berdasarkan dengan sistem lelang KSO, yaitu alat tersebut dibeli oleh perusahaan pemenang lelang, dengan sistem bagi hasil bila ada keuntungan.
Dari pengalaman beberapa rumah sakit yang memanfaatkan sistem KSO, kata dia, bagi hasil tersebut, 70 persen keuntungan untuk perusahaan dan 30 persen rumah sakit, hingga perusahaan mengalami BEP dalam jangka waktu yang telah disepakati.
“Setelah BEP baru kita akan kembali melakukan perhitungan atau kesepakatan,” katanya.
Pada tahap awal pemanfaatan alat tersebut, tambah Suci, pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga, untuk mengantisipasi bila ada kerusakan atau tersendatnya alat tersebut, karena perlu penyesuaian pemakaian.
Pemerintah Provinsi saat ini terus berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat, melalui berbagai program, antara selain memberikan dana pendamping untuk pelayanan pasien kurang mampu, juga menyiapkan dana jaminan kesehatan masayrakat provinsi, bagi pasien yang tidak bisa terdaftar dalam program BPJS pusat.
Selain itu, Pemprov juga terus membangun dan melengkapi fasilitas baik bangunan dan alat kesehatan tiga rumah sakit, yaitu Ulin, Anshari Saleh dan Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.
Diharapkan, dengan berbagai program tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan dengan maksimal, sehingga tingkat kesehatan warga terutama yang kurang mampu semakin meningkat.
Sumber: antarakalsel.com

SLEMAN (KRjogja.com) – Memasuki Milad ke 91 RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bertekad menjadi rumah sakit pendidikan. Saat ini tengah mepersiapkan diri, target terdekat menjadi rumah sakit dengan akreditasi B pada tahun 2014. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasional RS PKU Muhammadiyah YOgyakarta Unit II Gamping Sleman dr Ahmad Faisol SpRad MKes di rumah sakit tersebut Selasa (19/2/2014). Hari itu PKU Muhammadiyah Yogyakarta menyelengarakan pemasangan alat kontrasepsi IUD dan implan cuma-cuma untuk 100 orang sebagai bagian dari kegiatan milad (ulang taun).
JAKARTA – Organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang medis, Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), kembali memberangkatkan tim kemanusiaan dalam sebuah misi kajian perlengkapan (Equipment Assessment) ke Jalur Gaza, Palestina, Senin (17/2).
SUMEDANG, (PRLM).- RSUD Sumedang akan melakukan ujicoba menerapkan 5 hari kerja untuk pelayanan rawat jalan, dari Senin hingga Jumat. Ujicoba tersebut mulai 3 hingga 31 Maret. Saat ini, pelayanan rawat jalan di RSUD Sumedang dilakukan 6 hari dari Senin hingga Sabtu.
Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) – Mantan Presiden Indonesia BJ Habibie akan berkunjung ke Gorontalo, 28 Februari hingga 2 Maret 2014, untuk meninjau langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Gorontalo.
TRIBUNNEWS.COM
YOGYA (KRjogja.com) – Semakin mengecilnya struktur abu vulkanik Gunung Kelud yang berada di kawasan Yogyakarta, membuat ancaman terhadap kondisi kesehatan masyarakat khususnya pada bagian mata meningkat. Hal itu dikarenakan, tekstur abu yang kecil sangat mudah untuk masuk ke mata, sehingga menyebabkan iritasi. Lebih parahnya lagi, bisa membuat kelenjar air mata mengering, sehingga kornea mata terluka dan menyebabkan kebutaan. Maka dari itu, masyarakat Yogyakarta harus menjaga kondisi matanya, agar tidak sampai terkena iritasi.





