Jakarta, Jakpro
RS Soemitro dengan Pemprov Jatim Diharapkan Bangun Sinergi
SURABAYA (bangsaonline) – Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jatim Dra Hj Fatma Saifullah Yusufberharap sinergitas dan kerjasama antara RS Soemitro dengan Pemprov Jatim dari waktu ke waktu lebih ditingkatkan.
Fatma mengatakan, kedekatan hubungan yang terjadi antara RS Soemitro dengan Pemprov Jatim telah terjalin cukup lama. Salah satunya terlihat pada saat kerjasama yang dilakukan oleh organisasi wanita seperti PKK dan BKOW Jatim dengan rumah sakit ini dalam kegiatan bakti sosial, acara kemanusiaan membantu korban bencana alam hingga pelayanan kesehatan yang ada di Jatim.
RSUD Praya Kekurangan Mobil Ambulan
Ntbkita.com- Pengacara Kondang Lalu Arif Widya Hakim meminta Pemda serta pengelola RSUD Praya segera memenuhi kebutuhan mobil ambulan yang saat ini jumlahnya masih kurang. Sebab ketersediaan fasilitas itu merupakan kebutuhan yang menunjang pelayanan pasien secara maksimal.
Arif Widya Hakim mengatakan seharusnya semua fasilitas di rumah sakit tersedia secara memadai, apalagi RSUD Praya merupakan rumah sakit rujukan yang jumlah pasiennya cukup banyak.
Tangani Virus MERS, RS Sardjito Siagakan Fasilitas
YOGYAKARTA – Kemungkinan merebaknya virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) MERS di Indonesia membuat sejumlah Rumah Sakit di DIY bersiaga. Salah satunya Rumah Sakit dr Sardjito yang menyiapkan fasilitas guna mendukung perawatan jika ada pasien yang mengidap MERS.
Kepala Bidang Humas RS dr Sardjito, Heru Nugroho mengatakan, meskipun belum ada kemungkinan masyarakat DIY terjangkit virus yang gampang menular terebut, pihaknya sudah melakukan antisipasi. Heru menambahkan, RS, dr Sardjito menyediakan ruang khusus bernama ruang Kartika.
“Ruangan tersebut dilengkapi dengan teknologi isolasi untuk mencegah penularan virus MERS,” ujarnya Minggu (4/5/2014).
Heru menjelaskan, virus MERS gampang menyebar lewat udara dari orang ke orang. Ruang Kartika tersebut dulunya digunakan untuk mengisolasi pasien flu burung yang sempat menggemparkan DIY. Untuk itu pihaknya tidak mau kecolongan dan tetap siap siaga.
“Kapaistas ruang ini untuk 10 orang. Pemerintah Indonesia cukup menaruh perhatian dengan perkembangan virus MERS. Maka kami harus siaga jangan sampai kecolongan,” pungkasnya. (war)
Sumber: jogjakartanews.com
Pembangunan Rumah Sakit Cianjur Selatan Berlanjut
INILAH.COM, Cianjur – Impian masyarakat di wilayah Cianjur Selatan memiliki rumah sakit bakal segera terwujud. Hal itu menyusul bakal diteruskannya kembali pembangunan tahap kedua RS Pagelaran di Kecamatan Pagelaran.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur Didin Rosidin mengaku, lanjutan pembangunan RS Pagelaran tahap II sudah masuk dalam perencanaan tahun ini. Namun Didin tak mengetahui persis besaran nilai anggaran pembangunannya.
“Nanti bisa ditanyakan langsung ke Dinas Kesehatan sebagai leading sector-nya. Tapi yang jelas pembangunan lanjutan tahap kedua akan dilakukan tahun ini,” kata Didin saat dihubungi, Minggu (4/5/2014).
Menurut Didin, keberadaan RS Pagelaran nantinya diharapkan bisa meng-cover pelayanan kesehatan bagi masyarakat Cianjur Selatan. Selama ini, lanjut Didin, masyarakat Cianjur Selatan harus pergi ke RSUD Cianjur dengan jarak tempuh dan ongkos yang lumayan mahal.
“RSUD Cianjur jadi rujukan ketika tidak bisa ditangani di puskesmas setempat. Nah, nanti dengan adanya RS Pagelaran maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih cepat,” sebutnya. [hus]
Sumber: inilahkoran.com
4 Hari doctorSHARE Pelayanan Medis di Luwu Timur
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema “Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah” terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.
Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.
23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.
Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.
Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.
Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.
Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.
Penyuluhan kesehatan dengan tema
Kasus Meningkat, Sulbar Butuh Bangun RS Khusus Narkoba
Rumah sakit khusus penderita/korban narkotika dan obat terlarang (narkoba) butuh dibangun di Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka menyukseskan tahun penyelamatan narkoba.
Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulbar, Yusran Rivai di Mamuju, Selasa, mengatakan, rumah sakit narkoba perlu dibangun di Sulbar karena itu sangat penting mengingat tingginya pengguna narkoba di Sulbar.
Ia mengatakan, pemerintah di tingkat Provinsi diminta mendukung dibangunnya rumah sakit untuk merehabilitasi pengguna narkoba di Sulbar, agar jumlah pengguna narkoba di Sulbar dapat ditekan.
Mengawal Pembangunan RS Indonesia dari Drone Israel
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza-Palestina berdiri megah di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Bangunan yang bediri di lahan seluas 16.261 meter pesegi itu sangat mudah dikenali karena bentuknya yang unik dan berbeda dengan bangunan lainnya yang ada di Gaza.
Bentuknya segi delapan, terdiri dari dua lantai dan satu lantai basement. Siapa sangka, rumah sakit yang dibangun dekat lahan konflik itu dikawal oleh puluhan relawan gagah berani asal Bogor, Jawa Barat. Mereka diberi nama Tim Ukhuwah Rescue Al Fatah.
Mereka terlibat dalam pendirian bangunan secara langsung. Edi Wahyudi salah satunya. Ia merupakan Project Manager yang bertugas mengawal pembangunan RSI

koranindonesia.com, JAKARTA 





