manajemenrumahsakit.net Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meresmikan Rumah Singgah RSUP Dr. Kariadi pada hari Senin, 7 Juli 2014. Rumah singgah yang dikelola Dharma Wanita Persatuan RSUP Dr. Kariadi ini diperuntukkan sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien luar kota yang memerlukan tempat untuk menginap namun tidak mempunyai biaya.
Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, Dr. Bambang Wibowo, Sp. OG (K) dalam laporannya mengungkapkan bahwa pembangunan Rumah Singgah ini sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini sangat membutuhkan tempat penginapan namun tidak mampu membayar penginapan. Hal ini biasa terjadi pada pasien kemoterapi dan radioterapi yang sedang melakukan program kemo atau penyinaran yang biasa berlangsung secara periodik. dalam proses pengobatan tersebut, pasien selama satu bulan diharuskan melakukan tahapan pengobatan secara terus menerus, sehingga pasien yang berasal dari luar kota sangat kerepotan jikalau harus pulang pergi setiap hari. Oleh karena itu kehadiran Rumah Singgah ini sangat membantu pasien yang kesulitan untuk menginap.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat meyambut baik adanya Rumah Singgah ini, diharapkan kapasitas yang ada pada tahun depan dapat ditambah, mengingat banyaknya warga Jawa Tengah yang menaruh harapan besar terhadap layanan kesehatan yang ada di RSUP Dr. Kariadi.
Rumah Singgah RSUP Kariadi Jamin Pasien Tak Kleleran
SEMARANG – Keberadaaan rumah singgah sangat diperlukan bagi pasien yang kurang mampu yang berada di wilayah Jawa Tengah. Rumah singgah dapat menjadi tempat tinggal sementara dan bagi masyarakat yang memerlukan tempat untuk menginap namun tidak mempunyai biaya.
Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH mengatakan selama ini masih ada sejumlah keluhan pasien yang merasa ditelantarkan di rumah sakit, dan diletakkan di lorong-lorong karena keterbatasan ruang perawatan inap. Dia menyambut baik terobosan yang dilakukan pihak RSUP Dr Kariadi Semarang untuk membuat rumah singgah.

Minggu ini kami sajikan tips bagaimana mengelola RS secara efektif dan bagaimana agar sustainabilitasnya terjaga. Tips ini berasal dari berbagai pengalaman yang diintisarikan ke dalam satu tulisan dan pernah dimuat oleh Becker’s Hospital Review dan Hospital Finance News, dua media online besar di USA. Salah satu langkah untuk menjaga efektifitas adalah dengan outsource. Secara finansial outsourcing ini sebaiknya mengutamakan mitra lokal agar menghemat biaya distribusi material yang pada akhirnya dapat menekan biaya satuan pelayanan di RS. Ikuti tips lainnya 


Laura Miller, Editor in Chief, ASC Review & Becker’s Review in Spine pernah menulis mengenai bagaimana kiat agar RS bisa dijalankan secara efektif. Tulisannya ini dimuat pada Becker’s Hospital Review edisi Desember 2011 lalu. Menurutnya ada enam kiat yang bisa dipakai oleh para manajer RS yang tampaknya bisa diterapkan di RS swasta maupun RS pemerintah.
Sementara itu, Kelsey Brimmer, seorang associate editor di Healthcare Finance News membagikan kiat bagi keberlangsungan RS khususnya dari sisi keuangan. Kiat-kiat ini diambil dari laporan khusus yang mengeksplorasi ide terkait dengan pengadaan di RS. Keith Sutter adalah salah satu kontributor pada laporan tersebut yang kebetulan juga adalah sustainable brand marketing di perusahaan Johnson & Johnson. Bersama dengan Joanne Spigonardo (senior associate director sebuah lembaga inisiatif kepemimpinan), Shutter menuliskan kiatnya kepada HFN sebagai berikut.
manajemenrumahsakit.net – RENGAT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat akan menambah tenaga dokter spesialis penyakit dalam. Pasalnya, di RSUD Indrasari Rengat hanya memiliki satu dokter spesialis penyakit dalam dan tidak lagi mampu melayani banyaknya pasien yang datang tiap hari.





