manajemenrumahsakit.net :: SAMARINDA
Seminar Leadership dalam Penerapan Sistem Remunerasi di Rumah Sakit

Seminar
Leadership dalam Penerapan Sistem Remunerasi di Rumah Sakit
Ruang Kuliah Gedung Radioputro Lt. 1, FK UGM
19 Maret 2015
Pengantar
Video Pengantar Seminar
Video Pengantar Roundtable Discussion
Rumah sakit adalah organisasi yang kompleks dan penuh dengan variasi, baik yang berupa variasi
Petugas Berhasil Jinakkan Api di Lab RSUD Wonosari
manajemenrumahsakit.net :: Wonosari–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mendadak gempar akibat kebakaran yang terjadi di laboratorium rumah sakit, Rabu pagi (28/01/2015). Peristiwa ini juga sempat memakan beberapa korban luka-luka. Tim kesiapsiagaan bencana di rumah sakit berupaya memadamkan api yang terus menyembur di dalam ruangan.
Namun, kejadian tersebut merupakan kegiatan simulasi Hospital Disaster Plan (HDP) atau kesiapsiagaan bencana di rumah sakit yang digelar RSUD Wonosari dengan difasilitasi Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM.
Dalam simulasi
Dinkes Papua agendakan peningkatan status empat rumah sakit
manajemenrumahsakit.net :: Jayapura (Antara Papua) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua, mengagendakan peningkatan satus empat unit rumah sakit regional dari tipe C menjadi tipe B.
“Kami upayakan empat rumah sakit regional dalam tiga tahun kedepan ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe B,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai, di Jayapura, Selasa.
Keempat rumah sakit regional yang direncankan peningkatan statusnya menjadi rumah sakit tipe B yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, RSUD Abepura, RSUD Mimika dan RSUD Biak.
“Baru saja RSUD Biak melaporkan berkasnya kepada kami dan saya lihat lengkap,” katanya.
Menurut Aloysius, terdapat undang-undang baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan bahwa Kemenkes menyerahkan sepenuhnya sertifikasi penilaian oleh Dinas Kesehatan Provinsi, mengenai layak tidaknya dan memenuhi standar atau tidak suatu rumah sakit yang diusulkan untuk ditingkatkan statusnya.
“Tahun depan kami agendakan dua rumah sakit lagi untuk peningkatan statusnya menjadi rumah sakit tipe B,” ujarnya.
Aloysius yang pernah menjabat direktur RSUD Abepura itu menyebut kedua rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire dan RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Selain itu, terdapat enam rumah sakit sub regional yang sudah teraplikasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)) Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan juga masuk dalam agenda Kementerian Kesehatan RI.
Keenam rumah sakit tersebut yakni RSUD Paniai, RSUD Yapen, RSUD Boven Digoel, RSUD Kwaingga Keerom, RSUD Lanny Jaya, dan RSUD Pegunungan Bintang.
“Pengembangan enam rumah sakit sub regional tersebut sudah terdaftar dan akan ditindaklanjuti pengembangannya,” kata Aloysius.
Mantan Kepala Puskesmas Koya itu menambahkan, keenam rumah sakit sub regional tersebut akan mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit tipe B.
“Jadi nanti alur pelayanan kesehatan pasien yang akan diterapkan kedepannya di Papua yaitu pelayanan di puskesmas naik ke rumah sakit pratama, rumah sakit tipe D, rumah sakit sub regional, rumah sakit tipe B regional baru naik rumah sakit rujukan nasional yakni RSUD dok II Jayapura,” katanya. (*)
Sumber: antaranews.com
RSUD Sidoarjo Jaga Privasi Dan Kenyamanan Pasien
manajemenrumahsakit.net :: SIDOARJO, Untuk menjaga privasi dan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo akan memberlakukan sistemid card bagi insan pers yang akan melakukan peliputan.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Sidoarjo dr. Atok Irawan mengatakan bahwa hak privasi pasien harus dilindungi begitu juga dengan kenyamanannya pada saat sedang menjalani perawatan, Rabu (28/1/2015).
Ada Puntung Rokok di Toilet RSUD Banten
manajemenrumahsakit.net :: SERANG- Masalah di RSUD Banten tak hanya kekurangan dokter, kelas rumah sakit, dan pelayanan yang belum optimal. Urusan rokok pun sudah akut. Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Adde Rosi Khoerunnisa menemukan banyak puntung rokok di toilet dekat ruangan unit instalasi gawat darurat (IGD).
BPJS RSUD Ternyata Mudah
manajemenrumahsakit.net :: TANJUNGPANDAN-Raut gembira terpancar dari wajah Karlina (32) perempuan asal Aik Raya yang tengah hamil delapan bulan. Saat suaminya Wahyu (34) sibuk mengisi formulir untuk memperoleh kartu berobat layanan BPJS di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Kabupaten Belitung. “Nggak susah rupanya untuk ngurus kartu BPJS ini. Sebab, kartu ini digunakan buat persalinan kelak di rumah sakit nantinya,” kata Karlina dengan senyum penuh kegembiraan.
Karlina mengatakan, suaminya yang bekerja sebagai tukang ojek itu selalu berfikir sepuluh kali jika ingin berobat untuk memeriksakan penyakitnya ke dokter. Padahal, penyakit suaminya terbilang cukup serius. “Kalau disuruh memeriksakan kesehatan ke rumah sakit atau puskesmas, dia (suami Karlina, red) selalu menolak karena tidak ada biaya,” ungkapnya.
Dengan begitu, setelah mendapatkan kartu BPJS kesehatan, Karlina bersama suaminya langsung memeriksakan kehamilannya di RSUD Belitung. Demikian juga suaminya yang langsung berobat ke dokter spesialis. “Dulu, jangankan untuk berobat ke spesialis. Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga saja di rumah. Saya terpaksa harus buat kue kering dulu untuk dijual dan dititip sama adik ipar di pasar,” katanya.
Kini, sepasang keluarga itu tak lagi memiliki rasa kekhawatiran dalam berobat. Termasuk anak yang bakal lahir nanti akan tertangani dengan baik tanpa harus stres memikirkan biaya persalinannya. “Berobat tanpa pake kartu BPJS rasanya sangat berat. Soalnya untuk jasa konsultasi dokter harus membayar Rp50 ribu. Belum lagi untuk pemeriksaan USG yang mencapai Rp70 ribu. Dan itu belum termasuk biaya obat yang Rp100 ribu,” katanya. Dia menambahkan, kalau dihitung-hitung besaran biayanya itu bisa sampai Rp 250 ribu lebih. Karena itu, saya sangat bersyukur dengan adanya kartu BPJS ini. Sebab, apa saja tindakan berobat bisa kami peroleh dan bahkan tidak ada lagi keraguan kami untuk memeriksakan kesehatan diri kami,” tutupnya.(mg2)
Sumber: radarbangka.co.id







