manajemenrumahsakit.net :: BANYUMAS
Edisi Minggu ini: 3 – 9 Maret 2015
|
Dear Pengunjung Website, Laporan Kegiatan:
03 Mar2015
Interactive Education Learning Tahap I di RS Islam Jakarta Dalam rangka Pengembangan Hospital Delivery Management System untuk TB/MDR-TBLaporan Kegiatan Interactive Education Learning Tahap I di RS Islam Jakarta
Pelatihan dibuka oleh Direktur Utama RS Islam Jakarta, dr. Prastowo Sidi Pramono, Sp.A. Direktur menyatakan bahwa sangat berterima kasih kepada Tim PKMK FK UGM yang melibatkan RS Islam Jakarta pada kegiatan HDMS ini. Dengan kegiatan ini banyak sekali pelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh RS khususnya dalam upaya peningkatan mutu pelayanan di RS Islam Jakarta. Dan secara bersamaan sangat membantu dalam proses Akreditasi 2012 di RS Islam Jakarta. Materi yang pertama tentang TB Anak disampaikan oleh dr. Desiana Dewayanti, Sp.A., yang merupakan dokter penuh waktu di RS Islam Jakarta. Narasumber memaparkan tentang TB anak secara umum dan pentingnya upaya upaya pencegahan TB Anak. Diakhir slide dipaparkan tatalaksana TB anak, tatalaksana neonatus pada ibu TB, dan tatalaksana TB MDR anak dari Buku Panduan TB Anak 2013. Materi kedua disampaikan oleh dr. Diana, salah satu staf medis di RS Islam Jakarta, yaitu Clinical Pathway dan implementasinya. Dr. Diana memaparkan 3 CP yang telah disusun oleh Tim RS Islam Jakarta, yaitu CP TB Rawat Jalan, TB Anak Rawat Jalan, dan TB dengan Hemoptoe Rawat Inap. Dijelaskan oleh narasumber bahwa 3 CP ini merupakan bagian dari CP lain yang telah disusun oleh RS Islam Jakarta dalam rangka proses Akreditasi RS 2012 di RS Islam Jakarta. Akan tetapi yang disayangkan bahwa 3 CP di atas hingga saat ini belum dijalankan, dan pada pemaparan ini ditegaskan oleh dr. Diana mulai minggu depan (minggu terakhir Februari) berbagai CP akan mulai dijalankan.
Beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah koordinasi dengan Rumah Sakit Islam Jakarta Television (RSIJ TV) dalam pelaksanaan kegiatan ini. RSIJ TV merupakan unit di bawah RS Islam Jakarta yang menyiarkan informasi kesehatan dan kegiatan di lingkungan RS Islam Jakarta melalui jaringan televisi baik secara internal maupun eksternal terbatas. RSIJ TV mempunyai kemampuan untuk menyiarkan program atau acara tertentu secara live ke beberapa RS Islam lainnya di lingkunan PP Muhammadiyah (misalnya RSI Pondok Kopi, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Islam di Malang dan lainnya). Belajar dari fasilitas yang dimiliki RS Islam Jakarta ini, diharapkan kedepan koordinasi dan kerjasama dengan RSIJ TV di RS Islam Jakarta akan lebih baik. Penulis: Hary Sanjoto Editor: Putu Eka Andayani
03 Mar2015
206 Rumah Sakit di Sumut Tak Satupun Lulus Akreditasi JCImanajemenrumahsakit.net :: Medan (SIB)- Dari 2.432 rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia hanya 100 rumah sakit yang lulus akreditasi standar Internasional dari Joint Commission International (JCI) versi 2012. Ironisnya lagi, dari 206 rumah sakit yang ada di Sumatera Utara baik negeri dan swasta tidak satu pun yang lulus berstandar internasional itu. “Saya yakin, orang Sumut keinginannya kuat, jika punya keinginan kuat pasti bisa,” tegas Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Pusat dr Sutoto MKes yang terkesan menyindir di sela Seminar Perumahsakitan Medan Hospital Expo 2015 yang diselenggarakan PERSI Sumut di Hotel Santika Dyandra, kemarin. Menurutnya, orang Sumut sedang berusaha mencapai itu. Workshop dan bimbingan adalah salah satu jalan agar dapat menerapkan standar internasional itu. “Akreditasi baru ini memang tidak gampang. Bukan sekedar pemeriksaan dokumen-dokumen tetapi harus ada bukti-bukti bahwa kebijakan prosedur itu benar-benar diimplementasikan. Karena baru dan standarnya lebih tinggi makanya rumah sakit juga masih gamang,” katanya. Penilaian rumah sakit berstandar internasional itu, tidak hanya menyangkut fasilitas, namun lebih banyak kepada proses bagaimana para dokter, para perawat memberi pelayanan kepada pasien, manajemen fasilitas, maupun keamanan keselamatan. Semua ada indikator kinerjanya. Sehingga sampai sekarang ini masih sedikit rumah sakit yang berstandar internasional di Indonesia.
03 Mar2015
Jasa Raharja Perluas Kerjasama dengan Rumah Sakitmanajemenrumahsakit.net :: Denpasar, Jubi/Antara
03 Mar2015
Kadinkes Papua: banyak pasien mulai berobat ke puskesmasmanajemenrumahsakit.net :: Jayapura (Antara Papua) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua drg Aloysius Giyai menyatakan, mulai banyak pasien yang memilih berobat ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas), sehingga tidak harus berbondong-bondong ke rumah sakit. “Puskesmas yang sebelumnya hampir tidak ada pasien (sepi), kini mulai ramai dan rumah sakit sudah tidak lagi menjadi puskesmas raksasa,” kata Aloysius, di Jayapura, Sabtu. Hal itu berbeda dengan kondisi sebelumnya, yakni sepi pasien sehingga petugas memilih pulang sebelum jam kantor selesai. Menurut Aloysius, kini banyak pasien yang rela antre di puskesmas untuk mendapat pelayanan kesehatan kesehatan dasar. “Petugas di puskesmas dari tahun ke tahun selalu cepat pulang sebelum selesai jam kantor, peralatan kesehatan juga kurang lengkap, tetapi kita terus benahi sehingga sekarang pelayanan cukup memadai,” ujarnya. Aloysius mencontohkan Puskesmas Abe Pantai dan Puskesmas Kotaraja yang selalu dipadati pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura itu mengaku, beberapa petugas rumah sakit telah memberikan laporan bahwa pasien di rumah sakit sudah mulai sepi. “Mereka (petugas rumah sakit) bilang kalau pasien sudah sepi, kami mau dapat insentif dari mana dan saya sampaikan ke mereka bahwa itu karena kualitas pelayanan jadi kalian juga harus tingkatkan kualitas pelayanan,” katanya. Selain itu, Aloysius yang pernah menjabat Kepala Puskesmas Koya itu menuturkan bahwa, kini RSUD Abepura dan RSUD dok II Jayapura jarang melayani pasien yang mengalami penyakit ringan seperti pilek dan batuk. Kedua rumah sakit tersebut, sedang dalam tahap pembangunan dan perlengkapan peralatan kedokteran serta medis lainnya karena statusnya akan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe B. “Kami sudah lengkapi peralatan kedokteran dan hampir sudah mendekati, peralatan itu lengkap, tahun ini difokuskan di empat rumah sakit yang dikembangkan menjadi Tipe B,” ujarnya. Keempat rumah sakit yang sedang dilengkapi peralatan kedokteran dan pembangunan fisik guna pengembangan statusnya menjadi tipe B yakni RSUD Abepura, RSUD Biak, RSUD Merauke dan RSUD dok II Jayapura. “Tahun berikut ada beberapa rumah sakit yang mau dibangun secara fisik dan ditingkatkan pelayanannya, tapi untuk tahun 2015 ini kita fokus di empat rumah sakit tersebut,” ujarnya. Dia menambahkan jika tidak demikian maka pelayanan di bidang kesehatan khususnya di Papua, tetap seperti biasa tidak mengalami perubahan. (*) Sumber: antarapapua.com
03 Mar2015
Presiden, Menkes dan Menkeu Bahas Likuiditas BPJS Kesehatanmanajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas membahas kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Istana Kepresidenan, Jumat (27/2). Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. “Saya ingin menanyakan tentang penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan yang di lapangan banyak keluhan masyarakat, terutama pembayaran di rumah sakit (RS),” kata Presiden. Presiden Jokowi mencontohkan, biaya RS mencapai Rp14 juta, hanya dibayar BPJS Rp4 juta dan sisanya harus dibayar sendiri. Presiden juga menyoroti potensi likuiditas dana BPJS. “Karena itu, saya ingin tahu kondisi cash flow dan penyebab timbulnya masalah serta bagaimana menyelesaikan, menyempurnakan semuanya,” kata Presiden. Nila F Moeloek mengatakan, jumlah penduduk yang terkover BPJS Kesehatan pada 2014 sebanyak 138 juta orang dan diharapkan terus bertambah pada 2015. “Perbaikan terus dilakukan, termasuk dengan dukungan dana APBN. Kami juga melakukan penguatan puskesmas, membangun 148 RS regional dan kompetensi 14 RS nasional ditingkatkan,” kata Nila. (IZN – pdpersi.co.id) Sumber: pdpersi.co.id
03 Mar2015
HUT Ke-3, RS UGM Berusaha Berikan Pelayanan Terbaik
02 Mar2015
Jokowi Akui Kartu BPJS Masih Bermasalahmanajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, penggunaan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih bermasalah di berbagai daerah di Tanah Air. Dia mengatakan, pelaksanaan BPJS, yang dimulai sejak 1 Januari 2014 kerap merugikan pasien yang berobat di rumah sakit (RS). Pihak RS masih mewajibkan pasien membayar sejumlah dana, yang seharusnya tidak boleh dikutip.
02 Mar2015
Penyakit Stroke dan Ginjal Kuras Anggaran BPJS Kesehatanmanajemenrumahsakit.net :: Jakarta, |

Tanggal 16 Februari 2015 yang lalu, sebuah kegiatan
Secara umum acara berlangsung sangat baik. Selain direksi, pelatihan ini juga diikuti oleh perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Jalan, Rawat Inap, petugas rekam medis dan berbagai unit lain di RS Islam Jakarta. Selain itu juga co-ass yang sedang menempuh pendidikan di RS Islam Jakarta juga dilibatkan untuk mendapatkan pengalaman baru. Selain secara tatap muka, ada juga peserta yang mengikuti melalui webinar.
manajemenrumahsakit.net :: SLEMAN – Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (RS UGM) menghadapi tantangan keterbatasan jumlah tenaga medis terampil dan belum lengkapnya fasilitas medis. Karena itu, diperlukan investasi yang cukup besar, seperti peralatan medis, training untuk para tenaga medis, serta membangun hubungan yang harmonis dengan para dokter untuk mencapai kinerja yang tinggi.





