| Knowledge Sharing: Webinar Health Technology Assessment 21 Mei 2018 RSUP Dr. Sardjito sebagai salah satu RS rujukan nasional di Indonesia memiliki tugas mengembangkan Health Technology Assessment (HTA), HTA yang dikembangkan khususnya penapisan teknologi tepat guna di sekitarnya dengan mengutamakan produk dalam negeri. Tema HTA ini dirasa penting untuk dikaji bersama, maka RSUP Dr. Sardjito dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM menginisiasi webinar HTA yang akan dilaksanakan pada Senin, 21 Mei pukul 09.00-10.30 Wib. Webinar ini gratis. Situasi Lupus di Indonesia Lupus Eritematosus Sistemik (LES) atau Systemic Lupus Erythematosus atau yang lebih dikenal dengan penyakit seribu wajah merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis yang belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Penyakit autoimun adalah istilah yang digunakan saat sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuh penderita lupus akan menyerang sel, jaringan dan organ yang sehat. sistem kekebalan tubuh akan mengalami kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan antara substansi asing (no-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Reportase Webinar Pengalaman Lapangan dalam Menggunakan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Sistem Rujukan Webinar Smart Hospital kali ini mengambil tema Pengalaman Lapangan Dalam Menggunakan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Sistem Rujukan yang dipaparkan oleh dr. Agus Suryanto, Sp.PD-KP, MARS, Direktur Utama RSUP dr. Karyadi dan Dr. dr. Khalid Saleh, Sp. PD-KKV, FINANC, MARS, Dirut RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Budi Suryadarma, SH, MHKes mewakili Kementerian Kesehatan sebagai pembahas, serta dr. Guardian Yoki Sanjaya, M. HlthInfo sebagai moderator dr. Agus Suryanto memaparkan mengenai pemanfaatan SPGDT untuk memudahkan kasus layanan kegawatdaruratan dan mempercepat respon layanan. Berdasarkan Permenkes No 19 / 2016 pelaksanaan SPGDT dipusatkan di 119 dengan pelayanan berbasis Call Center yang meliputi National Command Center dan Public Safety Center. Sistem yang dibangun adalah sistem komunikasi gawat darurat, sistem penanganan gawat darurat, dan sistem transportasi. Hal tersebut terpadu dan terintegrasi dengan masyarakat, Telkom, kepolisian, pemerintah, dan rumah sakit. Sasarannya adalah response time meningkat, koordinasi lintas sektor, dan mengkoordinasi pelayanan rujukan (sentralisasi wilayah dan sentralisasi layanan). Kunjungan Pembelajaran Smart Hospital ke National Hospital Surabaya National Hospital di Surabaya merupakan pionir penerapan smart hospital di Indonesia. Ketika rumah sakit lain masih ragu dan mempertanyakan keabsahan rekam medis elektronik, beragam inovasi digital telah diterapkan di National Hospital. Tidak hanya untuk perekaman data pasien ke dalam aplikasi rekam medis elektronik, layanan jarak jauh juga disediakan untuk pasien penyakit kronis, sehingga pasien dapat melakukan konsultasi pemantauan kadar gula darah sewaktu dan tekanan darah dari rumah melalui wearable devices. Penggunaan QR code dan RFID (radio frequency identifier) juga sudah jamak dilakukan sebagai penanda logistik, pasien, maupun dokter. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Reportase Workshop Manajemen Klinik Bayi Tabung |
|
Reportase Seminar Nasional IndoHCF IV |
Reportase Webinar Pengalaman Lapangan dalam Menggunakan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Sistem Rujukan
Reportase
Webinar Pengalaman Lapangan dalam Menggunakan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Sistem Rujukan
Rabu, 9 Mei 2018

Webinar Smart Hospital kali ini mengambil tema Pengalaman Lapangan Dalam Menggunakan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Sistem Rujukan yang dipaparkan oleh dr. Agus Suryanto, Sp.PD-KP, MARS, Direktur Utama RSUP dr. Karyadi dan Dr. dr. Khalid Saleh, Sp. PD-KKV, FINANC, MARS, Dirut RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr. Budi Suryadarma, SH, MHKes mewakili Kementerian Kesehatan sebagai pembahas, serta dr. Guardian Yoki Sanjaya, M. HlthInfo sebagai moderator dr. Agus Suryanto memaparkan mengenai pemanfaatan SPGDT untuk memudahkan kasus layanan kegawatdaruratan dan mempercepat respon layanan. Berdasarkan Permenkes No 19 / 2016 pelaksanaan SPGDT dipusatkan di 119 dengan pelayanan berbasis Call Center yang meliputi National Command Center dan Public Safety Center. Sistem yang dibangun adalah sistem komunikasi gawat darurat, sistem penanganan gawat darurat, dan sistem transportasi. Hal tersebut terpadu dan terintegrasi dengan masyarakat, Telkom, kepolisian, pemerintah, dan rumah sakit. Sasarannya adalah response time meningkat, koordinasi lintas sektor, dan mengkoordinasi pelayanan rujukan (sentralisasi wilayah dan sentralisasi layanan).
Khalid Saleh memaparkan topik pemanfaatan SISRUTE untuk mendukung kualitas sistem rujukan. Latar belakang ruang perawatan penuh, penolakan pasien, lambatnya pelayanan awal di gawat darurat menjadi pendorong pemanfaatan SISRUTE. SISRUTE memfasiliasi komunikasi antara perujuk dan penerima rujukan antara lain informasi kondisi pasien (bahkan sampai gambar digital) yang mengarah pada telemedicine, sistem sudah terhubung dengan NIK, ketersediaan tempat tidur, alat medis yang tersedia, dan persediaan data. Pengembangan lanjutan dari SISRUTE ini adalah tracking ambulance dan menambah jumlah rumah sakit yang tergabung dalam SISRUTE (1,300an rumah sakit). Hal tersebut membutuhkan komitmen rumah sakit untuk terlibat dalam jejaring SISRUTE.
Kedua topik tersebut ditanggapi oleh dr. Budi Suryadarma mengenai aplikasi SPGDT dan SISRUTE perlu diintegrasikan satu sama lain dengan adanya pemetaan layanan unggulan, pemetaan layanan fasilitas kesehatan, kemudahan akses informasi kesehatan (FKTP ke FKTRL dan antar FKTRL), peningkatan mutu pelayanan rujukan pertama, didukung dengan teleconference dan regulasi yang berkaitan dengan pelayanan rujukan.
Diskusi webinar kali ini mengarah pada pentingnya “integrasi” yaitu integrasi pelayanan pasien (meningkatkan kualitas pelayanan rujukan antar fasilitas kesehatan yang berbeda), integrasi stakeholder (pelayanan rujukan tidak hanya antar fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu didukung stakeholder lain seperti Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, kepolisian, bahkan Kementerian Dalam Negeri untuk identitas pasien), integrasi teknologi (mengoptimalkan teknologi dalam konteks integrasi berbagai sistem informasi seperti SIM RS, SISRUTE, SIRANAP, SPGDT, Telemedicine).
Untuk mencapai konsep “integrasi” tersebut, berbagai pihak perlu berperan. Dari Kementerian Kesehatan dengan membuat regulasi yang mendukung percepatan integrasi sistem informasi (penggunaan rekam medis elektronik, kerahasiaan data, sharing data medis antar fasilitas kesehatan, integrasi sistem informasi), memfasilitasi integrasi teknologi informasi antar fasilitas kesehatan dan lembaga-lembaga yang ada, dan memfasilitasi komunikasi lintas sektor di tingkat pusat sehingga memudahkan koordinasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sedangkan dari fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan dan stakeholder lain perlu terlibat aktif dalam upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan rujukan, berkontribusi terhadap upaya integrasi sistem informasi baik di level kabupaten/kota, provinsi maupun pusat, dan bersama-sama melakukan evaluasi terhadap pelayanan rujukan berbasis data.
Oleh: Elisabeth Listyani (PKMK UGM)
RSUD Pamekasan Peringati Hari Perawat dan Bidan Sedunia Bersama Anak Yatim
Pamekasan – Dalam rangka memperingati Hari Perawat dan Bidan Sedunia, RSUD dr H Slamet Martodirjo Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyantuni sebanyak 140 anak yatim piatu, Kamis (10/5/2018) pagi.
Kegiatan lain yang digelar rumah sakit pelat merah itu yaitu Jalan Jalan Santai (JJS) dan lomba karaoke yang dihelat di halaman rumah sakit.
Menurut Ketua Komite Keperawatan RSUD Slamet Martodirjo Kabupaten Pamekasan, Sufyan Lubis acara seperti ini memang setiap tahun mereka lakukan. Tepatnya, pada tanggal 5 hingga 12 Mei.
“Acara seperti ini memang setiap tahun kami adakan, ini sudah tahun keenam dan dijadikan agenda tahunan oleh Komite Keperawatan RSUD Slamet Martodirjo,” terangnya, Kamis (10/5).
Tujuan dari acara ini, imbuhnya, selain dari kegiatan sosial juga agar bisa memberi rehat sejenak, menghibur perawat dan bidan setelah seharian capek bekerja memberikan pelayanan yang maksimal pada pasien dan keluarga pasien.
“Biar mereka bisa senang-senang menghibur diri, tapi tetap tidak lupa akan tanggung jawab pokok mereka. Selama kegiatan ini berlangsung pelayanan kami tetap ada yang mengbackup, tentunya dengan adanya Hari Perawat dan Bidan Sedunia ini, kami harapkan menjadi momentum perbaikan mutu keperawatan dan kebidanan, khusunya di RSUD Slamet Martodirjo,” imbuhnya.
Untuk acara JJS dan lomba karaoke sendiri diikuti oleh seluruh perawat bidan dan keluarga yang ada di RSUD Slamet Martodirjo.
“Tahun ini kita beri kesempatan seluruh pegawai yang ada di sini untuk membawa keluarganya agar mengikuti JJS dan lomba karoke. Mulai dari Direktur, Perawat dan Bidan hingga petugas kebersihan kami undang semua, biar bisa bersenang-senang bersama di sini,” ujar Sufyan Lubis.
Lebih lanjut, Sufya Lubis mengungkapkan, untuk santunan anak yatim pada tahun ini mereka memberikan kesempatan seluruh pegawai RSUD untuk melakukan sumbangan seihlasnya untuk diberikan kepada anak yatim.
“Alhamdulillah, untuk dana santunan hasil sumbangan dari seluruh internal rumah sakit tahun ini mencapai Rp 19 juta untuk kita bagi pada adek-adek yatim piatu. Ada 130 anak yatim piatu tahun ini yang kita santuni terdiri dari tetanga-tetangga rumah sakit dan beberapa Panti Asuhan yang ada di Kota Pamekasan,” pungkasnya.
Sumber: kumparan.com
RSUD Teluk Kuantan Bersiap Raih Akreditasi SNARS
TALUK KUANTAN – Apel Pencanangan Akreditasi RSUD Teluk Kuantan dan Penggalangan Komitmen Bersama dibuka secara resmi oleh Sekda Kuansing, Dianto Mampanini, di halaman RSUD Teluk Kuantan, Rabu Pagi (9/5/2018).
Dianto Mampanini menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setingi-tingginya kepada seluruh insan rumah sakit yang telah berpartisipasi dalam proses kegiatan perbaikan pelayanan kesehatan di RSUD Teluk Kuantan.
“Dengan diadakannya pencanangan akreditasi ini atas nama pemerintah kami mendorong penuh semua pihak yang ada di RSUD Teluk Kuantan untuk dapat mensukseskan serta mendukung kegiatan accredited,” tegas Dianto Mampanini.
Dengan demikian diharapkan tercapai tujuan akreditasi, yaitu meningkatkan budaya keselamatan dan budaya mutu dari pelayanan kesehatan yang diberikan RSUD Teluk Kuantan.
“Lebih penting lagi adalah, pengakuan dari masyarakat bahwa pelayanan di RSUD Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi benar-benar bisa diandalkan,”sambungnya.
Sebanyak 380 orang perwakilan dari masing-masing bagian di RSUD Teluk Kuantan yang dipimpin oleh Alfredo Hariadi. dalam ikrar yang menyatakan siap menuju Akreditasi Paripurna versi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1 tahun 2018 di halaman Rumah Sakit milik Pemkab Kuansing.
“Waktu kita tinggal empat bulan ke depan menjelang bulan November 2018 untuk mempersiapkan segala sesuatunya, karena itu mari kita benahi, lengkapi, dan sempurnakan apa yang menjadi persyaratan dari penilaian akreditasi rumah sakit. Sehingga benar-benar RSUD Teluk Kuantan ini bisa mendapatkan akreditasi yang kita harapkan bersama,” ujarnya lagi.
Sementara Direktur RSUD Teluk Kuantan Fahdiansyah. mengatakan untuk menuju rumah sakit yang terakreditasi SNARS 2018, maka rumah sakit ini harus mempersiapkan diri agar bagaimana benar-benar bisa terakreditasi dengan predikat yang di harapkan.
Fahdiansyah mengakui, memang masih banyak yang perlu dibenahi di RSUD Teluk Kuantan, sehingga bisa meraih akreditasi rumah sakit yang diharapkan tersebut.
Namun demikian, pemerintah daerah, kata dia, berharap dengan segala kekurangannya, RSUD Teluk Kuantan tetap harus memperhatikan kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Selain itu, terkait kelengkapan manajemen rumah sakit, termasuk memperhatikan keselamatan pasien, keselamatan dokter dan perawat juga harus ada SOP-nya. Kemudian kelengkapan sarana prasarana dan fasilitas umum yang mendukung pelaksanaan rumah sakit ini.
“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Saya yakin dengan kebersamaan kita, pasti kita bisa meraih akreditasi versi SNARS tersebut dengan kita menggalang komitmen bersama, berarti kita siap menuju akreditasi SNARS 2018,” ungkapnya.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bapak Bupati Kuansing yang diwakili Sekda Dianto Mampanini yang telah menandatangani komitmen bersama dan mendukung RSUD ini dengan kita menggalang komitmen bersama sebagaimana jargon yang selalu kita ucapan ‘Akreditasi Yes, Paripurna Pasti’ , berarti kita siap menuju akreditasi SNARS 2018,” ucapnya usai apel.
Dia menambahkan, adapun yang menjadi tujuan dari akreditasi rumah sakit itu sendiri adalah untuk menilai dan mengukur sejauh mana kepatuhan dari rumah sakit terhadap standar-standar yang susah disusun oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Lebih lanjut, usai apel Kasubag Umum RSUD Mauris Rmadian menambahkan pula untuk menghadapi penilaian akreditasi SNARS 2018 ini, pihaknya sudah jauh-jauh hari telah menyusun dan membentuk tim persiapan akreditasi RSUD Teluk Kuantan.
“Tim yang dibentuk ini terdiri dari berbagai disiplin ilmu, apakah dari dokter, perawat, dan dari sarjana kesehatan lainnya, termasuk dari sarjana ekonomi, dan bagian administrasi lainnya,” tambah Mauris.
Turut hadir pada acara ini, Dewan Pengawas BLUD, yakni asisten ekonomi pembangunan Indra Suandy, Inspektur Hernalis,, Kepala Dinas Kesehatan dr. Reza Tjahyadi. (R12.Ktc)
Sumber: riausky.com
RSUD Ende Diharapkan Jadi Rumah Sakit Besar
JAKARTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur merupakan rumah sakit rujukan bagi kabupaten-kabupaten yang dekat dengan Ende. Komisi IX DPR RI berharap ke depannya, RSUD tersebut menjadi rumah sakit besar.
“Kami berharap ke depan karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan bagi kabupaten tetangga seperti Kabupaten Nagekeo, menjadi rumah sakit besar. Sehingga betul-betul menjadi rumah sakit rujukan bagi kabupaten-kabupaten yang dekat dengan Ende,” kata Anggota Komisi IX DPR Julianus Pote Leba di sela-sela kunjungan kerja Tim Komisi IX DPR RI ke RSUD Ende, NTT, Jumat (4/5/2018).
Menurutnya, kondisi RS ini cukup baik, fasilitasnya cukup, dan pelayanannya juga baik. “Semua pasien yang kami tanya menyatakan mereka semua ditanggung BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Diakui Politis Partai Golkar ini, untuk alat kesehatan (alkes) memang ada beberapa item alkes yang perlu diperbaharui, contohnya oksigen konsentrator.
Sementara terkait pembangunan RS Pratama di bagian utara Kabupaten Ende, Julianus menyatakan, pembangunan RS tersebut nerupakan perencanaan yang baik.
Karena di bagian utara Kabupaten Ende ini ada 5 kecamatan yang jaraknya cukup jauh dari pusat Kabupaten Ende. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah RS.
“Karena kalau mengharapkan rumah sakit Ende saja mungkin ada pasien yang tidak sampai ke rumah sakit,” terang Anggota Dewan dapil NTT ini.
Oleh karena itu, lanjutnya, ini sebuah program yang patut didukung, dan Komisi IX akan memantau terus pembangunan RS Pratama ini.
“Apabila pembangunan rumah sakit tersebut memerlukan tambahan dana, kami berharap Pemerintah Kabupaten Ende dapat memberikan informasi kepada Komisi IX yang membidangi kesehatan ini,” tegasnya. (*)
Sumber: detak.co
Pemkot Pekalongan Luncurkan APM dan SMS Online Solusi Antrean Panjang di RSUD
PEKALONGAN – Tingkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Pemerintah Kota Pekalongan luncurkan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dan SMS online.
Inovasi APM dan SMS online diluncurkan guna menanggapi keluhan masyarakat terkait antrian panjang saat membutuhkan pelayanan kesehatan di RSUD Bendan, Selasa (8/5/2018).
Diterangkan Junaedi Wibawa Direktur RSUD Bendan, setelah meluncurkan APM dan SMS online, pihaknya akan melakukan pengembangkan dua program tersebut.
“Ke depan kami akan melakukan pengembangan dengan membuat jejaring bersama puskesmas dan Pemberi Pelayanan Kesehatan tingkat 1 (PPK 1) yang bekerja sama dengan BPJS,” ujarnya.
Ia menambahkan dengan adanya APM dan SMS online pasien tidak harus mengantri panjang.
“Pasien yang membutuhkan layanan kesehatan bisa dirujuk dari Puskesmas dan PPK tingkat 1 yang nantinya akan didaftarkan pemanfaaatanonline, ” terangnya.
Adapun Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz menuturkan, RSUD Bendan telah melakukan terobosan untuk mencari solusi permasalahan terkait panjangnya antrian pasien.
“Sebelumnya banyak pasien yang rela datang dini hari untuk mengambil nomor antrian, tapi dengan adanya APM dan SMS online sejak awal April lalu pasien tak perlu mengantri di rumah dakit. Karenapelayanan melalui APM dan SMS online cukup mudah digunakan, hanya mengirim sms sesuai format yang sudah ditentukan, pasien sudah terdaftar di klinik tujuan ataupun di RSUD,” paparnya.
Saelany menerangkan SMS online dan APM yang diterapkan RSUD Bendan mengadopsi pola pendaftaran mandiri PT KAI.
“Tidak ada salahnya meniru hal-hal yang baik demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. APM merupakan layanan baru pada pendaftaran pasien rawat jalan dengan tujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pendaftaran di RSUD Bendan,” tambahnya.
Saelany berharap perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan pelayanan publik terutama pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dengan adanya APM diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat kota Pekalongan,” timpalnya.(*)
Sumber: tribunnews.com
RS Dr Oen Solo Gelar Problematika Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit di Era Keterbukaan Informasi
SOLO – Rumah Sakit (RS) Dr Oen Surakarta kembali bekerja sama dengan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) melaksanakan Gathering dan Seminar bertajuk Problematika Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit di Era Keterbukaan Informasi.
Acara yang digelar Sabtu, (5/5/2018) itu dihadiri oleh belasan tamu undangan dari pemangku jabatan di Kota Solo, perawat, praktisi bidang kesehatan, dosen, dan karyawan fasilitas kesehatan yang menjadi peserta seminar, serta wartawan dari berbagai media massa.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Triganda A, lantai 3 Gedung Twin Towers RS.
Sesuai release yang diterima Tribunsolo.com, kegiatan gathering dan seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk menginformasikan kepada khalayak mengenai profil dan rencana strategi Rumah Sakit milik Yayasan Kesehatan Panti Kosala ini.
Selain itu, Rumah Sakit yang dipimpin oleh dr. William Tanoyo, ini juga bertujuan memberikan edukasi perihal perlindungan hukum terhadap karyawan fasilitas kesehatan.
Selain itu membahas isu-isu pelanggaran hukum di fasilitas kesehatan dan mencari tahu langkah pencegahannya.
Serta mengajak tenaga pelayanan kesehatan untuk menguraikan permasalahan selama melayani dan bersama-sama mencari solusinya.
Melalui gathering yang rutin diadakan setiap tahun ini, para hadirin bisa mengetahui fasilitas dan pelayanan yang dikembangkan rumah sakit.
Seperti yang kita ketahui, RS Dr. Oen Surakarta mengusung konsep Healthy Area dimana jalur pasien dan pengunjung dipisah untuk menghindari infeksi nosokomial.
Materi-materi yang disampaikan dalam seminar juga diharapkan dapat membimbing para peserta untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya memahami aspek hukum dalam pelayanan kesehatan dan mengetahui langkah penanggulangan permasalahan hukum.
Acara diawali dengan dikumandangkannya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Panti Kosala.
Setelah itu, Direktur Utama menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih. Selanjutnya beliau memaparkan profil RS serta rencana pengembangan Rumah Sakit tahun 2018 hingga 2019.
Adapun rencana pembangunan tersebut meliputi kemudahan akses fasilitas dan layanan RS, pengaturan pelayanan pasien, layanan unggulan baru, layanan kesehatan, pembuatan informasi edukasi kesehatan, pengembangan layanan alternatif – preventif, serta upaya pemberian perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan RS.
Setelah sambutan dari Direktur Utama kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (MHKI DIY),M Endriyo Susila.
Pada seminar kali ini, RS mengundang M Luthfie Hakim, anggota Kompartemen Hukum PP PERSI dan konsultan hukum RS yang juga merupakan pengurus MHKI Pusat.
M Luthfie Hakim menyampaikan materi mengenai Rahasia Kedokteran vs Keterbukaan Informasi dalam Perspektif Hukum.
Dalam sesi ini dijelaskan mengenai dasar hukum yang mengatur rahasia kedokteran, ruang lingkup rahasia kedokteran, serta kepentingan-kepentingan yang melatarbelakangi pembukaan rahasia kedokteran.
Berkaitan dengan keterbukaan informasi, Luthfie memaparkan tentang pasal pasal yang relevan dengan larangan pengambilan rekaman audio, audio visual atau video, atau foto di area RS.
Dilanjutkan dengan pemateri dari keperawatan yaitu Tri Susilowati, yang memaparkan mengenai Dokumentasi Keperawatan sebagai bentuk perlindungan hukum.
Beliau menyampaikan seputar dokumen keperawatan yang berhubungan dengan rekam medis.(*)
Sumber: tribunnews.com
RSAM Parepare Jadi Rumah Sakit Pertama di Indonesia Adopsi SiSRUTE
PAREPARE – Rumah Sakit Andi Makkasau (RSAM) Parepare menjadi rumah sakit pertama yang mengadopsi Sistem Rujukan Terintergrasi (SISRUTE).
Hal ini disampaikan Plt Direktur RSAM Parepare, dr Reny Anggraeny Sari, Senin (7/5/2018). RSAM adalah rumah sakit pertama di Indonesia yg menjadi jejaring SISRUTE sekarang sudah diadopsi oleh Kementrian Kesehatan untuk menjadi Program Nasional,”ungkapnya.
Reny menjelaskan, SISRUTE merupakan program inovasi yang diluncurkan Rumah Sakit dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
“Ini merupakan program inovasi RS Wahidin Sudirohusodo,”terang Reny.
Ia menjelaskan, SISRUTE ini secara jaringan ke bawah terintergrasi dengan seluruh Puskemas di Parepare, RS Sumantri, Rumah Sakit Fatimah dan seluruh rumah sakit di wilayah Ajatappareng.
“Sedangkan secara jaringan ke atas terintergrasi dengan seluruh rumah sakit Tipe B di Sulsel yang sejajar dengan RSAM dan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo,”papar dia.
Reny menuturkan, keuntungan bagi pasien, menjamin ketersediaan tempat rumah sakit yang akan dituju dan kecepatan layanan yang dibutuhkan.” Rumah Sakit Andi Makkasau sejak pertengahan 2016 sudah diterapkan dan hingga saat ini berjalan dengan baik,”terangnya.
Sumber: tribunnews.com
RS National Hospital Sejak Dini Kenalkan Dunia Kedokteran ke Anak-anak
SURABAYA – Puluhan anak yang mengenakan pakaian serba putih terlihat mengelilingi ruangan National Hospital, Surabaya.
Mereka berjalan mengelilingi National Hospital ditemani oleh orang tuanya. Destinasi awal mereka adalah mobil ambulance. Memasuki kendaraan itu, mereka terlihat antusias.
Kedatangan bocah-bocah ini adalah untuk mengikuti acara Kids Playdate : Hospital Tour & Playing Doctor yang diselenggarakan oleh National Hospital dalam rangkaian program Fit&Fun Day.
Selain ke Ambulance, mereka diajak memasuki ruangan radiologi dan poli klinik.
“Di ruang poli klinik mereka diajarkan cara penggunaan tensi dan stetoskop. Lalu kembali ke auditorium untuk belajar cuci tangan dan sikat gigi,” ujar Melinda selaku Dokter Umum National Hospital.
Melinda mengatakan, anak-anak tidak takut karena kami mengajar dengan cara yang fun.
“Setelah berkeliling, mereka tidak akan takut lagi saat diperiksa karena sudah kenal dengan alat-alat kedokteran,” terangnya.
Ia melanjutkan, Selain itu, mereka yang bercita-cita menjadi dokter lebih awal mengetahui macam-macam alat dan penggunaannya.
Humas National Hospital Veronica Lee mengatakan, acara Fit&Fun Day ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kesehatan dan pencegahannya.
“Ini seperti family day out ya. Kami menggelar acara untuk orang tua dan anak-anak,” jelas Vero.
Ia menambahkan, dalam acara ini juga ada Yoga, Zumba, dan talkshow tentang Nutrisi dan tumbuh kembang anak oleh Dr. susanto.
“Setelah mengikuti acara Fit&Fun Day para peserta bisa lebih peduli akan kesehatan,” harapnya.
Sumber: tribunnews.com
RSUD Petala Bumi Selenggarakan Pelatihan Kader Penggerak Budaya Integritas
PEKANBARU – Sebagai wujud komitmen dari Manajemen RSUD Petala Bumi Provinsi Riau dan mendukung upaya Pemprov Riau dalam membangun Budaya Integritas, RSUD Petala Bumi bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau menyelenggarakan In House Training Pelatihan Kader Penggerak Budaya Integritas dari tanggal 4 – 5 Mei 2018 dengan menghadirkan Narasumber dari BPSDM Provinsi Riau dengan materi Konsep Integritas, Pembangunan Budaya Integritas, Aparatur (Insan) Profesional dan Membangun Budaya Melayu Berintegritas sebanyak 16 jp dan dari Narasumber dari Inspektorat Provinsi Riau dengan Materi Menolak Budaya Gratifikasi dan Pungutan Liar sebanyak 4 jp.
Direktur RSUD Petala Bumi Dr. Sylvana Estherlita, M. Kes pada saat membuka acara tersebut menyampaikan agar peserta fokus dalam mengikuti kegiatan ini gali sebanyak-banyaknya informasi dan pengetahuan karena para peserta ini nantinya akan menjadi Kader Penggerak Budaya Integritas diunit kerja masing-masing kegiatan ini merupakan gagasan dari Kabag Umum sebagai Peserta Diklatpim III Pemprov Riau Angkatan I Tahun 2018 yang dituangkan dalam Proyek Perubahan mudah-mudahan mampu membangun Budaya integritas yang dapat berpengaruh dalam meningkatkan pelayanan dirumah sakit.
Kepala BPSDM Provinsi Riau H. Kasiarudin, SH Saat menyampaikan materi menyatakan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh RSUD Petala Bumi Provinsi Riau ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan OPD dalam membangun Budaya Integritas melalui pembentukan Kader Penggerak Integritas, dan ini merupakan inovasi salah satu peserta Diklatpim III yang sedang kita laksanakan mudah-mudahan bermanfaat bagi peningkatan pelayanan dirumah sakit.
Kepala Bagian Umum Indrawansyah, SE, M.Si selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan Terimakasih kepada Direktur beserta jajaran Manajemen, Panitia Pelaksana, BPSDM Provinsi Riau dan Inspektorat Provinsi Riau yang memberikan Supporting sehingga terselenggaranya kegiatan ini, ungkapan Terimakasih juga disampaikan kepada Pak Kasiarudin, Mentor saya Pak H. Ahmad Syah Harrofie, SH, MH, Ibu/Bapak Coach Ir. Embung Megasari, M.Si, H. Ayub Khan, SH, MH, Para Widyaiswara terutama Pak Muchlisin, SH, MH yang turut serta memberikan masukan sehingga terselenggaranya kegiatan ini sebagaimana yang kita harapkan mudah-mudahan kader penggerak yang dihasilkan dari In House Training ini mampu menggerakkan insan disekitar nya untuk menginternalisasikan budaya integritas Dilingkungan masing-masing dengan harapan kinerja pelayanan meningkat Goalnya Keunggulan Dalam Pelayanan yang merupakan Visi RSUD Petala Bumi Provinsi Riau terwujud, tutupnya. (sandi)
Sumber: riaugreen.com










