BLITAR – Manajemen RSUD Mardi Waluyo memastikan kebijakan efisiensi yang dijalankan sepanjang tahun ini tidak berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah itu disebut sebagai bagian dari penataan internal rumah sakit dalam persiapan menghadapi reakreditasi pada tahun mendatang.
Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr Bernard Theodore Ratulangi. Menurutnya, efisiensi dilakukan dengan menyesuaikan penempatan sumber daya manusia sesuai kebutuhan operasional. “Penataan ini bertujuan agar layanan tetap berjalan optimal meski dilakukan penghitungan ulang terhadap jumlah dan fungsi tenaga kerja,” terangnya.








