BLANGPIDIE – Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang berlangsung di Aula dr. Syahminan rumah sakit setempat, Senin (31/8/2026).
Pada FKP tersebut, pihak rumah sakit mengevaluasi standar pelayanan publik untuk memastikan layanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, Sp.B, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kemampuan rumah sakit dengan kebutuhan dan harapan pengguna layanan.
Menurutnya, masukan masyarakat diperlukan agar standar pelayanan tidak hanya disusun dari perspektif internal rumah sakit.
“Aspirasi, kritik, dan saran dari pengguna layanan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pelayanan,” ucapnya.
“Forum ini untuk menyelaraskan kemampuan rumah sakit dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” tambah Ismuha— sapaan akrab dr Ismail Muhammad.
Ia mengatakan, sejumlah standar pelayanan menjadi bahan pembahasan, diantaranya layanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, bedah sentral, persalinan dan perinatologi, rawat intensif, radiologi, laboratorium dan patologi, rehabilitasi medik, farmasi, gizi, serta transfusi darah.
Forum juga membahas standar pelayanan rekam medik, pengelolaan limbah medis, ambulans, kamar jenazah, Central Sterile Supply Department (CSSD), pemeliharaan sarana dan prasarana, pencegahan dan pengendalian infeksi, keamanan, hingga unit pengaduan masyarakat.
Selain jenis layanan, peserta mengevaluasi sejumlah aspek dasar pelayanan, meliputi persyaratan, waktu pelayanan, mekanisme dan prosedur, biaya atau tarif, produk layanan, serta pengelolaan pengaduan.
Ismuha menerangkan, RSUD-TP memiliki sejarah panjang. Rumah sakit itu dibangun pada tahun 2006, menggunakan bantuan kemanusiaan Pemerintah Korea Selatan setelah gempa dan tsunami Aceh. Rumah sakit mulai beroperasi pada tahun 2008.
Keterlibatan Korea Selatan yang dominan dalam pembangunan awal membuat masyarakat setempat kemudian menyebutnya sebagai “Rumah Sakit Korea”.
Kini, manajemen RSUD-TP juga sedang menyusun kembali master plan pembangunan rumah sakit untuk 25 tahun ke depan.
Ismuha mengatakan evaluasi pelayanan dan perencanaan jangka panjang tersebut diharapkan berjalan beriringan.
“Kami ingin mendapatkan masukan yang konkret agar pelayanan rumah sakit ke depan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)







