SANGATTA – Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) kini memiliki akses layanan jantung yang semakin dekat dan berkualitas setelah RSUD Kudungga Kutai Timur (Kutim) resmi membuka layanan intervensi non-bedah kardiovaskular perdana.
Direktur RSUD Kudungga, dr Muhammad Yusuf mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan jantung di Kaltim.
Menurutnya, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia sehingga peningkatan kapasitas layanan harus terus dilakukan.
“Kerja sama ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat pendampingan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia mengatakan RSUD Kudungga terus bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan yang lebih unggul melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi kesehatan yang lebih modern.
Pelaksanaan layanan intervensi non-bedah perdana di RSUD Kudungga juga mendapat pendampingan langsung dari tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga medis di daerah.
Sementara Pelaksana Tugas Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr Masniati menyampaikan apresiasi atas penunjukan rumah sakit yang dipimpinnya sebagai rumah sakit pengampu regional layanan kardiovaskular di Kaltim.
Ia menjelaskan, RSUD Abdul Wahab Sjahranie telah memiliki layanan kateterisasi jantung, tindakan intervensi,hingga bedah jantung terbuka yang telah berjalan sejak 2013.
“Kebutuhan layanan jantung di Kaltim sangat tinggi. Untuk tindakan PCI saja, kami dapat menangani sekitar delapan hingga dua belas kasus setiap hari, di luar kasus kegawatdaruratan,” katanya.
Melalui jejaring pengampuan tersebut, kapasitas tenaga kesehatan di daerah diharapkan semakin meningkat sehingga layanan jantung dapat lebih merata dan masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan.
Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dr Erwin menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pemerataan layanan jantung di seluruh Indonesia melalui program pengampuan nasional.
Menurutnya, transfer ilmu dan keterampilan menjadi bagian penting untuk memastikan standar pelayanan kesehatan jantung di berbagai daerah dapat terus meningkat.
“RSUD Kudungga menjadi salah satu rumah sakit yang kami dorong untuk mengembangkan layanan jantung agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan layanan jantung ke depan akan terus diperluas melalui pembangunan fasilitas kesehatan baru serta kerja sama dengan berbagai institusi, termasuk mitra internasional.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyambut baik kerja sama pengampuan kardiovaskular tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah.
“Kita ingin masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus berobat ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Dengan kolaborasi dan inovasi, kualitas layanan kesehatan di Kutim akan terus meningkat,” katanya.
Bupati juga menilai daerah Kutim memiliki potensi besar dalam pengembangan layanan kesehatan dengan dukungan sejumlah fasilitas rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit hingga tenaga kesehatan untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
“Kolaborasi yang kuat akan menghasilkan pelayanan yang bermutu sehingga masyarakat semakin sehat dan daerah dapat berkembang lebih maju,” pungkasnya.
Sebagai informasi, peluncuran layanan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jejaring Pengampuan Kardiovaskular antara Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, unsur Forkopimda, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, jajaran rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Sumber: pusaranmedia.com







