UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU). Kegiatan yang bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan dokter spesialis dan subspesialis itu berlangsung pada Senin (15/6/2026). Bertempat di Aula THE IX, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR, hadir perwajukab RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta, RSUD Dr Iskak Tulungagung, dan RSUD Dr Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur.
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menegaskan bahwa kolaborasi ini penting guna membangun sistem kesehatan nasional. Menurutnya, sinergi tersebut adalah langkah awal untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang unggul dan melahirkan tenaga medis spesialis berkualitas.
“Dalam konteks ini, rumah sakit pendidikan dasar memiliki peran yang sangat strategis sebagai platform pendidikan klinis yang mendukung proses pembelajaran sekaligus membentuk profesionalisme peserta. Oleh karena itu, kerja sama antara universitas dan rumah sakit menjadi landasan penting untuk pencapaian program dokter spesialis dan subspesialis yang berkualitas,” ungkapnya.
Dukung Pengembangan Dokter Spesialis
Senada dengan rektor, Direktur RS Pusat Otak Nasional(RSPON), dr Adin Nulkhasanah SpS MARS memaparkan bahwa penandatangan MoU dan PKS secara simbolik tersebut menjadi upaya dalam memperkuat pendidikan dokter spesialis. Menurutnya, kerja sama dengan UNAIR membuka peluang bagi RSPON untuk menjembatani pendidikan residen. Khususnya pada bidang saraf dan neurologi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor. Selain itu, tentunya proses ini menjadi langkah awal dalam mendidik residen khususnya di bidang bedah saraf dan neurologi. Kami berharap dengan dukungan UNAIR dan rumah sakit mitra, RSPON dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” paparnya.
RSUD Dr Iskak Tulungagung dan RSUD Dr Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur turut menyatakan komitmen mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis. Namun, keduanya menilai bahwa upaya tersebut masih memerlukan proses persiapan dan penyesuaian di lingkup rumah sakit guna memenuhi kebutuhan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Direktur RSUD Dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini SpA MKes, mengungkapkan, pihaknya tengah berusaha melakukan berbagai penyesuaian kurikulum. Hal tersebut seagai upaya bertransformasi dari rumah sakit pendidikan jejaring menjadi rumah sakit pendidikan utama. Sementara itu,
Direktur RSUD Dr Saiful Anwar Dr dr Moch Bachtiar Budianto, SpB SubspOnk (K) FINACS FICS MMRS, menjelaskan bahwa rumah sakit pendidikan memiliki peran krusial dalam mencetak sumber daya tenaga kesehatan yang berkualitas sehingga diperlukan kesiapan yang memadai dalam mewujudkannya. Oleh karena itu, sejalan dengan harapan rektor, kolaborasi tersebut harapannya dapat membentuk ekosistem keunggulan bersama berupa pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Penulis: Amelia Farah P I
Editor: Yulia Rohmawati
Sumber: unair.ac.id







