Metrotvnews.com, Mataram: Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membangun rumah sakit bertaraf internasional yang terletak di Jalan Majapahit, Kekalik, dengan dana ratusan miliar rupiah.
Rumah sakit bertaraf internasional tersebut bernama Graha Ultima Medika dilengkapi dengan 77 bed (tempat tidur) yang terdiri dari Vip 16 bed, kelas satu 14 bed, kelas dua sembilan bed, kelas tiga 14 bed, ICU/NICU/PICU/HCU 16 bed dan infeksi/non infeksi delapan bed.
Direktur Rumah sakit Graha Ultima Medika Farid Amir di Mataram, Minggu, menjelaskan rumah sakit akan dilengkapi dengan berbagai spesialis seperti spesialis kandungan, anak, bedah tulang, bedah plastik, paru, mata, THT, gigi dan mulut, penyakit dalam dan spesilais jantung serta kulit.
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Graha Ultima Medika bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena derajat kesehatan masyarakat di daerah ini masih tergolong rendah.
Di samping itu, rumah sakit akan menangani berbagai penyakit oleh doter spesialis sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah atau ke luar negeri.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan berbagai kebijakan yang diterapkan seperti menggratiskan masyarakat berobat ke Puskesmas dan kini masyarakat juga gratis rawat inap di kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram.
Masyarakat Kota Mataram kini boleh bangga karena menikmati pelayanan gratis terutama untuk rawat inap kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram yang dimulai Agustus 2013.
“Sementara pelayanan berobat gratis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) sudah diberlakukan sejak tahun 2012 dan ini dilakukan guna lebih meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan gedung rawat inap kelas III tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi warga miskin, tetapi untuk semua warga Mataram kaya maupun miskin.
Penggeratisan rawat inap di kelas III secara nasional akan dimulai tahun 2014, namun Kota Mataram telah mendahului, sehingga masyarakat semakin sehat dan sejahtera.
Pembangunan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan warga Kota Mataram.
“Telah menjadi program prioritas dan utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satu indikatornya adalah peningkatan derajat kesehatan yang berusaha dicapai dengan berbagai program kesehatan,” katanya.
Program kesehatan yang dilaksanakan termasuk juga penyediaan infrastruktur, baik secara kuantitas maupun kualitas seperti pembangunan Puskesmas untuk mendekatkan pelayanan dan manajemen kesehatan kepada masyarakat.(Ant)
Sumber: metrotvnews.com

Bappeda tuntaskan Uji Kelayakan
TEMPO.CO, Jakarta – Pionir rumah sakit mata di Indonesia, Jakarta Eye Center (JEC), melanjutkan komitmennya untuk membantu peningkatan kondisi kesehatan mata di Tanah Air dengan menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis kepada masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Sabtu (8/2). Kegiatan yang dilakukan bertepatan dengan ulang tahun JEC ke-30 tahun ini menargetkan 400 penderita katarak terpilih.
Jakarta – MRCCC Siloam Hospitals Semanggi meluncurkan bangsal kanker anak yang bersahabat. Bangsal tersebut memiliki kapasitas 30 pasien dengan berbagai fasilitas yang membuat anak penderita kanker merasa nyaman dan bersahabat. Salah satu fasilitas bangsal yang terletak di lantai 31 tersebut adalah ruangan bermain yang dilengkapi berbagai mainan, buku bacaan, dan komputer.
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, bisa menjadi rumah sakit rujukan bagi warga Timor Leste karena memiliki fasilitas cukup memadai.
Banyak rumah sakit umum (RSU) di Australia yang tidak berhasil memenuhi target memperpendek masa tunggu di ruang gawat darurat (ICU serta daftar tunggu operasi yang tidak mendesak.





