Seoul, Menit.tv: Sebuah bencana tragis dengan menelan korban jiwa cukup banyak kembali terjadi. Kali ini laporan dari Korea Selatan yang menyebutkan terjadinya bencana kebakaran yang melanda sebuah rumah sakit yang dikhusukan untuk menampung pasien lanjut usia. Laporan terkini menyebutkan, setidaknya 21 korban jiwa yang terenggut oleh bencana yang pecah pada tengah malam itu.
Laporan lebih jauh menyatakan, Otoritas pemadam kebakaran Korea Selatan yang menerima laporan adanya kebakaran tersebut di provinsi Jeolla, wilayah Selatan Korea Selatan. Kebakaran dilaporkan dimulai dari lantai dua gedung rumah sakit tersebut.
Laporan terkiat menyatakan, terdapat sekitar 34 pasien dan perawat di lantai dua saat api mulai berkobar. 7 orang dikabarkan berhasil selamat setelah diungsikan, namun 28 orang yang berusia sekitar 70-an hingga 80-an tahun yang terpaksa dipindahkan ke rumah sakit lain untuk perawatan setelah menghirup asap.
Pihak berwenang mengonfirmasikan, kebakaran tersebut telah menewaskan 21 orang dan melukai 7 orang lainnya.
Hingga kini, pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran sedang menyelidiki sebab-sebab dari bencana tersebut. Otoritas Korsel juga dila[porkan sedang memeriksa apakah rumah sakit memiliki peralatan pencegahan kebakaran. Laporan lain menyebutkan, lebih dari 300 pasien berusia lanjut yang berada di rumah sakit itu.
Pemerintah Korea Selatan kali ini, nampaknya akan semakin mendapat tekanan yang berat dari warganya terkait tingkat keselamatan di negeri itu, terlebih tragedi tenggelambya kapal ferry beberapa pekan lalu yang menewaskan ratusan korban. Kritik terhadap pemerintah kini kian tajam dengan pecahnya insiden kebakaran ini.
Sumber: menit.tv

YOGYA (KRjogja.com) – PT Bank Mandiri Tbk membantu sarana kesehatan RS Bethesda Yogyakarta berupa satu unit mobil ambulance senilai Rp 227 juta, Kamis (22/5). Bantuan merupakan realisasi dari Program Bina Lingkungan perseroan.
DEPARTEMEN Kesehatan Uni Emirat Arab menyatakan, semua rumah sakit di wilayahnya telah bebas dari virus MERS atau
Banyaknya keluhan masyarakat yang menyebutkan kelangkaan obat kanker di sejumlah daerah terus menjadi masalah. Beberapa yayasan yang menangani pasien kanker bahkan menyebutkan obat kanker sering tiba-tiba menghilang dari pasaran. Menanggapi hal tersebut, Konsultan Hematologi Onkologi dari Divisi Hematologi Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Djajadiman Gatot SpA(K) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada obat yang menghilang di pasaran. Karena ia pernah menelusuri bahwa kelangkaan obat kanker dikarenakan keengganan sejumlah perusahaan farmasi memberikan obat kanker pada RS.
REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Diah Eka Rini mengatakan, tempat tidur seluruh rumah sakit di Sultra masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah peserta BPJS di daerah itu.






