JAKARTA, KOMPAS.com
Naik Status Menjadi Type C,RSUD Bateng Terima Pasien Rujukan
manajemenrumahsakit.net :: KOBA-Masyarakat Kabupaten Bangka-Tengah (Bateng) kini tak perlu repot-repot untuk berobat dan dirujuk jauh-jauh. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bateng yang sebelum bertype D kini naik tingkat bertype C.
Penetapan tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.03/I/3366/2014 tentang penetapan Kelas RSUD Bangka-Tengah. Dengan demikian, RSUD Bateng dapat menjadi rujukan bagi rumah sakit yang masih bertype D. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bateng, dr. H. Bahrun Siregar Sutrisno mengakui, naiknya type RSUD Bateng tersebut semenjak diterimanya surat dari Kementerian Keseharan RI tertanggal 23 Oktober 2014. “Jadi dengan naiknya kelas RSUD Bateng ini menjadi C, tentunya dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Bangka-Tengah. Selain itu, tentunya diharapkan dapat meningkat pula kualitas pelayanan rumah sakit yang diberikan,”ujar dr. Bahrun Jum
Wisata Ilmiah di RS Cicendo Bandung
manajemenrumahsakit.net :: Perjalanan penulis hari kedua yaitu tanggal 17 Desember 2014 dilanjutkan dengan kunjungan ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Jawa Barat. Rombongan berangkat dari hotel El Cavana Bandung pada pukul 8.45 WIB, dengan menggunakan bus menuju RS Cicendo. Sesampainya di RS Cicendo rombongan disambut oleh Direktur Utama RS Mata Cicendo Bandung, dr.Hikmat Wangsaatmadja, Sp.M (K) infeksi dan imunologi, M.Kes
Tahun 16 Januari 2009 RS Cicendo diresmikan sebagai Rumah Sakit Pusat Mata Nasional oleh almh. Ibu Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. Hal ini disebabkan karena angka kebutaan di Indonesia merupakan nomor 2 (dua) tertinggi di dunia setelah Ethiopia. Prevalensi angka kebutaan di Indonesia yg tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 4%, angka morbiditas akibat kebutaan seharusnya dibawah 1,5% dan ini merupakan suatu masalah nasional di Indonesia.
RS Mata Cicendo sebagai rumah sakit berskala internasional, melayani pelayanan di dalam dan di luar gedung rumah sakit. Pelayanan yang dilakukan antara lain poli reguler Senin – Jumat (07.00-15.00 WIB) dan poli sore Senin – Jumat (15.00-20.00 WIB). Tren penungjung yang datang antara 140.000-150.000 orang pertahun. Cicendo lasik center di RS Cicendo, dapat digunakan untuk mengurangi morbiditas akibat myopia (rabun jauh). Pembangunan kamar operasi yang dilakukan saat ini berupaya untuk meningkatkan pelayanan bedah mata yang mencapai angka 17000 kasus pertahun. Alat penunjang medis untuk pemeriksaan mata di RS Cicendo ini baik dan tergolong alat baru. Kunjungan yang terbanyak dari luar Jawa Barat sekitar 58,20%. Bandung 33, 42%. Dari luar negeri terutama berasal dari negara tetangga.
Edumata Wisata, merupakan wisata ilmiah yang ditujukan untuk anak sekolah dasar, sambil berwisata ke kota Bandung dapat dilakukan pengenalan ke RS mata Cicendo ini, karena disediakan
Rumah Sakit Siloam Kupang Fokus Layani Peserta BPJS Kesehatan
manajemenrumahsakit.net :: Kupang – Siloam Hospital terus menghadirkan fasilitas kesehatan dengan pelayanan berstandar internasional ke seluruh daerah. Kali ini Siloam Hospital hadir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi seluruh masyarakat di provinsi timur Indonesia itu.
Rumah Sakit Umum Siloam Hospital (RSUSH) Kupang adalah rumah sakit ke-19 yang telah dibangun Lippo Group dan akan menyusul peresmian yang ke-20 di Medan pada Desember 2014 ini.
Berbeda dengan lainnya, RS Siloam Kupang lebih fokus melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebagian besar atau sekitar 70 persen fasilitas layanannya diperuntukkan bagi pasien peserta JKN.
Siloam International Investasi RS di Kupang Rp350 Miliar
manajemenrumahsakit.net :: PT Siloam International Hospitals Tbk, Sabtu 20 Desember 2014 membuka RS Siloam Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai jaringan rumah sakit ke-19 dengan nilai investasi lebih dari Rp350 miliar.
Dalam peresmian kemarin, Presiden Joko Widodo hadir didampingi oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
Founder Siloam Hospitals Group, James T. Riady, mengatakan, Siloam Hospitals Kupang akan terintegrasi dengan
Pengerjaan Proyek RSUD H. M. Raba
manajemenrumahsakit.net :: Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Raba’in Muara Enim yang menelan dana miliyaran rupiah hingga sekarang masih banyak yang belum dikerjakan.
Harapan masyarakat Rumah sakit ini selesai dengan baik sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sebab kalau Rumah Sakit ini selesai, pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal dan lebih baik lagi.
Pihak RS Dibuat Bingung Aturan Aktivasi Kartu BPJS 7 Hari
manajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Aturan yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentang aktivasi kartu peserta membutuhkan waktu tujuh hari menuai kritik dari Perhimpunan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi).
Rumah Sakit Merupakan Ujung Tombak Kesehatan
manajemenrumahsakit.net :: Medan .Rumah sakit merupakan ujung tombak kesehatan bagi masyarakat Kota Medan. Karena itu harus diciptakan pelayanan yang ramah dan baik sehingga yang sakit dapat cepat sembuh.
“Jadi pelayanan kesehatan itu bukan hanya membutuhkan intelektual dari para pekerjanya, seperti perawat, bidan dan dokternya,” kata Walikota Dzulmi Eldin saat menerima audiensi Pembina Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikies) Medan Dr RE Nainggolan MM, Kamis (11/12) lalu di rumah dinas Walikota Medan. Turut hadir dalam acara itu, Ketua Yayasan Stikes Medan Fransiska Riati Nova Simbolon SST, Pembina L boru Manullang SKM MM, Monang Sinaga dan Kristen Tumpal Hamonangan Siahaan.
Untuk itu, Dzulmi Eldin berharap Stikes Medan dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan bagi masyarakat kota Medan. “Bagi para mahasiswa/i Stikes ke depan perlu diberikan pelatihan dan pendidikan yang baik. Sehingga jika sudah terjun di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima. Sebab sehat itu mahal dan itu merupakan investasi yang sangat berharga bagi kita, khususnya bagi anak-anak kita ke depan karena mereka akan menjadi generasi penerus bangsa ini kelak,” paparnya.
Dia juga menyampaikan para lulusan Stikes ke depan bisa menjadi kader-kader kesehatan yang dapat mengkampanyekan kalau kesehatan itu mahal. “Kalau kita sakit berarti ini akan menjadi beban keluarga dan uang pasti ke luar jika sudah sakit. Makanya kita berharap lulusan Stikes Medan dapat mengubah perilaku gaya hidup dan kebiasaan masyarakat yang tidak memperdulikan kesehatan di Kota Medan,” paparnya.
Dr RE Nainggolan MM sebagai penasehat Stikes Medan menyampaikan, dirinya akan mendorong pihak Stikes Medan agar mampu mendidik para mahasiswanya lebih giat belajar dan disiplin. Juga harus mempu mengikuti perkembangan pelayanan kesehatan yang lebih modren.
“Jika sudah lulus, Stikes Medan bisa menjadi pelopor kesehatan di Kota Medan nantinya. Sebab untuk membangun Kota Medan yang lebih baik ke depan, harus dimulai dulu membangun kesehatan warganya. Dengan begitu, msyarakat akan turut dan mampu membangun Kota Medan lebih baik ke depannya,” paparnya.
Sedangkan Pembina L boru Manullang dalam kesempatan itu memohon dukungan dan kehadiran Walikota Medan untuk hadir dalam peresmian Kampus Stikes Medan, yang akan digelar Senin (22/12) di Jalan Jamin Ginting Medan.
(mulyadi hutahaean)
Sumber: medanbisnisdaily.com

manajemenrumahsakit.net :: KUDUS 





