Payakumbuh, Padek
Besarnya Uang di BPJS Buat RS Swasta Ikut Program JKN
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Walaupun saat ini jumlah rumah sakit swasta yang mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sedikit diyakini kondisinya akan berubah di masa yang akan datang.
“Mau tidak mau mereka akan ikut. Mengapa? Karena uang yang tersimpan pada BPJS sangat besar,” kata Drg Yaslis Illyas MPH HIA MHP AAK, CEO Yaslis Institute saat bertandang ke kantor Tribunnews, Rabu (2/4/2014).
Terkait dengan rendahnya uang yang akan diperoleh dari BPJS, Yaslis menyakini
RS Internasional Siloam Tetap Dibangun Tahun Ini
Ambon – Berita Maluku. Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan pembangunan rumah sakit berstandar internasional Siloam di Ambon tetap dibangun tahun ini dan ditargetkan mulai pada April 2014.
“Sesuai rencana, pencanangan tiang pembangunan RS Siloam di kawasan Tantui Ambon akan dimulai April 2014,” katanya di Ambon, Rabu (2/4/2014).
Menurut dia, rumah sakit yang dibangun oleh grup Lippo tersebut prosesnya akan dimulai dengan reklamasi pantai seluas satu hektar, karena kawasan tersebut merupakan kawasan pantai yang dangkal.
“Rekomendasi yang diberikan Pemkot proses reklamasi pantai seluas satu hektar. Kami optimis tahap awal berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditetapkan,” katanya.
Richard menjelaskan, surat izin mendirikan bangunan (IMB) untuk RS Siloam sudah dikeluarkan dan pembayaran retribusinya juga telah diselesaikan.
“Demikian juga kewajiban menyelesaikan dokumen Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL),” katanya.
Ia mengatakan pembangunan RS tersebut akan berdampak pada peningkatan roda perekonomian di Ambon, karena akan menyerap tenaga kerja baru.
Kehadiran RS ini, lanjutnya, diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Ke depan warga Ambon tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan kesehatan ke luar daerah karena kota ini telah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai,” katanya.
Richard juga menyatakan RS Siloam kelak akan menjadi rujukan bagi warga di kawasan Indonesia timur.
Public Relation Grup Lippo, Andy Manuhuttu, mengatakan, pembangunan rumah sakit berstandar internasional itu dijadwalkan rampung pembangunannya pada Februari atau Maret 2015.
Kontraktor pelaksana yakni PT. Karya Unggulan Gemilang telah melakukan pengujian geologi karena mempertimbangkan Pulau Ambon termasuk daerah rawan gempa dan ternyata tekstur tanahnya menjamin untuk bangunan rumah sakit tersebut.
“Lokasinya juga telah didesain untuk mengantisipasi ancaman banjir maupun terpaan gelombang tinggi saat angin kencang,” katanya. (ant/bm 10)
Sumber: berita-maluku.com
Kaltim Bangun RS Pratama dan Kembangkan Puskemas Plus
Tingkatkan Derajat dan Mutu Kesehatan Masyarakat
SAMARINDA
Terkait Pemindahan RSUD Haulussy ke RSUP, Bappenas Tinjau Lokasi Pembangunan
Ambon, Tribun-Maluku.com : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Salsiah Alisjahbana meninjau lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum dan Pendidikan (RSUP) yang berada di dalam komplek Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon, Selasa (1/4).
“Rumah sakit (RS) ini memang diperlukan untuk membantu Fakultas Kedokteran Unpatti dan juga untuk relokasi rumah sakit umum daerah (RSUD) di sini,” kata Armida Salsiah Alisjahbana.
Armida mengatakan, pihaknya sedang merencanakan pengusulan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memindahkan RSUD dr Haulussy yang berada di kawasan Kudamati, Kelurahan Benteng ke RSUP.
“Usulan relokasi RSUD kepada Kemenkes sudah direncanakan, dipastikan harus masuk dan nanti disinkronisasi, mudah-mudahan bisa terakomodasi, tetapi ini mungkin tidak bisa selesai dalam satu tahun,” katanya.
Terkait lokasi RSUD Maluku yang berada di dalam komplek Fakultas Kedokteran Unpatti, Armida menjelaskan, pembangunan RS untuk Maluku memang direncanakan berada di dalam areal perguruan tinggi negeri tersebut guna menunjang aktivitas pendidikan di sana, khususnya Fak Kedokteran.
“RSU ini sudah dalam rencana berada di komplek Fak Kedok yang sarana prasarananya sedang dibangun dan dalam waktu dekat sudah selesai,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unpatti Tommy Pentury mengatakan, dengan adanya RSUD di areal kampus, selain dapat difungsikan sebagai penunjang pendidikan di universitasnya, pihaknya juga bisa turut serta dalam pengembangan pelayanan kesehatan di RS tersebut.
“Karena arealnya berada di kampus jadi kita bisa sama-sama mengembangkanya, relokasi sekaligus untuk kebutuhan untuk pendidikan, para lulusan Fak Kedok selain nantinya menjadi dosen juga akan membantu pelayanan kesehatan di situ,” katanya.
Dia menambahkan, Kepala Bapennas telah berjanji untuk membantu pengusulan kepada Kemenkes dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk penyediaan fasilitas di RSUP.
“Tadi saya sudah sampaikan kepada Ibu Armida kalau bisa usulan kepada kedua kementerian itu dapat dibantu dan beliau mengiyakannya,” katanya.
Lebih lanjut Tommy mengatakan, pembangunan fisik Fak Kedok yang telah dilakukan sejak tahun 2011 telah memasuki tahap keempat dan akan segera selesai.
“Kami sedang menyelesaikan pembangunan bangunan fisik Fakkedok, tahun ini kami memasuki tahap keempat, berikutnya kami akan mengusulkan fasilitas untuk RSUP yang dibiayai oleh Kemenkes, kemungkinan akan ada dua sumber dana, dari Kemenkes dan kemendikbud,” ucapnya. (ant/tm)
Sumber: tribun-maluku.com
36 RS Rekanan Pemkot Tangerang Dievaluasi
Banten Hits.com – Dinas Kesehatan Kota Tangerang akan segera mengumumkan hasil evaluasi terhadap rumah sakit yang selama ini ikut dalam kerjasama program kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Tangerang.
” Minggu kedua evaluasinya, saat ini kami masih mengerahkan tim kelapangan untuk mendapatkan data-data,” kata Kadinkes Kota Tangerang, Roestiwi, Selasa (1/4/2014).
Dikatakan Rostiwi ada 36 rumah sakit yang masuk program kerjasama yang dievaluasi, 30 diantaranya berdomisili di Tangerang dan 6 diantaranya diluar Jakarta.
Enam yang ada di luar Kota Tangerang diantaranya kata Roestiwi diantaranya. Rs Cengkareng, RSCM, Rs Harkit, RS Fatmawati dan Rs Siloam.
” Hasil evaluasi akan diketahui, mana rumah sakit yang akan terus diikut sertakan dalam program kesehatan gratis bagi warga kota Tangerang mana yang dihentikan, salah satu indikatornya yang akan dihentikan adalah rumah sakit yang kerap mendapatkan komplain dari masyarakat,” tegasnya.
Untuk diketahui, evaluasi dilakukan setelah Kota Tangerang memiliki rumah sakit sendiri yang belum lama ini diresmikan. RSUD Tanpa Kelas Kota Tangerang ini direncanakan dapat menerima 300 pasien rawat inap dan tanpa dikenakan biaya.
Akan tetapi hingga saat ini RSUD belum beroperasi dengan maksimal, dari 300 tempat tidur baru 60 yang dioperasikan dan Pemkot Tangerang sudah berencana akan mengevaluasi rumah sakit rekanan. (Riani)
Sumber: bantenhits.com
Kerap dikomplain, kerjasama RS akan disetop
Sindonews.com – Untuk mengetahui keberhasilan program kesehatan gratis yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang, Dinas Kesehatan melakukan evaluasi terhadap enam rumah sakit.
Jika terdapat banyak komplain dari masyarakat, Dinkes Kota Tangerang akan menyetop kerjasama tersebut.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, Roestiwi mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengerahkan petugas ke lapangan. Sedangkan evaluasi akan dilakukan pada pekan kedua April 2014 ini.
Dikatakannya, ada 36 rumah sakit yang masuk program kerjasama yang dievaluasi, 30 diantaranya berdomisili di Tangerang dan enam diantaranya di luar Jakarta.
Enam yang ada di luar Kota Tangerang, diantaranya Rs Cengkareng, RSCM, RS Harapan Kita, RS Fatmawati, dan RS Siloam.
“Hasil evaluasi akan diketahui, mana rumah sakit yang akan terus diikut sertakan dalam program kesehatan gratis,” terangnya kepada wartawan, Selasa (2/4/2014).
Kerjasama akan dihentikan, lanjutnya, dengan indikator jika rumah sakit tersebut yang kerap mendapatkan komplain dari masyarakat.
Untuk diketahui, evaluasi dilakukan setelah Kota Tangerang memiliki rumah sakit sendiri yang belum lama ini diresmikan. RSUD Tanpa Kelas Kota Tangerang ini direncanakan dapat menerima 300 pasien rawat inap dan tanpa dikenakan biaya.
Akan tetapi hingga saat ini RSUD belum beroperasi dengan maksimal, dari 300 tempat tidur baru 60 yang dioperasikan dan Pemkot Tangerang sudah berencana akan mengevaluasi rumah sakit rekanan. (ysw)
Sumber: sindonews.com
RS Bogor Keluarkan Batu 2 Kg
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Dokter Rumah Sakit PMI Bogor, Jawa Barat berhasil mengeluarkan batu kandung kemih seberat 2 kilogram dari penderita kandung kemih Odih (48) setelah menjalani operasi di rumah sakit tersebut.
Menurut dr Laura Sitanggung Mapendri, S.Po, di Bogor, Rabu mengatakan kasus batu kandung kemih seberat 2 kg merupakan kasus yang jarang pernah terjadi didunia maupun di Indonesia. “Ini tergolong langka, karena ukuran batu kemihnya cukup besar seberat 2 kg,” ujarnya.
Dokter Laura menjelaskan pasien datang ke rumah sakit PMI dalam kondisi sudah kesakitan karena tidak bisa kencing lagi. Pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan secara fisik, mendiagnosa keluhan dan mengambil foto sehingga diketahui ada batu yang tersimpan di saluran kemih Odih.
Ia mengatakan keluahan sakit saat kecing sudah dirasakan oleh Odih sejak ia duduk di Sekolah Dasar (SD) atau sekitar 38 tahun yang lalu. “Karena faktor pendidikan, serta sosial ekonomi sehingga yang bersangkutan tidak pernah berobat. Sehingga ukuran batu yang ada di saluran kemih terus membesar seiring berjalannya waktu,” ujar Laura.
Selain faktor tersebut lanjut Laura pasien juga memiliki kebiasaan buruk seperti jarang minum, makan segala jenis makanan yang kurang sehat, serta kebiasaan menahan kencing. Kebiasaan buruk inilah yang membuat ukuran batu di saluran kemihnya terus membesar hingga seberat 2 kg, dan batu tersebut sudah ada selama 38 tahun di tubuh Odih.
Menurut dr Laura, peristiwa batu saluran kemih sebesar 2 kg jarang dan sulit ditemukan di dunia dengan persentasi 0,1 persen kasus ditemukan di Afrika. Hal ini dikarenakan pola masyarakat internasional yang selalu melakukan pemeriksaan kesehatan. Sehingga bisa dideteksi sejak dini.
Namun, lanjut Laura, dalam jurnal internasional yang dipelajarinya, nama Bogor disebutkan dalam literatur jurnal karena pernah ditemukan kasus serupa namun dengan ukuran lebih kecil dari saat ini.
“Dari hasil penelitian yang saya baca juga disebutkan ada beberapa wilayah yang kualitas airnya mengandung zat kapur cukup tinggi seperti Citereup. Unsur kapur sangat banyak disana sehingga tidak baik bagi kesehatan,” ujarnya.
Penyakit batu kadung kemih dapat dicegah, selain melalui pemeriksaan secara rutin, juga menghindari prilaku kurang minum, menjaga pola makan dan menahan kencing.
“Ini diambil pelajaran untuk kita, setiap orang membutuhkan cairan dalam tubuhnya, cukupilah apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Minum minila 12 gelas perhari, dan jangan suka menahan kencing. Cek pola makan, hindari yang mengandung kalsium dan oksalat, minimal dikurangi,” ujarnya.
dr Laura menambahkan, selama 17 tahun menjadi dokter ia baru menemukan pasien dengan ukuran batu kadung kemih seberat 2 kg. Sebelumnya ia pernah melakukan operasi batu ginjal saat bertugas di RS Fatmawati namun ukurannya lebih kecil dari temuan saat ini.
Sumber: republika.co.id
Akibat JKN, Rumah Sakit Bisa Gulung Tikar
HTI Press. Ahad (30/3), HTI DPD-II kota Batam menyelenggarakan Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) di Aula DisPora (KANPORA) kota Batam. Acara yang di gelar di akhir pekan bulan maret ini pun bertemakan
11 Tahun RSUD Panembahan Senopati Tingkatkan Mutu Layanan
Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Kabupaten Bantul ke-11 yang jatuh pada Sabtu (29/3) dihadiri oleh Bupati Sri Surya Widhati. Pada kesempatan ini pula, Bupati meresmikan Panembahan Senopati sebagai RS Ramah Anak dan juga peresmian pencanangan gerakan Sapa Ramah karyawan dan karyawati RS.Dalam sambutannya, Ida, sapaan akrab Bupati sangat mengapresiasi pencanangan dua program baru tersebut. Dengan diresmikannya “Rumah Sakit Ramah Anak” menurut Ida, RSUD Panembahan Senopati turut mendukung program Kabupaten Bantul sebagai kabupaten layak anak.
Selain itu, gerakan Sapa Ramah juga diharapkan dapat semakin meningkatkan mutu pelayanan RSUD bagi pasien. “Saya berharap agar RSUD Panembahan Senopati menunjukkan komitmen yang nyata untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas asuhan, memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senatiasa mengurangi resiko bagi para pasien dan stafnya,” kata Ida, Sabtu (29/3).
Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mendukung RSUD Panembahan Senopati sebagai RS Ramah Anak, pihak RS telah menyiapkan ruang bermain dan sebuah perpustakaan di bangsal Anggrek yang merupakan bangsal khusus anak-anak. Untuk koleksi bukunya, pihak RS telah bekerja sama dengan Perustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Bantul.
Dr I Wayan Sudana, Direktur RSUD Panembahan Senopati menjelaskan, rumah sakit ramah anak ini bertujuan agar anak-anak dapat memperoleh pelayanan yang menyenangkan bagi mereka. Ruang bermain dan juga perpustakaan diharapkan dapat menghilangkan rasa jenuh anak saat dirawat di RS.
Ia menambahkan, kunjungan pasien ke Panembahan Senopati sepanjang tahun 2013 juga meningkat dibanding sebelumnya. Pasien rawat jalan mengalami kenaikan sekitar delapan persen dan rawat inap meningkat 14 persen dari tahun 2012.
Sedangkan kunjungan perhari rata-rata 679 orang atau
meningkat 9,5% dari tahun sebelumnya. Adapun jenis layanan Panembahan Senopati meliputi 18 poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), penunjang medik dan non medik, serta rawat inap sebanyak 300 tempat tidur.
“Tahun 2013 kami juga melakukan pembangunan secara fisik seperti pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), gedung poliklinik, serta doorloop. Tahun ini kami akan menambah gedung rawat inap dua lantai dan penyelesaian gedung ponek sehingga kami berharap tahun 2015 siap untuk pengembangan pelayanan rawat inap bedah dan kamar operasi,” kata dr Wayan.
Beberapa hal yang dilakukan tersebut merupakan upaya Panembahan Senopati untuk persiapan menuju akreditasi RS versi 2012 yang akan dilaksanakan tahun ini. Akreditasi RS versi 2012 memiliki tiga poin penting yaitu penurunan angka kematian bayi dan peningkatan kesehatan ibu, penurunan angka kesakitan HIV/Aids, serta penurunan angka kesakitan TB.
Sumber: humas.polri.go.id
Awasi RS Nakal Penolak Pasien BPJS
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Banyaknya laporan dan pengaduan keluarga pasien program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, membuat Pemerintah Kota (pemkot) terpaksa mengawasi rumah sakit (RS)







