KOMPAS.com – Sebagai antisipasi merebaknya penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) di tanah air, di sejumlah daerah, rumah sakit-rumah sakit rujukan menyiapkan ruang isolasi dan tim dokter.
KOMPAS.com – Sebagai antisipasi merebaknya penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) di tanah air, di sejumlah daerah, rumah sakit-rumah sakit rujukan menyiapkan ruang isolasi dan tim dokter.

MedanBisnis – Jakarta. Pihak berwenang kini menyelidiki empat operasi yang dijalankan seorang dokter lulusan Spanyol di RS Rockhampton, Queensland, Australia, sementara dokter tersebut telah diberhentikan.
Pasien terakhir yang jadi korban operasi dokter tersebut, harus merelakan ginjalnya yang tidak sakit. Entah mengapa, dokter ini bukannya mengangkat ginjal kiri yang sakit, malah membuang ginjal kanan pasien yang masih berfungsi.
Sebagai akibat dari kesalahan itu, Direktur Layanan Medis serta Direktur Operasi RS itu juga telah diberhentikan.
Menurut Depkes Queensland, dokter itu memiliki keahlian sebagai urologist, dan mendapat pendidikan di Spanyol. Ia melanjutkan pendidikan di Australia selama dua tahun sebelum akhirnya memiliki kualifikasi sebagai dokter praktek tahun 2011.
Dokter ini juga sekaligus merupakan dokter keliling yang bekerja di RS swasta dan RS pemerintah.
Pihak Depkes setempat menyatakan kini menyelidiki tiga operasi lainnya yang pernah dilakukan dokter yang tak disebutkan namanya itu.
Menurut Charles Ware dari Depkes, salah satu kasus menunjukkan pasien harus dilarikan ke RS lain di Brisbane karena mengalami pendarahan parah usai dioperasi oleh dokter itu.
Menteri Kesehatan Queensland Lawrence Springborg membenarkan, pemerintah kini menyelidiki kasus lainnya yang melibatkan dokter tersebut.
“Dokter bedah ini seharusnya mengangkat ginjal sebelah kiri yang sakit, tapi kenyataannya dia mengangkat ginjal kanan dari pasien,” katanya. (dtc)
Sumber: medanbisnisdaily.com
BANGKAPOS.COM, BANGKA –– Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat (RSMS) menyelenggarakan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke- IX sekaligus peresmian gedung VIP Rumah Sakit Medika Stania dan Balai Rumah Bersalin Belinyu.
Peresmian ruang VIP dan Balai Rumah Bersalin di Belinyu ini diresmikan langsung oleh Direktur Utama PT Timah Tbk Sukrisno didampingi Wakil Bupati
Denpasar (Antara Bali) – Anggota DPRD Bali Wayan Tagel Arjana mendorong pemerintah provinsi setempat untuk kembali mengajukan anggaran rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional.
“Pemerintah Provinsi Bali harus memiliki rumah sakit internasional sebab Pulau Dewata merupakan tujuan wisata dunia,” katanya di Denpasar, Selasa.
Ia berharap dengan rencana pembangunan rumah sakit umum bertaraf internasional itu kunjungan akan terus meningkat. Sembari melakukan `check up` misalnya, pasien juga berwisata. Namun juga menyediakan untuk keperluan masyarakat Bali dalam upaya mendukung Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).
“Saya berharap dengan dibangunnya fasilitas rumah sakit bertaraf internasional, masyarakat umum yang menggunakan kartu JKBM juga bisa terlayani, sehingga dana yang dialokasikan untuk JKBM itu kembali kepada kas daerah,” ujarnya.
Tagel Arjana mengemukakan bahwa kalau dari perencanaan rumah sakit sudah sempat dibahas dan dianggarkan dalam APBD Bali. Namun karena perlu kajian dan gambar detail pembangunan sehingga sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya.
Rencananya bangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut berada di kawasan Sanur, Kota Denpasar, dengan menggunakan lahan aset Provinsi Bali.
Menurut Tagel Arjana, masyarakat Bali sangat mengharapkan dibangunnya rumah sakit internasional itu, tetapi juga membangun fasilitas pada kelas menengah ke bawah atau yang menggunakan kartu JKBM. (ADT)
Sumber: antarabali.com
Bali – Kendati program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berjalan, layanan kesehatan gratis yang dinaungi Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) akan tetap dijalankan.
MedanBisnis – Medan. Musim haji yang semakin dekat dan jamaah umrah yang terus berangkat ke Arab Saudi membuat Indonesia rentan penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik pun bersiap menerima pasien-pasien MERS. Dokter spesialis paru di RSUP Haji Adam Malik Prof Luhur Soeroso menyatakan, pihak rumah sakit sudah bersiap menghadapi kemungkinan situasi tersebut. Ruangan untuk perawatan para pasien yang diduga atau suspect MERS juga sudah disiapkan.
“Ruangan flu burung dulu, itu tempat ruang rawat mereka (nanti),” kata Soeroso kepada wartawan di RSUP Haji Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Medan, Selasa (6/5) siang.
Disebutkan Soeroso, peluang untuk terjangkit virus MERS sangat besar bagi orang yang datang ke Arab Saudi, negara yang menjadi sumber penyebaran virus MERS. Musim haji yang semakin dekat dan banyaknya jamaah umrah yang setiap minggu ke Arab Saudi, termasuk dari Sumut, memperbesar peluang menyebarnya virus itu Sumut.
RSUP Haji Adam Malik sudah berpengalaman menangani pasien pengidap virus H5N1 atau flu burung beberapa tahun silam. Bahkan ada pasien asal Kabupaten Karo yang berhasil disembuhkan. Pasien-pasien itu ditangani di ruangan khusus di rumah sakit tersebut. Ruangan itulah yang akan dipergunakan nanti, yakni Gedung Rawat Infeksius.
“Gejala MERS dan flu burung hampir sama, tapi nanti setelah diperiksa baru diketahui apakah MERS atau bukan,” kata Soeroso.
Dikatakannya, kebanyakan korban yang terkena MERS adalah orang yang berusia 50 tahun ke atas, namun ada juga kasus wanita hamil yang terinfeksi. Selain itu mereka yang menderita diabetes, atau penyakit paru kronis, semakin rentan terjangkit virus itu.
Sebelumnya seorang warga Medan yang baru usai melaksanakan umrah berinisial KHS (64) meninggal dunia saat dirawat di RSUP Haji Adam Malik, Minggu (4/5). Dia mengalami gejala mirip MERS tetapi tidak sempat dipastikan karena pihak keluarga tidak mengizinkan dilakukan pengambilan sampel atau swap.
Saat ini RSUP Haji Adam Malik juga tengah merawat seorang suspect MERS, yakni SHN (50) perempuan asal Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Dia diketahui melaksanakan umrah dan tiba di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, pada (2/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah mendapat perawatan awal, dia kemudian dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik dan kini ditempatkan di Gedung Rawat Infeksius.(dtc)
Sumber: medanbisnisdaily.com