manajemenrumahsakit.net :: Surabaya,
Tak Profesional, Rumah Sakit Berurusan Dengan DPRD Kota Palembang
manajemenrumahsakit.net :: Pengaduan masyarakat dan ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit (RS) membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang akan melakukan peninjauan ke lapangan.
Anggota DPRD Kota Palembang Aldestar mengatakan, pihaknya akan melakukan peninjauan langsung terhadap RS yang dianggap tidak profesional dalam memberikan pelayanan.
“Masalah kesehatan ini merupakan aspek terpenting selain pendidikan. Karena itu kita ingin meninjau laporan masyarakat terhadap profesionalitas RS,” katanya kepada
RSUD Amurang Segera Miliki Lab Hematologi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), direncanakan tahun ini segera miliki lab hematologi. Pengadaan lab ini sudah dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2015.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Amurang, dr. Erwin Schouten menjelaskan pihaknya saat ini memang sangat membutuhkan lab hematologi. Hal ini untuk membantu kinerja paramedis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Sudah dianggarkan, dalam waktu dekat RSUD Amurang segera miliki Lab Hematologi. Ini komitmen Bupati,” jelas Schouten, saat berbincang dengan manadoexpress.co, Minggu (8/2).
Schouten melanjutkan, pengadaan lab hematologi menjadi sangat perlu karena sejak beroperasi, RSUD Amurang belum memiliki alat ini.
“Ini menjadi sangat penting karena dengan adanya lab ini dapat membantu dalam pemeriksaan darah dasar terhadap pasien yang dirawat,” jelas mantan Kepala Puskesmas Amurang Timur ini.
Dia mengungkapkan, setiap rumah sakit wajib memiliki lab hematologi, karena fungsi lab ini sangat penting dalam dunia kesehatan.
“Selama ini kita melakukan pemeriksaan darah di rumah sakit lain. Dengan adanya pengadaan ini, pelayanan di RSUD Amurang
Rumah Sakit Balangan Menjadi Badan Layanan Umum
manajemenrumahsakit.net :: Paringin, (Antaranews Kalsel) – Bupati Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Sefek Effendie meresmikan pelaksanaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang semula berstatus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balangan.
Menurut Sefek di Paringin, Senin, perubahan nama dari rumah sakit umum daerah menjadi badan layanan umum daerah sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan.
“Perubahan nama menjadi badan layanan umum daerah ini bertujuan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta kepastian pendapatan bagi daerah untuk pembangunan,” katanya.
Sefek mengungkapkan, demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga, sejak menjadi pejabat Bupati di Balangan pada tahun 2004, peningkatan kesehatan menjadi fokus utamanya.
“Sejak masih menjabat sebagai Bupati Balangan, pelayanan kesehatan warga menjadi fokus utama saya dan selalu ada dalam pikiran untuk menyediakan tempat serta kelengkapan bagi pelayanan kesehatan warga Balangan,” ungkapnya.
Sefek menambahkan, saat ini demi meningkatkan layanan Rumah Sakit yang sudah menjadi BLUD, Rumah Sakit Balangan sudah memiliki banyak Dokter spesialis demi peningkatan pelayanan kesehatan.
“Satu orang dokter anastesi, dua dokter spesialis anak, satu dokter kebidanan, satu dokter penyakit dalam, satu dokter bedah, satu dokter spesialis mata, dan satu orang spesialis pathology tehnik,” tambahnya.
Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan Eddy Karim mengatakan, beroperasinya Badan Layanan Umum Daerah merupakan capaian peningkatan Pemerintah Daerah serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam pelayanan kesehatan.
Karim membeberkan, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah di Kalimantan Selatan sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah, ini merupakan pencapaian yang sangat bagus sementara di Provinsi lain masih banyak yang belum berstatus BLUD.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Balangan Dr Sudirman mengungkapkan, Rumah Sakit Umum Daerah Balangan mulai beroperasi pada 9 Februari 2009 dan pada tanggal 9 Pebruari ini berusia enam tahun.
Sudirman mengungkapkan, pelayanan dan kemampuan medis di Rumah sakit Balangan sudah sejajar dengan Rumah Sakit di Kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan, dengan jumlah tenaga medis yang mencukupi.
Tahun 2013 kata Sudirman, Rumah Sakit Umum Daerah Balangan mendapat predikat rumah sakit tipe C, yang secara spontan bisa melakukan pelayanan kesehatan, rujukan dan lain sebagainya.
“Dengan mendapat predikat Rumah Sakit tipe C pada tahun 2013 yang lalu, kami terus berusaha meningkatkan pelayanan dan terus berusaha mencapai predikat di atas C agar pelayanan kesehatan terus meningkat dan lebih baik,” ujarnya.
Hingga saat ini beber Sudirman, Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD) Balangan sudah memiliki tenaga strategis di bidang pelayanan kesehatan, dan mampu melaksanakan berbagai tindakan medis bagi pasien.
Sudirman menambahkan sejak awal Januari 2015 pelaksanaan BLUD sudah dilaksanakan, dengan konteks pengelolaan anggaran dari pendapatan Rumah Sakit bisa di jadikan pendapatan daerah untuk pembangunan.
Peresmian BLUD di halaman RSUD Balangan oleh Bupati setempat H Sefek Effendie didampingi Direktur RSUD/BLUD Drg Sudirman dan Kepala BPKP Eddy Karim.
Acara peresmian Badan Layanan Umum Daerah dihadiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Balangan, Kepala BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Eddy Karim, Sekdakab Balangan Ruskariadi, Forum Komunikasi Pemerintah Daerah, Kejaksaan negeri, dan Ketua MUI H M Yusuf.
Sumber: antaranews.com
RSUD Sampang Rawat 282 Pasien DBD
manajemenrumahsakit.net – Rumah Sakit Umum Daerah /RSUD Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga kini merawat sebanyak 282 pasien penderita demam berdarah dengue /DBD.
“Jumlah pasien penderita DBD yang dirawat di RSUD Sampang ini mulai Januari hingga tanggal 7 Februari hari ini,” kata Humas RSUD Sampang dr Yuliono di Sampang, Sabtu 7 Februari 2015.
Perinciannya, pada Januari panderita DBD yang dirujuk ke RSUD Sampang sebanyak 248 orang, sedang pada Februari hingga tanggal 7 ini, sebanyak 34 orang.
Dari jumlah total sebanyak 282 orang itu, sebanyak dua orang di antaranya meninggal usia. Korban masih berusia 7 dan 8 tahun.
“Pasien yang meninggal dunia itu karena terlambat dirujuk ke rumah sakit, dan saat dirujuk kondisinya sudah sangat parah,” kata Yuliono menjelaskan.
Kepala Dinas Kesehatan /Dinkes Sampang Firman Pria Abadi menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan banyaknya penderita penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti itu.
Antara lain, pemberantasan sarang nyamuk dengan meminta warga melakukan “3M” yaitu menguras air di kamar mandi secara rutin, mengubur sampah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta membersihkan saluran air yang tersumbat, sehingga tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kami juga membagikan abate secara gratis kepada warga yang membutuhkannya,” kata Firman.
Selain itu, Dinkes juga melakukan pengasapan ke sejumlah lokasi yang warganya menderita DBD. “Hingga saat ini, pengasapan telah kami lakukan di tujuh kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Sampang ini,” terang Firman.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini lebih lanjut menjelaskan, Dinkes juga telah berkoordinasi dengan semua pihak, baik dengan tokoh masyarakat dan tokoh ulama agar ikut berperan serta menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.
“Lingkungan yang bersih, saluran air yang lancar, serta pola pembuangan sampah yang teratur, akan sangat memengaruhi bagi berkembangbiaknya nyamuk,” kata Firman. Sp/mwp
Sumber: pustakalewi.net
Edisi Minggu ini: 10 – 16 Februari 2015
|
Dear Pengunjung Website, Gang Nathan Dong |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
KANKER MENGINTAI, WASPADALAH! | ||
Dua Rumah Sakit Besar Di Surabaya Di Duga Tampung Alkes Ilegal
manajemenrumahsakit.net :: SURABAYA, PT. Nitra yang bergerak dibidang perdagangan farmasi, berstatus sebagai distributor, beralamat Jl. Percetakan Negara V/10 Jakarta. Tetapi salah satu jenis alat kesehatan tersebut diduga tidak memiliki ijin edar karena produk tersebut import dari jepang masuk ke indonesia tanpa perubahan ijin merk ataupun hak paten.
Sepesifikasi alat kesehatan VP. SHUNT FUJI SET, bentuk alat kesehatan tersebut kecil seperti jarum dan selang yang ditanamkan pada kepala manusia lewat operasi dengan bor medis,untuk mengeluarkan kelebihan cairan pada kepala pasien,yang termasuk alat kesehatan golongan steril.
Awak media zonadinamika mendapat penjelasan dari Narasumber yang namanya enggan di cantumkan mengatakan
Cegah Bahaya Kebakaran, Karyawan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Ikuti Pelatihan Hospital Disaster Plan
Bencana merupakan hal yang merugikan, tidak terduga dan tidak diharapkan. Rumah Sakit wajib menjamin keamanan dan keselamatan pasien, pengunjung, dan karyawan terhadap segala bencana. Rumah sakit juga harus mempunyai sistem kewaspadaan terhadap bencana sehingga bencana dapat dicegah ataupun dapat menghadapi bencana dengan baik sehingga tidak menambah korban manusia dan material.
Bencana kebakaran adalah salah satu yang dapat terjadi di lingkungan rumah sakit. Oleh karena itu, pada selasa pagi, 3 Februari 2015, Tim Mutu & Tim K3 RS bersama Diklat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan Pelatihan “Hospital Disaster Plan dan Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran”. Pelatihan ini dibagi menjadi 2 tahap, yakni tahap pertama adalah teori di kelas, pengenalan terhadap alat APAR (Alat Pemadam Api Ringan), cara penggunaan dan teori penanganan saat terjadi kebakaran. Selanjutnya, dilakukan tahap kedua dimana para peserta diajak untuk praktek langsung cara pemadaman api di halaman belakang RS PKU Muhammadiyah Unit II, mulai dari praktek pemadaman tradisional, prakter pemadaman menggunakan APAR, hingga praktek pemadaman menggunakan hydran. Pada saat praktek,

Performing Well in Financial Management and Quality of Care: Evidence from Hospital Process Measures for Treatment of Cardiovascular Disease






