| Edisi Minggu ke 12: Selasa 19 Maret 2019
The National Health Service (NHS) at 70: Bevan’s Double-Edged Legacy
Artikel ini menganalisis pencapaian dan masalah yang berasal dari model Nye Bevan tentang sistem pelayanan kesehatan nasional yang didanai pajak, dengan asumsi bahwa hanya keadilan yang dapat dicapai. Bukti menunjukkan bahwa memang Layanan Kesehatan Nasional (NHS) memberi nilai tinggi pada ekuitas, sehingga membenarkan visi Bevan. Harga yang dibayarkan adalah bahwa krisis fiskal adalah norma bagi NHS, dengan sentralisasi yang semakin ketat, regulasi yang intensif, dan kinerja manajemen. Reorganisasi yang berurutan merupakan upaya untuk menyamakan lingkaran – untuk menggabungkan kekuatan model Bevan dan orang – orang dari sistem yang kurang hierarkis – tetapi sejauh ini gagal memberikan dan dapat diharapkan untuk terus berlanjut. Blended Learning Pelatihan Implementasi Renstra Rumah Sakit (Sistem Penerjemahan, Penjabaran, dan Pelaksanaan Renstra Rumah Sakit) Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai implementasi renstra rumah sakit para pengelola RS, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (PKMK FK-KMK UGM) akan menyelenggarakan Blended Learning Pelatihan Implementasi Renstra Rumah Sakit (Sistem Penerjemahan, Penjabaran, dan Pelaksanaan Renstra Rumah Sakit). Pelatihan dimulai pada bulan April sampai dengan Agustus 2019 (1 sesi webinar per 2 minggu) |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Hari Ginjal Sedunia 2019 | ||
Peringati Hari Ginjal Dunia, RSUD Trenggalek Gelar Talk Show
TRENGGALEK – Dalam rangka memperingati hari ginjal sedunia yang jatuh pada Minggu kedua di bulan Maret ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Trenggalek menggelar talk show di pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis (14/3).
Tema yang diangkat dalam talk show kali ini adalah edukasi pola hidup sehat untuk menghindari penyakit gagal ginjal.
Direktur RSUD Trenggalek dr. Saeroni M.M.R.S dalam sambutannya menyampaikan, bahwa penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Di perkirakan ada 800 juta orang di dunia memiliki penyakit ginjal karena berbagai sebab.
Dipaparkan oleh Saeroni, penyakit ginjal kronis menyebabkan 2,4 juta kematian per tahun dan menduduki urutan ke-6 penyakit mematikan di Dunia. Ia menyampaikan, bahwa kesehatan ginjal belum begitu diperhatikan oleh masyarakat, sehingga beban penyakit ginjal meningkat di seluruh dunia.
“Jadi kalau sudah gagal ginjal kronis, kemudian sudah sampai cuci darah, itu bebannya sangat berat sekali. Itu satu kali cuci darah biayanya 800 ribu,” jelasnya.
Menurutnya jika yang terkena penyakit gagal ginjal masyarakat miskin tentu sangat memberatkan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, pihak RSUD ingin berbagi wawasan tentang pencegahan, penyebab, dan penanganan penyakit ginjal pada masyarakat.
Dalam acara talk show ini dihadirkan juga narasumber dari RSUD Trenggalek, yakni dr. Agus Dahana Sp.PD, FINASIM yang menjabat sebagai Kepala Instalasi Hemodialisis.
Dalam paparannya tentang penyakit ginjal, dr. Agus Dahana menyampaikan bahwa di Trenggalek ini ada mitos, yakni minum banyak itu sangat bagus. Semua orang banyak yang mengatakan seperti itu, namun faktanya ia pernah mendapati beberapa pasien yang ginjalnya rusak akibat banyak minum. Hal itu, katanya, karena ginjal itu memiliki kapasitas untuk memfilterisasi air.
“Jadi tidak semua air yang masuk itu dikeluarkan lewat keringat, tapi juga lewat ginjal. Prinsipnya kalau kita minum melebihi takaran yang dibutuhkan, maka ginjal akan rusak. Bila pagi kita minum satu liter, siang satu liter, dan malam satu liter, berarti 3 liter dalam sehari, maka tunggu saja dalam 1-2 tahun ginjal anda pasti akan rusak,” tandasnya.
Ketika seseorang itu mengonsumsi air dalam jumlah banyak, maka bisa dipastikan yang bersangkutan kerap buang air kecil. Sementara normalnya buang air kecil dalam satu hari adalah 4 sampai 10 kali.
dr. Agus Dahana juga memaparkan berbagai hal penyebab timbulnya penyakit ginjal, di antaranya diabetes melitus, tekanan darah tidak terkontrol, merokok, tidak minum saat haus, minum obat pereda nyeri setiap hari, banyak minum suplemen energi, obesitas, banyak mengkonsumsi snack kemasan, banyak minum jamu kemasan sembarangan.
Ia lantas menjelaskan lebih jauh tentang berbagai penyebab penyakit ginjal tersebut, salah satunya ia mengatakan tentang seseorang yang terdiagnosa hipertensi dan diabetes. Untuk mengobati kedua penyakit ini tidak harus obat yang bagus, tapi diperlukan obat yang rutin. Hipertensi dan Diabetes merupakan penyebab utama seseorang terkena gagal ginjal.
“Tuntutlah dokter yang menangani anda untuk menurunkan tensi di bawah 140 untuk hipertensi dan 200 untuk Diabetes. Jadi ketika anda mengonsumsi obat dalam keadaan tensi seperti itu, dalam seratus tahun ginjal anda akan aman. Namun ketika anda mengonsumsi obat dengan tensi keduanya lebih dari 140 dan 200, maka bisa diprediksi dalam lima tahun ginjal anda akan rusak,” terangnya.
Kenaikan kreatinin (produk hasil hidrolisis pada fosfokreatina yang terjadi di otot, yang terjadi dengan ritme yang cukup konstan) juga tergantung dari kondisi metabolik, kondisi organ tubuh, di mana seseorang semakin tua, kondisi ginjal juga semakin menurun. (man/rev)
Sumber: bangsaonline.com
RSUD Sahudin Kutacane Kini Sudah Bisa Layani Pasien Jantung
KUTACANE – RSUD Sahudin Kutacane, Aceh Tenggara kini menyediakan dokter spesialis penyakit jantung untuk memberikan pelayanan bagi pasien di RSU Sahudin Kutacane.
“Kami telah siapkan poliklinik jantung bersamaan dengan dokter spesialis penyakit jantung dari Medan,” ujar Sekretaris RSU Sahudin Kutacane, Budi Afrizal SKM MKM, kepada Serambinews.com, Jumat (15/3/2019).
Menurut dia, selama ini di Agara belum ada dokter spesialis jantung dan untuk berobat, pasien harus ke Medan.
Tapi, kini pihak RSU Sahudin Kutacane bekerjasama dengan RSU Medan mendatangkan dokter spesialis jantung di Agara untuk memudahkan masyarakat berobat.
Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan pada penyakit jantung atau sudah pernah pasang cincin jantung, hipertensi (riwayat darah tinggi), dapat melakukan kontrol kesehatan jantung.(*)
Sumber: tribunnews.com
RSUD Semanggi Siap Buka Layanan Dokter Spesialis 24 Jam
SOLO – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, terus dikebut. Rencananya, rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tersebut akan beroperasi pada Agustus 2019.
Dalam operasionalnya nanti, Pemkot Solo berencana membuka layanan dokter spesialis dasar selama 24 jam. Pemkot masih melakukan rekrutmen tenaga medis untuk mendukung layanan 24 jam tersebut.
Anggota tim pembangunan RSUD Semanggi, Willy Handoko Widjaja, menyatakan siap membuka layanan dokter spesialis dasar selama 24 jam bersamaan dengan operasional rumah sakit tersebut.
“Pelayanannya langsung 24 jam. Kebutuhan perawat sudah dirancang, demikian juga untuk tenaga dokter spesialisnya,” kata Willy kepada wartawan, Kamis (14/3).
Direktur RSUD Ngipang, Solo, tersebut menjelaskan, RSUD Semanggi akan menyediakan empat layanan dokter spesialis dasar, terdiri dari spesialis anak, spesialis bedah, spesialis kandungan, serta spesialis penyakit dalam. Sebagian dokter akan dimutasi dari RSUD Ngipang ke RSUD Semanggi. Kemudian sisanya dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Dokter dari RSUD Ngipang yang akan dimutasi ke RSUD Semanggi terdiri dari dua dokter spesialis anak, satu dokter spesialis penyakit dalam, serta satu dokter kandungan.
“Nanti akan kami tambah satu dokter spesialis kandungan dan dua dokter bedah berstatus PNS, serta seorang dokter penyakit dalam dari luar Solo,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyatakan, proses pembangunan RSUD Semanggi berjalan dengan lancar. Pembangunan dilaksanakan sejak 2017 dan ditargetkan selesai Mei 2019. Total anggaran mencapai Rp 192 miliar yang berasal dari APBD Kota Solo.
Siti memperkirakan kebututuhan tenaga untuk RSUD Semanggi sebanyak 150 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga medis, dokter spesialis hingga tenaga kebersihan. Jumlah tersebut sesuai dengan aturan rumah sakit dengan tipe C. Mereka akan menjalani magang terlebih dahulu di RSUD Ngipang sebelum ditempatkan di RSUD Semanggi.
“RSUD Semanggi kan masuk tipe C. Untuk tahun pertama akan melayani kapasitas 100 tempat tidur. Sesuai regulasi tenaganya sekitar itu,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan rencana pemberian nama “Bung Karno” untuk RSUD Semanggi. Hal itu bertujuan agar masyarakat selalu ingat sang proklamator kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Wali Kota berharap agar jasa Presiden Sukarno terus dikenang oleh masyarakat. Serta sebagai wujud penghormatan kepada pahlawan yang telah berjuang untuk Indonesia. “Saya juga sudah izin kepada anaknya [Megawati Soekarnoputri] untuk menggunakan. Pasti diizinkan,” ujarnya.
Sumber: republika.co.id
Pelatihan Implementasi Renstra Rumah Sakit
BLENDED LEARNING
Pelatihan Implementasi Renstra Rumah Sakit
(Sistem Penerjemahan, Penjabaran, dan Pelaksanaan Renstra Rumah Sakit)
Mei – Oktober 2019
PENDAHULUAN
Sektor kesehatan di Indonesia telah memasuki babak baru Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah sakit sebagai pelaku pemberi pelayanan kesehatan dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam konteks pelayanan kesehatan yang didukung sistem manajemen yang efisien. Salah satu fungsi manajemen yang sangat strategis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit adalah dengan menerjemahkan, menjabarkan, dan melaksanakan rencana stratejik (renstra) rumah sakit menjadi langkah-langkah operasional.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai “pembayar” telah menetapkan kebutuhan akan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang terstandarisasi dengan biaya yang terkendali. Manajemen rumah sakit sangat berperan untuk menciptakan pelayanan yang bermutu dengan biaya yang efisien tersebut. Renstra rumah sakit yang telah disusun menjadi sangat penting dalam proses ini. Proses penerjemahan dan penjabaran Renstra RS menjadi Action Plan, Business Plan, serta Financial Plan yang koheren memerlukan kerjasama dan kolaborasi dari seluruh staf di rumah sakit. Kepala instalasi, kepala ruangan, kepala unit maupun kepala KSM/SMF turut berperan dalam proses penerapan sistem koordinasi, sistem pemantauan, sistem pengendalian, dan sistem evaluasi untuk pelaksanaan renstra rumah sakit. Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai implementasi renstra rumah sakit adalah kompetensi penting bagi para pengelola RS.
OUTPUT PELATIHAN
Diharapkan dengan pelatihan ini, peserta dapat :
- Memahami Konsep dan Keterkaitan 3 Level Sistem Manajemen RS
- Memahami Teknik Menerjemahkan Renstra RS menjadi Action Plans
- Memahami Sistem Budgeting Rumah Sakit Berbasis Produk untuk Menjabarkan Renstra RS Menjadi Business Plan Dan Financial Plans
- Memahami Teknik Perencanaan Remunerasi Rumah Sakit dan Evaluasi Kelayakan Renstra Rumah Sakit
- Memahami Teknik Perbaikan Sistem Akuntansi Rumah Sakit Memahami Teknik Advokasi Kebijakan.
- Memahami Sistem Akuntansi Keuangan Rumah Sakit dan Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban RS
- Memahami Manajemen Keuangan Rumah Sakit Berbasis Akuntansi
- Memahami Sistem Akuntansi Unit Cost Rumah Sakit dan Akuntansi Manajemen Rumah Sakit
- Memahami Sistem Akuntansi Persediaan dan Pengendalian Biaya Bahan di Rumah Sakit
- Memahami Sistem Manajemen Operasi Rumah Sakit dan Penerapan Lean Hospital
METODE PELATIHAN
Pelatihan ini menggunakan metode blended learning yaitu campuran antara tatap muka (kuliah di dalam kelas, workshop, seminar dan sebagainya) dan online (self learning, diskusi on-line, webinar, streaming, dan sebagainya) dengan memanfaatkan website manajemen rumah sakit untuk mempublikasikan materi ajar berupa modul pembelajaran dalam bentuk artikel, power point, video tutorial, dan referensi.
Pelatihan ini dirancang bagi akademisi di bidang manajemen rumah sakit maupun praktisi rumah sakit (jajaran direksi rumah sakit, staf keuangan, kepala instalasi dan kepala ruang)
MODUL PELATIHAN
Topik yang akan diperdalam dalam serangkaian blended learning mencakup :
- Hospital Strategic Organizing and Translating Strategy into Tactics
- Sistem Programming RS untuk Menerjemahkan Renstra RS menjadi Action Plans
- Sistem Budgeting Rumah Sakit Berbasis Produk untuk Menjabarkan Renstra RS Menjadi Business Plan Dan Financial Plans
- Perencanaan Remunerasi Rumah Sakit dan Evaluasi Kelayakan Renstra Rumah Sakit
- Kupas Tuntas Perbaikan Sistem Akuntansi Rumah Sakit
- Sistem Akuntansi Keuangan Rumah Sakit dan Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban RS
- Manajemen Keuangan Rumah Sakit Berbasis Akuntansi
- Sistem Akuntansi Unit Cost Rumah Sakit dan Akuntansi Manajemen Rumah Sakit
- Sistem Akuntansi Persediaan dan Pengendalian Biaya Bahan di Rumah Sakit
- Sistem Manajemen Operasi Rumah Sakit dan Penerapan Lean Hospital
JADWAL PELATIHAN
Pelatihan dimulai bulan Mei-Oktober 2019 (1 sesi webinar per 2 minggu)
| No. | Tanggal | Topik | Kegiatan |
| 1. | Selasa, 14 Mei 2019 | Hospital Strategic Organizing and Translating Strategy into Tactics | Webinar 2 Jam |
| 2. | Selasa, 25 Juni 2019 | Sistem Programming RS untuk Menerjemahkan Renstra RS menjadi Action Plans | Webinar 2 Jam |
| 3. | Selasa, 9 Juli 2019 | Sistem Budgeting Rumah Sakit Berbasis Produk untuk Menjabarkan Renstra RS Menjadi Business Plan Dan Financial Plans | Webinar 2 Jam |
| 4. | Selasa, 23 Juli 2019 | Perencanaan Remunerasi Rumah Sakit dan Evaluasi Kelayakan Renstra Rumah Sakit | Webinar 2 Jam |
| 5. | Selasa, 6 Agustus 2019 | Kupas Tuntas Perbaikan Sistem Akuntansi Rumah Sakit | Webinar 2 Jam |
| 6. | Selasa, 20 Agustus 2019 | Sistem Akuntansi Keuangan Rumah Sakit dan Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban RS | Webinar 2 Jam |
| 7. | Selasa, 3 September 2019 | Manajemen Keuangan Rumah Sakit Berbasis Akuntansi | Webinar 2 Jam |
| 8. | Selasa, 17 September 2019 | Sistem Akuntansi Unit Cost Rumah Sakit dan Akuntansi Manajemen Rumah Sakit | Webinar 2 Jam |
| 9. | Selasa, 1 Oktober 2019 | Sistem Akuntansi Persediaan dan Pengendalian Biaya Bahan di Rumah Sakit | Webinar 2 Jam |
| 10. | Selasa, 15 Oktober 2019 | Sistem Manajemen Operasi Rumah Sakit dan Penerapan Lean Hospital | Webinar 2 Jam |
Penanggung Jawab
Drs. Johny Setyawan, MBA
Narasumber
- Johny Setyawan, MBA
Fasilitator
- Sarwestu Widyawan, ST, MPH
- Sudi Indra Jaya
BIAYA PENDAFTARAN
Tarif Partisipasi di Webinar 2 Jam:
- Mahasiswa MMR FK-KMK UGM = Free
- Alumni MMR FK-KMK UGM = Rp 300.000,- per orang untuk 1 sesi webinar
- Umum = Rp 500.000,- per orang untuk 1 sesi webinar
- Rumah Sakit = Rp 20.000.000, per Rumah Sakit untuk 10 sesi webinar
- Rekaman = Rp 200.000,- per sesi.
NARAHUBUNG
Maria Lelyana
Email : [email protected]
Mobile Phone/WA : 081329760006
Telp/Fax :+62274-549425 (hunting)
RSUD di Jalan Tjilik Riwut Bakal Jadi Rujukan Rumah Sakit se Kalimantan
KEPALA Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti, mengungkapkan, rencana pembangunan RSUD baru milik Pemprov Kalteng di Jalan Tjilik Riwut km 38 sudah direncanakan matang dan akan direalisasikan hingga 2021 operasional untuk pelayanan kepada warga, bukan hanya warga Kalteng tetapi se Kalimantan.
Sebab itu, pihak Dinas Kesehatan sejak dini menyekolahkan dokter umum yang ada di RS Kalteng untuk bisa mengambil spesialis agar ketika rumah sakit tipe A tersebut dioperasionalkan, sumber daya manusia untuk ditempatkan di RS sudah siap, untuk melayani pasien untuk penyakit yang dinilai cukup berat.
“Rumah sakit tipe A di bangun khusus untuk rujukan yang di dalamnya memiliki kekhususan dalam penanganan penyakit atau lebih spesifik sehingga pelayanan yang dilakukan bisa lebih optimal dilakukan dengan peralatan yang modern serta tenaga kesehatan yang sangat lengkap,” ujar Suyuti.
Senada juga diungkapkan, Direktur Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, Yayu Indriarti, yang menjelaskan, pihaknya sangat mendukung adanya RSUD baru tipe A l, sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pelayanan untuk pasien bisa dilakukan secara optimal untuk pasien.
“Kami sangat mendukung rencana itu, karena akan semakin memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat. RS Doris Sylvanus juga akan terus dibenahi agar pelayanan pasien semakin membaik, salah satunya dengan terus melengkapi SDM tenaga kesehatannya,” ujarnya.
Sumber: tribunnews.com
RS Pratama Batumarta Mendesak di Bangun
MARTAPURA – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Desa Karya Makmur Kecamatan Madang Suku III Kabupaten OKU Timur. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika melakukan kunjungan kerja di Batumarta tepatnya desa Karya Makmur Kecamatan Madang Suku III Kabupaten OKU Timur, Minggu (10/3) malam.
Dia menyebutkan salah satu tujuannya melakukan kunjungkan kerja untuk melihat kesiapan pemerintah setempat terkait tempat yang akan menjadi lokasi dibangunkannya rumah sakit pratama terserbut. Selain itu dia juga meminta pemerintah daerah dapat menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.
“Saya janji, rumah sakit pratama di wilayah ini, akan kita anggarakan tahun ini juga, dan pada tahun 2020 segera dibangunkan, jadi nanti seluruh bangunannya dibangun oleh provinsi. Tapi tolong Pak Bupati sediakan tanahnya dan tenaga kerja nya,” ungkap Herman Deru.
Herman Deru menambahkan tahun anggaran 2019 ini juga, Pemerintah Provinsi juga akan segera menggelontorkan dana operasional untuk PKK, Posyandu, dan karang taruna yang dengan besaran masing-masing Rp 5 juta.
Selain itu pula Herman Deru menuturkan, pembangunan di Provinsi Sumsel harus merata dan berkeadilan, minimal jalan-jalan yang dilalui harus layak kondisinya.
“ Bersama-sama doakan Saya istiqomah untuk tetap perhatian di daerah-daerah . Kebersamaan yang terbukti tidak terpisahkan batu marta mempunyai histori yang agak khusus, tempat yang punya sejarah dengan Saya, tentu Saya ingin di wilayah ini meskipun baru tapi tidak ketinggalan pembangunannya,” tuturnya
Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini juga mengungkapkan, membangun itu memang harus dimulai dari desa dan ternyata upaya tersebut juga di dukung oleh Bupati dan Walikota di Sumsel. Selain itu dia mengajak semua warga Sumsel untuk tetap menjaga kearifan lokal sebagai salah satu warisan yang harus tetap dilestarikan.
“Terimakasih saya sudah dipercaya menjadi Gubernur. Doakan Saya istiqomah tidak lupa diri,” pungkasnya.
Ikut dalam rombongan Gubernur kali ini para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel dan Duta Literasi Provinsi Sumsel Percha Leanpuri.
Sumber: tribunnews.com
Edisi Minggu ke 11: Selasa 12 Maret 2019
| Edisi Minggu ke 11: Selasa 12 Maret 2019
Blended Learning Pelatihan Implementasi Renstra Rumah Sakit (Sistem Penerjemahan, Penjabaran, dan Pelaksanaan Renstra Rumah Sakit) Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mengenai implementasi renstra rumah sakit para pengelola RS, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (PKMK FK-KMK UGM) akan menyelenggarakan Blended Learning Pelatihan Implementasi Renstra Rumah Sakit (Sistem Penerjemahan, Penjabaran, dan Pelaksanaan Renstra Rumah Sakit). Pelatihan dimulai pada bulan April sampai dengan Agustus 2019 (1 sesi webinar per 2 minggu) Hari Ginjal Sedunia 2019
Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019 dilaksanakan pada pekan ini, atau tepatnya 14 Maret 2019. Tema global tahun ini adalah “Kidney Health for Everyone Everywhere”. Tema yang diusung kali ini lebih mengarah pada promotif dan preventif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan ginjal dan memahami faktor-faktor risiko yang menyebabkan penyakit ginjal. Selain itu bagi mereka yang sudah terkena penyakit ginjal diharapkan melakukan perawatan dan menjalani pengobatan dengan baik agar kualitas hidupnya dapat terjaga. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Refleksi Peringatan Hari Kanker Sedunia: Peran Rumah Sakit dalam Menghadapi Ancaman Kanker | ||
Hari Ginjal Sedunia 2019

Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019 dilaksanakan pada pekan ini, atau tepatnya 14 Maret 2019. Tema global tahun ini adalah “Kidney Health for Everyone Everywhere”. Tema yang diusung kali ini lebih mengarah pada promotif dan preventif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan ginjal dan memahami faktor-faktor risiko yang menyebabkan penyakit ginjal. Selain itu bagi mereka yang sudah terkena penyakit ginjal diharapkan melakukan perawatan dan menjalani pengobatan dengan baik agar kualitas hidupnya dapat terjaga.









