|
Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Manajemen Rumah Sakit, Edisi Minggu ini Selasa, 7 Juni 2022 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut: Rumah Sakit dengan Spesialisasi Tunggal Perubahan Pemberian Layanan Kesehatan di Asia
Dalam sektor kesehatan global, permintaan perawatan kesehatan yang terfokus ditangkap secara cepat. Hal ini merupakan gelombang baru desentralisasi, pilihan pengobatan customer-centric dapat terlihat dari menjamurnya rumah sakit khusus dengan layanan beragam dan tunggal, unit khusus dalam rumah sakit umum, maupun pusat bedah rawat jalan yang berdiri mandiri. Pandemi COVID-19 menyebabkan gangguan di dunia industri kesehatan, integrasi teknologi dan kesehatan menyediakan layanan kesehatan digital untuk menjamin kesinambungan pelayanan pasien. Reportase Webinar IndoHCF & KREKI “Bagaimana Rumah Sakit Mempersiapkan Akreditasi”
Webinar ini dilaksanakan oleh IndoHCF dan KREKI yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai persiapan akreditasi di rumah sakit. Webinar ini dibuka oleh pengantar dari Dr. dr. Supriyantoro, SP.P., MARS. selaku Ketua Umum IndoHCF dan KREKI. Menghadirkan narasumber dr Kalsum Komaryani, MPPM (Direktur Mutu Akreditasi Pelayanan Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan KEMENKES RI) yang menyampaikan materi tentang Kebijakan KEMENKES dalam Akreditasi Rumah Sakit, Dr. dr. Andry MM, MHKes (Direktur Pelayanan Akreditasi LAM-KPRS) yang menyampaikan materi tentang Tata Laksana & Persiapan Rumah Sakit dalam Akreditasi dan Dr Ediansyah MARS., MM (Direktur RS An-Nisa Tangerang) yang menyampaikan materi tentang Harapan dan Persiapan Rumah Sakit dalam Akreditasi. Webinar ini dimoderatori oleh Dr. dr Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS. Faktor Keberhasilan Perencanaan Strategis di Rumah Sakit
Perencanaan strategis (strategic planning/ SP) adalah seni dan ilmu analisis strategis suatu organisasi, meramalkan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal organisasi, menetapkan tujuan strategis, mengembangkan strategi yang sesuai, dan mengalokasikan sumber daya untuk mencapai keunggulan kompetitif. Perencanaan strategis memainkan peran penting dalam meningkatkan keberhasilan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor penentu keberhasilan (CSF) dari proses perencanaan strategis di rumah sakit Iran. Permenkes Nomor 13 Tahun 2022: Perubahan Atas Permenkes Nomor 21 Tahun 2020 tentang Renstra Kemenkes Tahun 2020 – 2024 Sejak ditetapkannya Renstra Kementerian Kesehatan pada 2020, telah terjadi disrupsi besar – besaran dalam kehidupan manusia bahkan pada skala global karena adanya pandemi COVID-19. Wabah COVID-19 yang kemudian diperkirakan akan menjadi endemik, memaksa pemerintah di seluruh dunia untuk menyesuaikan kebijakan sekaligus membangun konsep untuk perubahan cara hidup masyarakat. Renstra Kementerian Kesehatan merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kementerian Kesehatan. Penyusunan Renstra Kementerian Kesehatan dilaksanakan melalui pendekatan ilmiah (teknokratik), politik, partisipatif, atas-bawah (top-down), dan bawah-atas (bottom-up) yang meliputi proses: (1) teknokratik, (2) politik, dan (3) penetapan Renstra. Ketiganya akan menghasilkan dokumen: (1) Rancangan Teknokratik, (2) Rancangan Renstra, dan (3) Dokumen Renstra yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri. Melalui ketiga proses tersebut, maka penyusunan Renstra Kementerian Kesehatan menggunakan pendekatan teknokratik, mengacu pada RPJMN, serta akan mempertimbangkan pembagian tugas dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga lain terkait. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 13 tahun 2022 ini berlaku sejak 22 April 2022 atau sejak diundangkan. G20 Italia: Health Issue Note Situasi darurat yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 telah mengganggu layanan kesehatan di negara – negara berpenghasilan tinggi dan rendah dengan hantaman yang keras dan tidak dapat diubah. Pemerintah Italia bekerja sama dengan WHO dan Organisasi Internasional lainnya, ilmuwan, lembaga akademis, dan aktor solidaritas multilateral global akan memfokuskan pertemuan G20 pada pelajaran yang dipetik dari pengalaman ini, dan akan menggunakan Pertemuan Menteri Kesehatan G20 pada 2021 serta satu atau lebih banyak peristiwa satelit untuk menganalisis perjalanan pandemi di masa lalu dan untuk mengidentifikasi jalan ke depan. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Mengenal Strategi Digital untuk Rumah Sakit |
|
Mengapa Ada Begitu Banyak Bed Rumah Sakit di Jerman? |
Rumah Sakit dengan Spesialisasi Tunggal
Rumah Sakit dengan Spesialisasi Tunggal
Perubahan Pemberian Layanan Kesehatan di Asia
Sumber : https://www.freepik.com/
Dalam sektor kesehatan global, permintaan perawatan kesehatan yang terfokus ditangkap secara cepat. Hal ini merupakan gelombang baru desentralisasi, pilihan pengobatan customer-centric dapat terlihat dari menjamurnya rumah sakit khusus dengan layanan beragam dan tunggal, unit khusus dalam rumah sakit umum, maupun pusat bedah rawat jalan yang berdiri mandiri. Pandemi COVID-19 menyebabkan gangguan di dunia industri kesehatan, integrasi teknologi dan kesehatan menyediakan layanan kesehatan digital untuk menjamin kesinambungan pelayanan pasien. Pandemi juga membuka manajemen pasien yang lebih baik dan menangani kebutuhan mendesak pasien pada saat sebagian besar rumah sakit sudah terbebani. Di era layanan kesehatan yang terfokus, rumah sakit dengan spesialisasi tunggal memungkinkan untuk pemberian struktur layanan kesehatan yang gesit dan efisien, sehingga memungkinkan jaringan rumah sakit untuk mengoptimalkan kinerja mereka. Mereka membantu untuk memastikan kesinambungan perawatan pasien dan perawatan medis yang mendesak untuk semua yang membutuhkan, tanpa membebani infrastruktur layanan kesehatan yang ada.
Bagaimana Rumah Sakit Mempersiapkan Akreditasi
Webinar IndoHCF & KREKI
“Bagaimana Rumah Sakit Mempersiapkan Akreditasi”
Kamis, 2 Juni 2022
Webinar ini dilaksanakan oleh IndoHCF dan KREKI yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai persiapan akreditasi di rumah sakit. Webinar ini dibuka oleh pengantar dari Dr. dr. Supriyantoro, SP.P., MARS. selaku Ketua Umum IndoHCF dan KREKI. Menghadirkan narasumber dr Kalsum Komaryani, MPPM (Direktur Mutu Akreditasi Pelayanan Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan KEMENKES RI) yang menyampaikan materi tentang Kebijakan KEMENKES dalam Akreditasi Rumah Sakit, Dr. dr. Andry MM, MHKes (Direktur Pelayanan Akreditasi LAM-KPRS) yang menyampaikan materi tentang Tata Laksana & Persiapan Rumah Sakit dalam Akreditasi dan Dr Ediansyah MARS., MM (Direktur RS An-Nisa Tangerang) yang menyampaikan materi tentang Harapan dan Persiapan Rumah Sakit dalam Akreditasi. Webinar ini dimoderatori oleh Dr. dr Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS.
Mangkrak, Lahan RSUD Tigaraksa Bermasalah?
KABUPATEN TANGERANG – Rencana Pemerintah kabupaten Tangerang untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C di Kelurahan Tigaraksa hingga saat ini belum juga terealisasi.
Pembangunan fisik tahap pertama yang awalnya direncanakan mulai dilakukan pada April 2022 lalu dengan total anggaran mencapai Rp200 miliar hingga saat ini belum terlihat.
Antisipasi Hepatitis Akut, RSUD Buleleng Siapkan Ruang Isolasi dan Terapi
SINGARAJA, BALIPOST.com – Menyebarnya wabah penyakit hepatitis akut, membuat Buleleng tak berdiam diri. Tidak ingin penyakit yang belum diketahui dengan pasti penyebarannya itu merembet ke Buleleng, pemerintah daerah mulai mempersiapkan diri.
Salah satunya, Buleleng telah menyiapkan ruang isolasi dan terapi. Fasilitas ini dibuka di areal RSUD Buleleng. Wakil Bupati (Wabup) Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, akhir pekan lalu mengatakan, sejauh ini kasus penyebaran penyakit hepatitis akut belum ditemukan menjangkiti warga di Bali Utara. Akan tetapi, hal itu tidak membuat lengah.
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Sediakan Ambulans Gratis untuk Pasien Lansia
SuaraRiau.id – RSUD Arifin Achmad Pekanbaru kini menyediakan layanan mobil ambulans gratis bagi lansia yang akan berobat, atau baru saja menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD Arifin Achmad drg Wan Fajriatul, layanan ambulans gratis tersebut sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan pihaknya.
Fajriatul menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan pelayanan pada momen milad ke 46 tahun ini.
Sukseskan Khitanan Massal, RSUD Sleman Terjunkan Nakes Handal
SLEMAN – RSUD Sleman menerjunkan tim tenaga Kesehatan atau nakes handal untuk menyukseskan kegiatan khitanan massal. Tak tanggung-tanggung, nakes yang dilibatkan dalam bakti sosial ini ada sebanyak 50 orang.
“Kami melibatkan tenaga kesehatan handal. Mereka adalah tenaga kesehatan dokter, perawat, operator, dan peserta didik magang RSUD Sleman,” kata Ketua Panitia Khitanan Massal RSUD Sleman dr. Risa Dumastoro Sp. OT kepada TIMES Indonesia, Senin (30/5/2022).
RSUD Kraton Komit Tingkatkan Kualitas Pelayanan
RSUD Kraton terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu, Senin (30/05/2022) segenap karyawan melakukan penandatangan komitmen bersama persiapan menghadapi penilaian Akreditasi Rumah Sakit.
Adapun penandatanganan komitmen bersama untuk persiapan menghadapai penilaian akreditasi Rumah Sakit oleh Tim Komite akreditasi Rumah Sakit (KARS) dilaksanakan usai apel pagi di Halaman RSUD Kraton. Untuk pelaksanaan Akreditasi di rencanakan pada oktober tahun 2022.
Faktor Keberhasilan Perencanaan Strategis di Rumah Sakit

Perencanaan strategis (strategic planning/ SP) adalah seni dan ilmu analisis strategis suatu organisasi, meramalkan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal organisasi, menetapkan tujuan strategis, mengembangkan strategi yang sesuai, dan mengalokasikan sumber daya untuk mencapai keunggulan kompetitif. Perencanaan strategis memainkan peran penting dalam meningkatkan keberhasilan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor penentu keberhasilan (CSF) dari proses perencanaan strategis di rumah sakit Iran.
Edisi Minggu ke 21: Selasa 31 Mei 2022
|
Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Manajemen Rumah Sakit, Edisi Minggu ini Selasa, 31 Mei 2022 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut: Reportase Webinar IndoHCF & KREKI “Bagaimana Rumah Sakit Mempersiapkan Akreditasi”
Webinar ini dilaksanakan oleh IndoHCF dan KREKI yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai persiapan akreditasi di rumah sakit. Webinar ini dibuka oleh pengantar dari Dr. dr. Supriyantoro, SP.P., MARS. selaku Ketua Umum IndoHCF dan KREKI. Menghadirkan narasumber dr Kalsum Komaryani, MPPM (Direktur Mutu Akreditasi Pelayanan Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan KEMENKES RI) yang menyampaikan materi tentang Kebijakan KEMENKES dalam Akreditasi Rumah Sakit, Dr. dr. Andry MM, MHKes (Direktur Pelayanan Akreditasi LAM-KPRS) yang menyampaikan materi tentang Tata Laksana & Persiapan Rumah Sakit dalam Akreditasi dan Dr Ediansyah MARS., MM (Direktur RS An-Nisa Tangerang) yang menyampaikan materi tentang Harapan dan Persiapan Rumah Sakit dalam Akreditasi. Webinar ini dimoderatori oleh Dr. dr Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS. Faktor Keberhasilan Perencanaan Strategis di Rumah Sakit
Perencanaan strategis (strategic planning/ SP) adalah seni dan ilmu analisis strategis suatu organisasi, meramalkan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal organisasi, menetapkan tujuan strategis, mengembangkan strategi yang sesuai, dan mengalokasikan sumber daya untuk mencapai keunggulan kompetitif. Perencanaan strategis memainkan peran penting dalam meningkatkan keberhasilan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor penentu keberhasilan (CSF) dari proses perencanaan strategis di rumah sakit Iran. Permenkes Nomor 13 Tahun 2022: Perubahan Atas Permenkes Nomor 21 Tahun 2020 tentang Renstra Kemenkes Tahun 2020 – 2024 Sejak ditetapkannya Renstra Kementerian Kesehatan pada 2020, telah terjadi disrupsi besar – besaran dalam kehidupan manusia bahkan pada skala global karena adanya pandemi COVID-19. Wabah COVID-19 yang kemudian diperkirakan akan menjadi endemik, memaksa pemerintah di seluruh dunia untuk menyesuaikan kebijakan sekaligus membangun konsep untuk perubahan cara hidup masyarakat. Renstra Kementerian Kesehatan merupakan dokumen perencanaan yang bersifat indikatif memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Kementerian Kesehatan. Penyusunan Renstra Kementerian Kesehatan dilaksanakan melalui pendekatan ilmiah (teknokratik), politik, partisipatif, atas-bawah (top-down), dan bawah-atas (bottom-up) yang meliputi proses: (1) teknokratik, (2) politik, dan (3) penetapan Renstra. Ketiganya akan menghasilkan dokumen: (1) Rancangan Teknokratik, (2) Rancangan Renstra, dan (3) Dokumen Renstra yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri. Melalui ketiga proses tersebut, maka penyusunan Renstra Kementerian Kesehatan menggunakan pendekatan teknokratik, mengacu pada RPJMN, serta akan mempertimbangkan pembagian tugas dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga lain terkait. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 13 tahun 2022 ini berlaku sejak 22 April 2022 atau sejak diundangkan. Mengenal Strategi Digital untuk Rumah Sakit
Sudah tak dapat dipungkiri lagi, bila teknologi internet sudah menguasai sendi lapisan kehidupan masyarakat, ada yang siap menerima transfer teknologi ini, segera berdaptasi lalu menikmati perubahan ini, namun ada juga masyarakat yang belum siap menghadapi serbuan tehnologi ini sehingga masih menggunakan cara cara tradisional dalam menjalankan bisnisnya. Padahal kita ketahui bersama bila era globalisasi dunia sudah tidak mungkin untuk dihindari dan harus ikuti, sehingga bagi yang tidak siap dengan sendirinya akan tergilas oleh persaingan dan kompetisi merebut konsumen. Mengapa Ada Begitu Banyak Bed Rumah Sakit di Jerman?
Tempat rumah sakit dalam sistem kesehatan sedang mengalami perubahan yang cepat di seluruh dunia karena tingginya biaya perawatan rumah sakit dan perubahan kebutuhan kesehatan penduduk. Pandemi COVID-19 baru – baru ini menarik perhatian publik terhadap kapasitas rumah sakit dan telah menambahkan urgensi baru pada diskusi tentang peran rumah sakit di masa depan. G20 Italia: Health Issue Note Situasi darurat yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 telah mengganggu layanan kesehatan di negara – negara berpenghasilan tinggi dan rendah dengan hantaman yang keras dan tidak dapat diubah. Pemerintah Italia bekerja sama dengan WHO dan Organisasi Internasional lainnya, ilmuwan, lembaga akademis, dan aktor solidaritas multilateral global akan memfokuskan pertemuan G20 pada pelajaran yang dipetik dari pengalaman ini, dan akan menggunakan Pertemuan Menteri Kesehatan G20 pada 2021 serta satu atau lebih banyak peristiwa satelit untuk menganalisis perjalanan pandemi di masa lalu dan untuk mengidentifikasi jalan ke depan. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Terapi untuk Menurunkan Kadar Trigliserida – Cakrawala Baru Hemat Biaya | ||











