Software Unit Cost Percepat Proses Perhitungan Biaya:
RSUD Wonosari Perkuat Implementasi Kendali Mutu dan Biaya

PKMK-Yogyakarta – Digitalisasi pengelolaan biaya rumah sakit mulai menunjukkan hasil nyata. Software Unit Cost yang dikembangkan tim PKMK FK-KMK UGM selama kurang lebih satu tahun kini tengah menjalani piloting di RSUD Wonosari. Meski piloting masih berlangsung, bukti awal di lapangan menunjukkan proses perhitungan unit cost jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Pendampingan kepada tim rumah sakit pun dinilai lebih mudah dilaksanakan.
Selama ini, sebagian besar rumah sakit masih menyusun unit cost dengan Excel. Alat ini fleksibel dan familiar, tetapi semakin sulit diandalkan ketika data makin kompleks. Rumus yang saling terhubung antarlembar kerja rentan berubah tanpa disadari, berkas tersebar dalam banyak versi, dan pembaruan data harus dilakukan manual di banyak tempat.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas informasi biaya. Padahal, di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit dituntut menjalankan konsep Kendali Mutu Kendali Biaya, yaitu menjaga mutu layanan sekaligus mengendalikan biaya secara bersamaan. Konsep ini sangat dibutuhkan, tetapi tidak dapat berjalan tanpa informasi biaya yang akurat, konsisten, dan selalu diperbarui. Tanpa data biaya yang andal, rumah sakit sulit mengetahui di mana letak inefisiensi dan layanan mana yang perlu dibenahi.
Di sinilah digitalisasi mengambil peran. Dengan perhitungan yang terstandar dan terintegrasi dalam satu sistem, risiko kesalahan manusia dapat ditekan, pembaruan data biaya dapat dilakukan lebih cepat, dan hasil perhitungan lebih konsisten serta dapat ditelusuri. Percepatan proses yang tampak selama piloting berarti waktu yang sebelumnya habis untuk merapikan berkas, memeriksa rumus, dan mencocokkan versi data dapat dialihkan untuk menganalisis variasi biaya dan menelaah efisiensi layanan. Dengan demikian, software ini membantu rumah sakit menerapkan Kendali Mutu Kendali Biaya secara lebih nyata dalam pengelolaan sehari-hari.
Dari sisi pendampingan, alur kerja yang terstandar dalam satu sistem memudahkan tim pendamping menelusuri data, mengidentifikasi persoalan, dan memberikan bimbingan secara lebih terarah. Pendampingan tidak lagi tersita oleh urusan teknis berkas, sehingga fokus dapat diberikan pada pemahaman konsep costing dan pemanfaatan hasilnya.
Menurut tim pengembang, software ini bukan sekadar pengganti Excel, melainkan bagian dari upaya mendorong digitalisasi pengelolaan biaya rumah sakit secara berkelanjutan. Unit cost bukan pekerjaan yang selesai setelah angka diperoleh. Biaya senantiasa berubah, sehingga data perlu terus diperbarui dan dikelola agar tetap menjadi dasar yang andal bagi keputusan manajerial.
Tim pengembang menyampaikan terima kasih kepada RSUD Wonosari atas kepercayaan dan kolaborasinya. Masukan dari lapangan selama piloting akan menjadi bahan penyempurnaan software sebelum diterapkan lebih luas.
Kata kunci: unit cost, digitalisasi rumah sakit, Kendali Mutu Kendali Biaya, JKN, costing rumah sakit, manajemen rumah sakit (BWP)







