Jakarta, PKMK. Dalam mengembangkan Ciputra Hospital di sejumlah kota, Grup Ciputra tidak akan memilih lokasi di luar perumahan. Lokasi Ciputra Hospital akan selalu di dalam perumahan yang telah dikembangkan Grup Ciputra. “Sebab, kami membangun rumah sakit bukan sekadar untuk bisnis, namun untuk melayani warga perumahan kami,” jelas Tulus Santoso, Direktur PT Ciputra Development (8/5/2013). Kini Grup Ciputra dalam persiapan membangun Ciputra Hospital di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat. Sebelumnya, di Perumahan Citra Raya, Tangerang, Ciputra Hospital yang lain telah berdiri. “Kami telah membangun sekitar 30 perumahan se-Indonesia dan sedang melakukan riset untuk mengetahui perumahan mana yang sesuai untuk Ciputra Hospital,” kata dia. Apakah Ciputra Hospital akan ada di setiap perumahan itu? Jawabannya tidak harus demikian. Sebab, pembangunan Ciputra Hospital ditentukan oleh potensi pasar dan kondisi setempat. Tatkala di sekeliling perumahan itu sudah banyak rumah sakit, Ciputra Hospital tentu tidak perlu dibangun di sana.Selain menambah kelengkapan fasilitas perumahan, Ciputra Hospital mendatangkan keuntungan lain. Antara lain, recurring income atau pendapatan berulang di Grup Ciputra bisa bertambah. Saat jumlah CiputraHospital sudah banyak, recurring income yang diperoleh semakin dirasakan. “Kemudian, beberapa aspek manajemen pengelolaan Ciputra Hospital juga bisa disinergikan dengan unit bisnis properti kami,” ujar Tulus lagi.
Akankah masuknya developer properti ke bisnis rumah sakit kian menjadi tren? Jika satu developer mempunyai sumber daya manusia yang memadai, bisa saja mereka pun masuk ke bisnis rumah sakit. Itu untuk melengkapi bisnis mereka. Namun yang jelas, bisnis rumah sakit merupakan satu investasi jangka panjang dan hal itu harus diperhitungkan oleh developer.


Jakarta, PKMK. Almarhumah Endang Sedyaningsih, memahami rencana Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terhadap sejumlah pasal/ayat di Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Hanya saja, tentu Menteri Kesehatan RI harus berjalan sesuai ketentuan yang mengharuskan rumah sakit swasta memiliki badan hukum khusus rumah sakit. “Jadi, pada prinsipnya, almarhumah Bu Endang dulu mendukung langkah kami,” Profesor Syafiq Mughni, kata Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat di Jakarta (7/5/2013).
Jakarta, PKMK. Dampak kewajiban rumah sakit swasta Islam yang tidak memiliki badan hukum khusus rumah sakit dapat terjadi pada banyak pihak. Dari empat rumah sakit Islam di Jakarta saja, jumlah orang terdampak itu mencapai setidaknya 8 ribu orang. Bila empat rumah sakit itu tidak beroperasi akibat tidak adanya hukum itu, orang-orang tersebut berpotensi dirugikan karena tidak bisa berobat ataupun bekerja, ungkap M. Iqbal Rais, Wakil Sekretaris Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (7/5/2013).
TEMPO.CO, Cirebon-Sepasang bayi kembar yang baru dilahirkan dari keluarga miskin meninggal, setelah sebelumnya ditolak mendapatkan perawatan di RSUD Indramayu. Pihak rumah sakit menyatakan ruang inkubator untuk merawat bayi itu penuh.
Pontianak – PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) dan PT Hexa Daya Medika (HDM) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait pemberdayaan RS Mitra Medika.
About 500 children each year arrive at the Boston Children’s Hospital emergency room with chest pain, a symptom that is rarely serious. In the past, many of them received tests they didn’t need, including EKGs, echocardiograms, stress tests, and around-the-clock monitoring using electrodes attached to a portable device. “There is a lot of anxiety among parents and children that this could be a heart problem,’’ said Dr. Michael Farias, a senior resident.
Get off the No. 7 train at the Seventy fourth Street-Broadway stop, in Queens, walk past La Abundancia Bakery, the Bollywood Beauty Salon, the New Hae Woon Dae Korean restaurant, the offices of Vishwanath Puttaswamygowda, M.D., and then past the New York Seventh-Day Adventist Chinese church (advertising free conversational-English classes), and you will find yourself at Elmhurst Hospital Center, in Elmhurst, the most diverse neighborhood in New York City and maybe in the world. The hospital serves 1.7 million patients a year, and offers translation services in a hundred and fifty-three languages. The Colombians, Bangladeshis, Koreans, Belarussians, Burmese, Chinese, Vietnamese, Croatians, Mexicans, and other immigrants who live nearby use Elmhurst for their care, and their communities back home often know about the hospital as well. It is not unusual for the exotically sick to fly to LaGuardia or J.F.K. from overseas to check in to Elmhurst. Diseases rare enough to merit special-case-study attention in The New England Journal of Medicine are, at Elmhurst, relatively common. If a young Southeast Asian is brought to the emergency room one morning because he is suddenly unable to move, even a junior physician knows to list familial periodic paralysis—an obscure disease that is considerably more common in the Philippines—as a possible diagnosis. An ambitious pedagogue of medicine couldn’t dream up a more diverse patient population for physicians-in-training.
The state Health Department has approved a major facelift of a western Queens hospital.
Jakarta, PKMK. Peserta lelang aset peralatan medis milik rumah sakit pemerintah di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta cenderung terbatas. Umumnya, peserta merupakan kalangan yang benar-benar mengetahui fungsi peralatan medis tersebut. Setelah dibeli, peralatan medis itu mungkin dijual lagi ataupun diperbaiki. Melalui proses ini, mereka benar-benar mengetahui pihak yang berminat membeli, ungkap M. Subagyo, Pejabat KPKNL Jakarta V di Jakarta (6/5/2012).





