JAKARTA – Sebagai tindak antisipasi merembetnya rumah sakit yang memutuskan mundur dari program Kartu Jakarta Sehat (KJS), Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan (Kemkes) sedang menyusun tarif baru pembayaran KJS melalui sistem Indonesia Case Base Groups (INA CBG’s).
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Firmansyah menyatakan, untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada saat ini, maka dalam menjalankan sistem INA-CBG’s akan menaikkan premi yang selama ini sebesar Rp23.000 per bulan. Selain itu, juga akan dibedakan tarif pembayaran bagi rumah sakit swasta dengan rumah sakit pemerintah pusat maupun daerah.
Atas rencana itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini mengklaim telah mendapatkan restu Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama yang selama ini konsern mengurusi permasalahan KJS.
“Faktanya saat ini, sudah banyak rumah sakit yang kewalahan dalam menangani pasien KJS dengan sistem pembayaran melalui INA CBG’s. Sebab, dalam sistem tersebut menimbulkan selisih pembayaran mencapai 30 hingga 40 persen. Solusi yang kita ambil, pembayaran KJS untuk RS Swasta akan dinaikkan,” ujar Firmansyah dalam keterangannya yang diterima Okezone, Selasa (28/5/2013).
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjelaskan pihaknya sedang memperbaiki tarif serta besaran preminya. “Ada kemungkinan naik, itu lagi kita hitung. Pokoknya, nanti tarif antara RS swasta dengan RS pemerintah akan berbeda,” kata Ahok.
Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu belum bisa menjelaskan berapa besaran kenaikan premi dari KJS itu sendiri. Karena saat ini, kata Ahok, masih dihitung oleh Kemkes. Selagi menunggu proses penghitungan itu, Pemprov DKI akan memanggil RS swasta untuk meminta clinical pathway atau prosedur pengobatan pasien dari rumah sakit tersebut.
“Menurut Kemkes seharusnya selisihnya tidak banyak. Tapi nanti kita panggil lagi pekan depan seluruh RS swasta. Kita akan minta clinical pathway-nya. Ya dong, kita mau tahu prosedur penanganan penyakitnya. Jadi clinical pathway orang mau cuci darah ada hitungan yang jelas urutannya. Makanya itu harus kita bicarakan bersama-sama, karena mesti dokter yang putuskan. Kalau itu kan harus ada pembuktiannya,” tandas Ahok.
Sumber: news.okezone.com

Bengkulu – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Edriwan M mengatakan bahwa Rumah Sakit Kota Bengkulu direncanakan mulai berfungsi
Malang – Pemerintah Kota Malang berencana meluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) November nanti. Rumah sakit yang berdiri di Kelurahan Bumiayu Kota Malang ini dibangun mulai setahun lalu menyedot anggaran sebesar Rp 25,1 miliar. “Ada 50 ruang rawat inap,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto, Selasa, 28 Mei 2013.
Muslimin Amerika Serikat, khususnya warga Illionis, saat ini diliputi kebahagiaan. Mereka tengah membangun sebuah rumah sakit Islam di Kota Chicago. Menaungi kepentingan Muslimah menjadi tujuan utama keberadaan rumah sakit tersebut.




WACANA untuk mendirikan rumah sakit baru sebagai pengganti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai didukung berbagai pihak. Salah satunya dari Anggota Komisi II DPRD Berau Burhan Bakri. Ia mengharapkan rumah sakit baru segera terwujud. Bahkan dirinya telah mengusulkan pembangunan rumah sakit itu menjadi skala prioritas dalam program proyek multiyears yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Berau, sebelum masa jabatan Bupati Berau Makmur HAPK dan Wakil Bupati Ahmad Rifai berakhir di 2015 mendatang.
PEKANBARU – Walau banyak masyarakat melakukan pengobatan ke rumah sakit di Malaysia, namun sebenarnya rumah sakit di Riau juga tak kalah hebat dari negeri Jiran tersebut. Pengakuan itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof Dr Ali Ghufron Mukti, Jumat (24/5/2013) di Pekanbaru.
Jakarta, GATRAnews – Ricuh program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dirilis Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengundang keprihatian DPRD DKI. Sebagai langkah tindak lanjut, Komis E DPRD DKI Jakarta yang membidangi kesehatan memanggil 16 rumah sakit yang sempat dikabarkan akan hengkang dari program itu.






