Jajaki Kerja Sama dengan RS Swasta
BALIKPAPAN
SEJUMLAH kritik mencuat dari kunjungan kerja anggota Komisi IV DPRD yaitu Encik Widyani, Waris Husain, Yakob Ukung, dan Sudarno ke RSUD IA Moies pada Kamis (16/1) lalu. Salah satunya terkait kondisi bangunan rumah sakit yang harusnya direnovasi pemerintah.
Kondisi rumah sakit yang seharusnya steril dan bersih tersebut, kini terlihat sangat memrihatinkan. Banyak titik kebocoran dari saluran pipa WC maupun AC yang perlu perbaikan secepatnya
YOGYAKARTA – Kantor Cabang Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jogja telah menjalin kerja sama dengan 16 rumah sakit di Kota Jogja untuk melayani pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan.
Namun, jumlah itu masih bisa bertambah, karena pihak BPJS membuka kesempatan kepada tiap rumah sakit untuk menjalin kerja sama menyukseskan program pemerintah pusat itu.
Kepala Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Utama Jogja Ratih Subekti menjelaskan, sesuai dengan aturan yang diberlakukan, maka setiap fasilitas kesehatan milik pemerintah yang memenuhi persyaratan wajib bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sedangkan untuk fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri mengatakan rumah sakit swasta jangan membandingkan tarif INA-CBG
108Jakarta.com – Sejumlah Puskesmas di DKI Jakarta, akan beralih fungsi menjadi Rumah Sakit tipe D. Rumah sakit tipe D adalah rumah sakit yang bersifat transisi dengan kemampuan hanya memberikan pelayanan dokter umum dan dokter gigi. Rumah sakit ini bisa menampung rujukan yang berasal dari Puskesmas.
Dengan beralih fungsinya Puskesmas menjadi rumah sakit tipe D, diharapkan bisa memudahkan masyarakat untuk berobat.
Direktur Utama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Theryoto mengatakan, tahun ini Pemprov DKI sedang memrogramkan penambahan rumah sakit daerah di Jakarta.
Caranya dengan meningkatkan status Puskesmas menjadi rumah sakit Type D. “Tidak ada artinya pelayanan gratis kalau jarak akses masih jauh. Ini juga sedang kita pikirkan. Tahun ini ada beberapa Puskesmas akan dijadikan RS tipe D itu,
PEKANBARU: Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau akan membentuk tim audit medis yang tugasnya melakukan penilaian dan pengawasan terhadap tenaga-tenaga medis yang bertugas di rumah sakit daerah seluruh kabupaten/kota di Riau.
Pembentukan tim audit medis ini berguna agar masyarakat memperoleh jaminan dalam mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit umum daerah. Misalnya jika ada kasus dokter kosong saat ada pasien datang ke RSUD, maka akan dilakukan penyelidikan apa alasan dari dokter tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin dalam keterangannya Kamis (16/1) di Pekanbaru mengatakan bahwa tidak ada istilah dokter libur, apalagi dokter yang bertugas di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setiap saat harus ada dokter yang siaga di sana.
Hal ini diungkapkannya karena sering kali terjadi pasien dari rumah sakit kabupaten/kota harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dengan alasan dokter tidak berada di tempat. “Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi karena dokter tidak boleh meliburkan diri,” jelasnya.
Dikatakannya pada tahun ini Dinas Kesehatan akan membuka 24 jam sebanyak 210 puskesmas di Riau dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Saat ini baru 70 puskesmas yang buka 24 jam. “Kita akan melakukan bertahap sehingga nantinya sebanyak 210 puskesmas akan buka 24 jam,” ungkapnya.
Untuk mengoperasikan puskesmas buka 24 jam itu, Diskes Riau telah mengajukan anggaran sebesar Rp27 miliar, namun baru disetujui sepertiganya. Sisanya nanti akan diajukan pada APBD Perubahan. Karena itu program ini akan dilakukan secara bertahap.
Puskesmas yang akan buka 24 jam tersebut akan dilengkapi berbagai kebutuhannya, seperti tenaga medis, peralatan medis serta dokter yang on call. “Sehingga nantinya puskesmas-puskesmas itu selalu siap sedia melayani pasien kapan saja,” tambahnya.(rgi/ad)
Sumber: riau.go.id
BENGKULU, BE – Walikota H Helmi Hasan SE resmi melantik Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera MM, sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin.
BATU – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Batu, memastikan masyarakat yang menjadi anggota BPJS akan mendapatkan pelayanan yang memuaskan. BPJS dan pihak rumah sakit dianggap sudah menjalin kerjasama dalam memberikan yang terbaik bagi warga.
Peluang bisnis rumah sakit di 2014 makin bersinar. Dalam 2-3 tahun terakhir jumlah pertambahan rumah sakit di Indonesia cukup signifikan. Pertambahan itu akan memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada industri rumah sakit secara keseluruhan, dan juga industri penunjangnya seperti farmasi dan alat-alat kesehatan.
Salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan industri rumah sakit adalah diberlakukannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Faktor kedua, peningkatan daya beli masyarakat karena perbaikan ekonomi. Dengan daya beli yang meningkat, otomatis kesehatan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Yang terakhir, dari segi populasi, adalah bertambahnya usia harapan hidup manusia Indonesia.
Kalau tidak salah, angka harapan hidup laki-laki dan perempuan Indonesia sudah di atas 70 tahun. Saat ini terjadi peralihan tren penyakit di Indonesia, dari penyakit infeksi akut ke penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, dan diabetes.
Para ahli memprediksikan tiga penyakit itu akan menjadi masalah jamak di masyakarat, sehingga Rumah Sakit Pondok Indah fokus meningkatkan pelayanan di tiga penyakit itu. Caranya dengan menambah tenaga ahli, alat medis baru, dan pelayanan one-stop. Maksud pelayanan one-stop adalah penanganan satu penyakit oleh satu tim. Misalnya, yang biasanya setelah operasi jantung diserahkan ke fisioterapi, ini tidak. Ada tim khusus, jadi pelayanannya terintegrasi.
Apa saja rencana RS Pondok Indah (RSPI) di 2014, dikemukakan