BULUKUMBA, BKM — Sejak satu bulan terakhir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HA Sulthan Dg Radja dipenuhi pasien demam berdarah dengue (DBD). Sebagian besar diantaranya adalah anak-anak, mulai dari usia 1 tahun, murid Sekolah Dasar (SD) hingga siswa SMP.
Pasien DBD yang dirawat di RS ini bukan hanya warga berdomisili dalam kota Bulukumba. Tapi juga anak dari kecamatan Kindang, Rilau Ale dan UjungloE.
Khusus di perawatan VIP dan VVIP RSUD HA Sulthan Dg Radja, dari 15 kamar yang tersedia, 7 kamar dihuni penderita DBD. Termasuk Amanda Dwi Ramadhani, murid kelas 1 SD negeri 2 terang-terang.
Kuat dugaan, putri H Suaedy Lantara, murid kelas 1 SD ini mendapat gigitan nyamuk di sekolahnya. Apalagi, sepekan sebelumnya anak salah seorang pegawai RSUD Bulukumba, Hj Sumriati Hamkas yang juga murid SDN 2 Terang-terang juga terserang penyakit DBD dan dirawat di rumah sakit selama seminggu.
Pantauan koran ini, sejak Senin pekan lalu, sedikitnya ada 4 orang anak pasien DBD yang masuk pada Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Bulukumba. Satu orang diantaranya anak umur 1 tahun 6 bulan berasal dari Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang.
Selain itu, pasien DBD yang dirawat di RSUD Bulukumba adalah anak Staf Ahli Bupati Bulukumba Ir Suherman Suyuti.
Bahkan seorang dokter spesial anak RSUD HA Sulthan Dg Radja juga diserang penyakit DBD. Hanya saja sang dokter tidak dirawat di RSUD, melainkan menjalani perawatan di rumahnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Taufiq Hidayat meminta pemerintah menaikkan premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Rp 19.500 ke Rp 27 ribu per pasien.
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok Ernawati menerangkan, bahwa pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai pembangunan gedung baru di RSUD Depok. Padahal rencana penambahan kapasitas dan kelas RSUD tersebut sudah ada sejak tiga tahun lalu.
Surabaya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berlangsung sejak 1 Januari 2014. Hampir sebulan setelah pelaksanaan Menkes Nafsiah Mboi mengkritik antrean pasien di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSU dr Soetomo Surabaya.
TEMPO.CO, Banyuwangi – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Taufiq Hidayat meminta pemerintah menaikkan premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Rp 19.500 ke Rp 27 ribu per pasien. “Ini juga sesuai usulan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pusat,” kata dia, Rabu, 29 Januari 2014.
Kendati masih dalam penyelidikan kepolisian, Walikota Herman akan memanggil pihak RS.
ARGA MAKMUR
GUNA memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas secara maksimal, Satuan Lalu Lintas Polresta Depok melakukan inovasi pelayanan. Salah satunya berupa penandatanganan perjanjian kerjasama dengan tiga rumah sakit di Kota Depok dan PT Jasa Raharja.





