Surabaya
RS Bethesda Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
YOGYA (KRjogja.com) – RS Bethesda memasuki usia yang ke 115 tahun. Sebagai ungkapan syukur atas usia yang telah mencapai 1 abad lebih, RS Bethesda berkomitmen sebagai RS yang dapat melayani masyarakat dengan kasih, unggul dan berbudaya.
Dirut RS Bethesda dr Purwoadi Sujatno Sp PD mengatakan hal tersebut dalam ucap syukur di Auditorium Lantai 3 rumah sakit setempat, Selasa (20/5). Acara yang dihadiri sejumlah relasi ini, menampilkan petunjukkan opera yang bercerita tentang sejarah perjalanan RS Bethesda. Pertunjukkan yang mengambil judul Gema Kasih Petronela ini diperankan pelajar dari SMA BOPKRI 1 Yogyakarta dan karyawan RS.
RS Bethesda terus berkomitmen dapat melayani masyarakat tanpa harus membeda-bedakan siapa yang berobat. “Ada dua keunggulan yang kami miliki. Kegawatdaruratan medis dan stroke center. RS kami kerap dijadikan jujukan masyarakat yang kurang mampu. Salah satu buktinya dengan siapapun yang masuk ke IGD, kami tidak akan bertanya apakah sudah mempersiapkan uangnya atau belum,” katanya.
Sementara itu terkait keberadaan stroke center, dr Purwoadi menuturkan, sekarang ini kasus stroke yang terjadi di masyarakat cenderung mengalami peningkatan. RS Bethesda juga menjadi RS pertama yang memiliki unit penanganan stroke di tahun 1997 lalu. Banyak pasien stroke yang memiliki berobat di RS Bethesda dibanding ke RS lain.
“Pasien yang datang tidak hanya berasal dari Yogyakarta saja. Tapi juga meliputi Jawa Tengah bagian utara dan selatan. Bahkan juga sampai Indonesia bagian timur,” ujarnya.
Kedepan, pihak RS akan terus berupaya untuk bisa meningkatkan kinerja dan dipercaya oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan masyarakat. Seluruh karyawan juga dihimbau dapat lebih mengasihi ketika memberikan pertolongan.(Awh)
Sumber: kr.co.id
RS Indonesia di Gaza Butuh Alat-Alat Medis
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Organisasi sosial kemanusiaan yang berbasis di Indonesia, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), telah merampungkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah Gaza, Palestina. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat Indonesia agar memberikan bantuan lanjutan untuk pengadaan peralatan medis bagi rumah sakit wilayah konflik Palestina-Israel itu agar bisa beroperasi secara optimal.
Untuk kelengkapan alat-alat medis itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Angka ini mencapai dua kali lipat dari biaya pembangunan gedung rumah sakit tersebut.
“Hal yang patut disyukuri bahwa melalui Mer-C masyarakat Indonesia dapat mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Diharapkan masyarakat Indonesia khususnya umat muslim, terus melakukan bantuan lanjutan agar dapat segera mengisi rumah sakit tersebut
15 Dokter Spesialis Siap Periksa Kesehatan Capres-Cawapres
Bisnis.com, JAKARTA–Sebanyak 15 tim dokter spesialis yang dihimpun Ikatan Dokter Indonesia dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta siap memeriksa kesehatan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
“Ada 14 tim dokter spesialis dan satu tim yang disiapkan oleh RSPAD Gatot Subroto. Semua dokter anggota tim tersebut sudah siap melakukan pemeriksaan kesehatan capres
dan cawapres mulai Senin (19/5),” kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Zaenal Abdidin, MH.Kes. di Jakarta, Minggu (18/5/2014).
Sebanyak 14 tim dokter diseleksi oleh pengurus perhimpunan dokter spesialisasi yang bersangkutan, sedangkan satu tim lain disiagakan oleh pihak Rumah Sakit Pusat
Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
Sedikitnya 46 dokter spesialis disiapkan selama lima hari, hingga Sabtu (23/5), untuk memeriksa kesehatan para bakal capres dan cawapres. “Masing-masing tim spesialis terdiri dari tiga orang, kecuali untuk spesialis kejiwaan ada lima orang. Kemudian yang dari RSPAD ada dua dokter, yaitu dokter gigi dan psikolog,” jelasnya.
Ke-14 tim dokter spesialis tersebut menguasai bidang penyakit dalam, jantung pembuluh darah, paru-paru, bedah, bedah urologi, bedah ortopedi, obstetri dan ginekolog,
serta neurologi. Selain itu ada pula dokter ahli mata, THT (teling, hidung, tenggorokan), patologi klinik, patologi anatomi, radiologi dan kejiwaan.
Zaenal menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi anggota tim dokter pemeriksa antara lain telah mengabdi sebagai dokter minimal 20 tahun dan menjadi dokter spesialis
selama 15 tahun.
“Selain itu, yang utama, adalah tidak boleh menjadi dokter pribadi bakal pasangan calon dan bukan anggota partai politik. Kami dari IDI ingin anggota tim ini
RSUD Bayu Asih Overload
SUKATANI, RAKA – Disaat gencar-gencarnya pemerintah mensosialisasikan pengobatan gratis, Yana Suryana (45), justru harus terkapar tak berdaya di rumahnya, karena penyakit sesak napas yang diderita. Yana sempat berobat di dua rumah sakit namun dua-duanya menolak dengan alasan penuh.
Yana Suryana (45) warga Kampung Andir RT 18/05, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, akhirnya harus balik ke rumahnya setelah mendatangi dua rumah sakit di Purwakarta. Upaya untuk mendapatkan tindakan medis dari pihak rumah sakit harus kandas setelah dua RS yang didatangi menolak pasien dengan alasan overload. Saat ini, bapak empat anak ini hanya mengandalkan perawatan yang dilakukan keluarganya. Untuk berobat ke RS di luar Purwakarta, keluarganya tidak sanggup karena terbentur biaya.
Sementara Wahyu Iskandar (32) adik ipar Yana mengatakan, semula harapan untuk menyembuhkan kakak iparnya terbuka lebar setelah sebelumnya pasien mendapatkan rujukan dari Puskesmas Sukatani. Hasil rujukan mengarahkan agar pasien mendapatkan perawatan medis yang serius ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Namun begitu sampai rumah sakit pemerintah itu, Yana menelan kekecewaan. Pihak rumah sakit mengatakan rumah sakit sedang penuh dan merekomendasikan pasien untuk berobat ke RS Efarina Etaham. “Di RS Etaham juga sama, ditolak. Alasannya juga sama, katanya penuh. Terpaksa kita pulang lagi,” kata Wahyu menceritakan kejadian yang dialaminya pada hari Kamis (15/5) lalu.
Wahyu mengaku, setelah mendapatkan penolakan di dua RS tersebut, pasien sempat dirawat di Puskesmas Sukatani. Dan puskesmaspun tetap menyarankan agar pasien yang sudah dua bulan menderita sesak napas tersebut segera dilarikan ke RS, guna mendapatkan penanggulangan medis dari dokter ahli. “Ya mau gimana lagi, rumah sakit menolak kita pulangkan saja ke rumah. Supaya dirawat dirumah saja,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Nanang Saefudiin, Ketua RW setempat membenarkan kejadian yang dialami pasien tersebut. Pihaknya sudah berupaya bersama bidan di Puskesmas, agar Yana dapat dirawat di RS dengan menggunakan jaminan kesehatan. Namun, saat ini ia hanya berupaya membantu Yana dengan menggalang dana dari masyarakat untuk biaya pengobatan Yana. “Sekarang usaha yang dilakukan paling mengumpulkan dana, dari masyarakat dan para tokoh yang mau membantu meringankan keluarga pasien,” paparnya.
Secara terpisah, Dirut RS Bayu Asih, Agung Darwis saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dalam penjelasannya, ia mengatakan seluruh ruangan kamar untuk pasien dalam kondisi penuh. Sebanyak 264 tempat tidur yang ada di ruang inap RS Bayu Asih, kebetulan semuanya telah terisi oleh pasien-pasien lain yang tengah menjalani pengobatan. “Muhun kang leres, pinuh, (Iya mas betul, penuh),” jawab Agung. (awk)
Sumber: radar-karawang.com
RSU Nunukan Disoroti Tim Monitoring DPRD, Tak Sesuai LKPj Bupati
NUNUKAN,BERITAKALTARA.com.- Dalam Laporan Kegiatan Pertanggungjawaban (LKPj) dokter di RSU NunukanBupati Nunukan 2013, semua kegiatan Rumah Sakit Umum (RSU) Nunukan telah terdanai oleh APBD termasuk pemberian insentif para dokter, bidan dan perawat, namun nyatanya masih ada keluhan bahwa insentif itu kurang, bahkan ada yang mengaku belum terima.
Lawan Penyakit Sindrom Terowongan Karpal dengan Tomat
SURABAYA, SURYA – Banyak orang yang belum mengenal, apalagi memahami bahaya penyakit Carpal Tunnel Syndrome (CTS, sindrome terowongan karpal).
Hal ini menyebabkan para penderita seringkali terlambat menyadari. Mereka baru memeriksakan diri setelah dalam kondisi akut. Kalau sudah begitu, solusi terakhir harus operasi pembedahan.
Spesialis Brain and Spine Rumah Sakit (RS) Bedah Surabaya (BS), dr Gigih Pramono SpBS menjelaskan, dalam operasi bedah ini, serat-serat otot agar saraf median memiliki ruang ketika pergelangan tangan bergerak.
Gangguan CTS ini terjadi di dua tempat, yaitu tepat di urat nadi pergelangan tangan dan di samping bagian dalam tangan.
Untuk yang di urat nadi, biasanya terjadi karena posisi pergelangan tangan salah saat memegang gadget dan berlangsung berulang-ulang.
“Kalau (urat) yang samping tangan, itu terjadi karena pengguna handphone terlalu sering menggunakan ibu jari secara ekstrem,” ujar Spesialis Brain and Spine Rumah Sakit (RS) Bedah Surabaya (BS), dr Gigih Pramono SpBS kepada Surya (Tribun Network), Rabu (14/5/2014).
Bagi masyarakat yang tahu ada bahaya CTS, tidaklah sulit sebenarnya untuk menghindari. Mereka tinggal mengubah kebiasaan yang salah dalam memainkan gadget.
Misalnya mengistirahatkan aktivitas jari atau tangan bila sudah terasa lelah. Begitu juga dengan kebiasaan memegang atau menggenggam gadget secara serampangan perlu diubah dengan memerhatikan posisi tangan.
“Upayakan posisi telapak tangan (saat menggunakan gadget) tidak menekuk ataupun miring,” jelas Gigih Pramono.
Pencegahan tambahan perlu dilakukan. Dokter Eko Sulistijono SpS(k), Konsultan Syaraf Universitas Brawijaya (UB) Malang, menyarankan para maniak gadget memperbanyak konsumsi vitamin B.
Asupan gizi ini bisa menambah massa otot agar tak cepat lelah, mengurangi kram otot ataupun sulit tidur. Tidak perlu ongkos besar.
Banyak bahan makanan murah yang bisa menghasilkan vitamin ini. Eko menyebut di antaranya buah tomat, wortel, dan berbagai macam sayuran yang lain.
“Itu sangat manjur mengobati gangguan syaraf awal, seperti nyeri. Syaratnya mereka juga harus mengurangi aktivitas (mengoperasikan gadget) . Jika tidak ya percuma,” katanya.
Menurut Eko, cara terbaik menghindari CTS akibat gadged adalah mempergunakan ponsel secara proporsional. Durasi waktu penting untuk diperhatikan.
Eko memaparkan, durasi waktu ideal seseorang memegang ponsel untuk menelepon hanyalah 15 menit. Sedangkan untuk mengetik sms, ia memperkirakan hanya 30 menit.
Apabila lebih dari waktu ini, ia menyarankan agar pemakainya berhenti sejenak. Kira-kira 5 atau 10 menit untuk merelaksasi otot.
“Kalau ingin menelepon lebih lama lagi disarankan untuk menggunakan handset,” kata Eko. Sementara untuk sms, sebaiknya dihentikan terlebih dulu dan jangan memaksakan diri sampai timbul rasa nyeri.
Gangguan penyakit CTS ini, menurutnya juga rentan bagi maniak game konsul maupun komputer, aktivitas mengetik di laptop.
Di Malang, lanjut Eko, penderita gangguan syaraf cenderung mengalami pergeseran.
“Kalau dulu yang terkena syaraf terjepit biasanya orang-orang di atas usia 50 tahun. Tapi, saat ini usia 20 hingga 30 tahun yang paling banyak terkena gangguan syaraf berat,” katanya terheran.
Kendati begitu, Eko menduga penggunaan gadget sebagai salah satu penyebabnya. Di luar itu, ada juga sederet pemicu.
Di antaranya faktor genetik juga menjadi salah satu kemungkinan juga ada faktor lain yang juga bisa mendorong seseorang mengalami syaraf terjepit di usia muda.
Prosedur Klaim Ambulan Pasien BPJS
Pelayanan ambulan dapat diberikan pada transportasi darat dan air bagi pasien BPJS dengan kondisi tertentu antar fasilitas kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penggantian biaya pelayanan ambulan sesuai dengan standar biaya ambulan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Dalam hal belum terdapat tarif dasar ambulans yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah, maka tarif mengacu kepada tarif yang berlaku di Kabupaten/Kota yang kondisi geografisnya relatif sama
Prosedur

(Berita Daerah
Solo 





