manajemenrumahsakit.net :: WONOGIRIKOTA -Berawal dari mewabahnya penyakit Malaria yang menyerang hampir
RSUD Sultan Syarif Abdurrahman ramah lingkungan
manajemenrumahsakit.net :: Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Abdurrachman terletak di Jl. Komyos Sudarso Kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat di atas lahan seluas 3,6 hektare atau setara 36.000 meter persegi memiliki konsep tersendiri dalam pelayanannya, yaitu menerapkan pelayanan tanpa kelas, sehingga pasien dilayani tanpa perbedaan pelayanan.
Menurut data dari Kementrian Kesehatan di Kalimantan Barat saat ini terdapat kurang lebih sebanyak 36 unit Rumah Sakit, yang terdiri dari 21 unit Rumah Sakit Pemerintah dan 15 unit Rumah Sakit Swasta.
Pengelolaan Lingkungan Rumah Sakit
Walaupun rumah sakit milik daerah, tetapi RSUD Sultan Syarif Abdurrachman tetap diwajibkan memiliki dokumen lingkungan, dalam bentuk UKL UPL. Dalam rencana pengelolaan lingkungan di dokumen UKL UPL tercantum pengelolaan semua dampak yang mungkin terjadi.
Dalam operasional di lapangan, penyediaan ruang terbuka hijau, terlihat penanaman sudah dilakukan di pot-pot yang berbentuk memanjang, sehingga selain berfungsi sebagai penyerap gas CO2 dan menghasilkan oksigen, juga dapat berfungsi sebagai penambah nilai estetika.
Dari segi kebersihan lingkungan pun cukup baik. Kebersihan lantai dan dinding masih terjaga dengan sangat baik. Tong sampah dan petugas rumah sakit juga mengerti akan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Mempertahankan Pola Pikir
Secara umum, Rumah Sakit Sultan Syarif Abdurrachman sangat baik, terutama untuk sarana dan pra sarana yang tersedia di lapangan. Kebersihan dan upaya menjaga lingkungan sudah direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Diharapkan, pola pikir pegawai Rumah Sakit tetap terkonsep untuk tetap menjaga lingkungan sekitar sehingga rumah sakit Sultan Syarif Abdurrachman tidak hanya terjaga saat ini, namun seterusnya.
Sumber: pontianakkota.go.id
Pemkot Sukabumi Segera Bangun Rumah Sakit Gratis
manajemenrumahsakit.net :: SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat, berencana membangun rumah sakit gratis, khususnya untuk masyarakat tidak mampu, pada akhir tahun 2014 yang lokasinyya di Kecamatan Lembursitu.
“Pembangunan rumah sakit gratis ini harus dipercepat dan kami menginginkan pada tahun ini juga pembangunannya sudah bisa dilaksanakan sehingga pada tahun 2015 bisa dioperasionalkan,” kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, Rabu (12/11/2014).
Menurut Muraz, pembangunan rumah sakit ini merupakan janji politiknya saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah pada 2013 lalu dan akan direalisasikan pada tahun ini.
Selain itu, tujuan dibangunnya rumah sakit gratis ini untuk membantu Rumah Umum Sakit Daerah (RSUD) R Syamsudin SH dalam menangani pasiennya.
Lebih lanjut, pasien dari keluarga miskin yang sakitnya tidak terlalu parah namun harus dirawat inap bisa dialihkan perawatannya ke rumah sakit ini. Untuk anggarannya sendiri pihaknya akan menggunakan alokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Sukabumi.
“Diharapkan dengan adanya penambahan rumah sakit ini, bisa menambah pelayanan terhadap pasien tidak mampu untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan maksimal. Sehingga tidak perlu ada lagi pasien yang harus menunggu beberapa hari, karena penuhnya ruang rawat,” tambahnya.
Rencananya, rumah sakit ini akan digunakan untuk warga yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, maupun warga tidak mampu yang menggunakan surat keterangan tanda tidak mampu dari kecamatan maupun kelurahan.
Sehingga, targetnya tidak ada lagi pasien miskin yang terlantar karena tidak mempunyai biaya pengobatan.
Di sisi lain, saat ini pihaknya sudah memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada 27 ribu warganya yang tidak mampu dan untuk biayanya ditanggulangi sepenuhnya dari APBD Kota Sukabumi dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Mereka yang diberikan kartu BPJS ini yang tidak terdata sebagai penerima Jamkesmas dari pemerintah pusat.
Sumber: bisnis.com
Seluruh RS di Tangerang Fasilitasi Akte Kelahiran Online dan Gratis
manajemenrumahsakit.net :: Tangerang – Seluruh rumah sakit (RS) di Kota Tangerang, Banten, akan menerapkan pelayanan akte kelahiran secara online dan gratis, menyusul sembilan RS yang sudah mengaplikasikannya.
Sembilan RS itu, RSU Aminah, RSIA Aqidah, RSU Mulya, RSIA Mutiara Bunda, RSU Sari Asih Karawaci, RSU Sari Asih Sangiang, RSUD Kota Tangerang, RSIA Dinda dan RSU An-Nisa. ”Ke depannya, seluruh RS di Kota Tangerang, baik swasta maupun milik pemerintah yang jumlahnya 23, akan menerapkan pelayanan akte online gratis ini,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Erlan Rusnarlan di Tangerang, hari ini.
Program itu, kata Erlan, diluncurkan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pada 17 Agustus 2014. Hingga kini, sudah 126 ibu melahirkan yang memanfaatkan fasilitas ini.
“Pelayanan ini sangat mudah dan cepat, tanpa harus datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ibu hamil yang melahirkan diminta data diri oleh pihak RS untuk diinput ke sistem Disdukcapil Kota Tangerang. Selanjutnya, petugas Disdukcapil akan melakukan proses, selesai paling lama dua hari,” kata Erlan.
Setelah akte jadi, akte akan diserahkan atau diambil petugas RS. Warga bisa mendapatkannya dengan melengkapi salinan surat nikah, KTP dan kartu keluarga. “Jadi, tidak harus bolak balik dan antri. Semua terkomputerisasi,” kata Erlan.
Konsekuensinya, setiap RS harus memiliki petugas khusus pelayanan akte serta komputer terkoneksi internet. (IZN – pdpersi.co.id)
Sumber: pdpersi.co.id
Butuh Dokter, Tak Perlu ke Rumah Sakit
manajemenrumahsakit.net :: Perkembangan teknologi digital khususnya internet telah memudahkan generasi saat ini dalam seluruh aspek kehidupan. Mulai dari bekerja,
RSUD Gelar Workshop Service Exellence
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Pasien
manajemenrumahsakit.net :: METRO
Rumah Sakit Asy-Syifa di Gaza Alami Krisis Makanan
manajemenrumahsakit.net :: Gaza – Seperti diberitakan media massa, akibat tunggakan selama lima bulan, perusahaan penyedia makanan di Gaza menghentikan penyediaan makanan untuk RS Asy-Syifa. Besarnya tunggakan mencapai 800.000 shekel atau sekitar USD 211.000.
Bersiap Membangun 40 Rumah Sakit, Saham SILO Gagal Tembus Resistance
manajemenrumahsakit.net :: Untuk mencapai target 2015, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan belanja modal (capex) sekitar US$ 140 juta guna semakin ekspansif dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas internasional di berbagai kota di Tanah Air. SILO berencana membangun hingga 10 rumah sakit tahun depan dan hingga akhir 2017, perseroan akan membangun 40 rumah sakit.
Perseroan mematok target konservatif pembangunan 6-8 rumah sakit tahun depan. Target itu lebih tinggi dibanding tahun ini. Dari awal tahun 2014 sampai saat ini, SILO sudah membuka dua rumah baru serta mengakuisisi dua rumah sakit. Pada 2015, SILO berharap bisa membangun hingga 10 rumah sakit. Dalam pipeline bisnis perseroan ada sekitar 34 rumah sakit baru yang akan dibangun dalam beberapa tahun mendatang.
Sepanjang semester I-2014, SILO mencetak pendapatan SILO yang tercatat naik 31% menjadi Rp 1,56 triliun. Sementara EBITDA tumbuh 45% menjadi Rp 208 miliar. Laba bersih SILO juga naik dari Rp 21,9 miliar menjadi Rp 46,13 miliar. Saat ini SILO tengah mengejar pembangunan tiga rumah sakit di sisa tahun ini. Setelah beberapa waktu tertunda, SILO akan membuka tiga rumah sakit baru di Medan, Kupang, dan Yogyakarta pada kuartal IV-2014 mendatang.
Dana pembangunan rumah sakit berasal dari belanja modal SILO yang sebesar Rp 900 miliar. Setidaknya, satu rumah sakit membutuhkan dana sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar. Artinya, SILO menyiapkan Rp 600 miliar untuk membangun tiga rumah sakit tersebut. SILO menargetkan bisa membangun tujuh rumah sakit per tahunnya, namun tahun ini SILO terhadang kendala sisi perizinan. SILO pun telah menunda pembangunan dua rumah sakit di Ambon dan Serang. Hingga saat ini, SILO sudah mengoperasikan 17 rumah sakit yang tersebar di 13 kota di Indonesia dan sepuluh di antaranya adalah rumah sakit baru.
Kini, kapasitas rumah sakit SILO mencapai 3.900 tempat tidur dengan 1.700 dokter umum dan spesialis. Pendapatan SILO dari 7 rumah sakit lama berkontribusi 69% dari total pendapatan yang sebesar Rp 1,56 triliun. Sementara 10 rumah sakit baru menyumbang Rp 472 miliar atau mewakili 30% dari total pendapatan.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham Senin (10/11/14), saham SILO dibuka pada level 14,450 dalam kisaran 14,300







