manajemenrumahsakit.net :: KBRN, Afrika : Untuk mendukung kelancaran jalannya Misi MINUSCA (United Nations Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) atau misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Central African Republic (CAR),
Rumah Sakit Pangkalanbun Siapkan 100 Tempat Penyimpanan Jenazah
TRIBUNNEWS.COM, PANGKALANBUN – Penemuan tiga jenazah yang diduga sebagai korban penumpang pesawat AriAsia yang jatuh di Perairan Teluk Kumai, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, langsung disikapi secara cepat oleh pihak Rumah Sakit Sultan Immanudin Pangkalanbun.
Direktur RS Sultan Immanudin, Pangkalanbun, Dr Suyuti, saat dimintai komentarnya terkait penemuan mayat yang diduga sebagai korban pesawat Air Asia, Selasa (30/12/2014) siang, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Tim Identifikasi Polda Kalteng terkait penemuan jenazah tersebut.
Menurut dia, Pihaknya juga akan menambah tempat untuk penyimpanan mayat sementara yang awalnya hanya mampu menampung sebanyak 20 orang menjadi bisa ditambah seratus orang.
“Kami sudah siap semua sarananya, termasuk tenaga medis yang akan menanganinya,” katanya.
Sumber: tribunnews.com
YOGYAKARTA Siap Canangkan Rumah Sakit Berbasis Obat Tradisional (Herbal Medik)
manajemenrumahsakit.net :: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana mencanangkan program rumah sakit berbasis obat tradisional atau yang dapat memberikan layanan kesehatan dengan obat tradisonal.”Nanti rencananya pelaksanaannya akan dibiayai dengan dana keistimewaan,” kata Kepala Sub Bagian Pengembangan Kesejahteraan Rakyat Bappeda DIY, Abu Yazid di Yogyakarta, Selasa (30/12/2014).Menurut dia, wacana pengembangan rumah sakit berbasis obat tradisional itu dimunculkan disamping untuk menghadirkan pengobatan alternatif bagi masyarakat, juga bertujuan menonjolkan kekayaan obat-obatan dengan bahan baku alam.
“Semangatnya adalah kembali ke nature. Apalagi dengan bahan baku yang terdapat di alam kita bisa langsung menggunakan dan lebih murah,” kata dia.
Selanjutnya, alasan pencanangan rumah sakit berbasis obat tradisional akan dibiayai dengan dana keistimewaan karena bersinggungan dengan pelestarian obat-obatan tradisional sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Yogyakarta.
Adapun rumah sakit mana saja yang akan ditunjuk serta besaran alokasi pendanaanya masih dalam tahap pembahasan. “Dalam pemanfaatan dana keistimewaan kami berpikiran kenapa tidak mengambil langkah untuk mengembangkan itu,” kata dia.
Meski demikian, menurut dia, dalam implementasinya akan dikembangkan serta melalui kajian lebih lanjut oleh Pemda DIY dengan berkoordinasi bersama tim kedokteran. “Untuk lebih modernnya nanti tentu memerlukan pengembangan lebih lanjut dari tim di bidangnya,” kata Abu Yazid.
Sumber: pelatihanrumahsakit.com
Komisi IV Harapkan Peningkatan Pelayanan Rumah Sakit
manajemenrumahsakit.net :: Samarinda (ANTARA Kaltim) – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Yahya Anja mengharapkan semua rumah sakit di wilayah setempat bisa meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya untuk masyarakat yang kurang mampu, yang selama ini sering disepelekan.
“Masyarakat punya hak untuk dilayani secara baik, dan bila mereka tidak mampu bukan berarti diabaikan, karena pemerintah daerah sudah memberikan jaminan kesehatan melalui asuransi,” terang Yahya Anja saat melakukan dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Kaltim, Selasa, di Gedung DPRD Kaltim.
Yahya Anja juga menyoroti persoalan administrasi yang ada selama ini masih dinilai berbelit-belit oleh rumah sakit sehingga menyebabkan pasien kesulitan dalam melangsungkan perawatan ke tahap selanjutnya.
Yang lebih parah, lanjut Yahya Anja, jika pasien itu mengalami sakit kritis yang mengharuskannya segera mungkin untuk ditangani serius oleh tenaga medis di rumah sakit.
Tetapi karena terbentur administrasi sehingga pasien tersebut tidak ditangani secara medis oleh pihak rumah sakit.
“Peningkatan kualitas pelayanan pada rumah sakit harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat merasakan kenyamanan. Ke depan pengurusan administrasi harus dipermudah sehingga masyarakat yang sakit kritis dapat cepat ditangani oleh rumah sakit sesegera mungkin,” katanya.
Anggota Komisi IV lainnya Ahmad Rosyidi membeberkan, banyak sekali pertanyaan dan keluhan dari masyarakat didapati terkait soal jasa kesehatan yang sangat perlu mendapatkan perhatian.
Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya, pasien lainnya pun juga mungkin pernah mengalami hal serupa terkait sistem pemeriksaan rumah sakit oleh seorang dokter yang ketika mendiagnosa penyakit tidak memberitahukan apa yang menjadi penyebab penyakitnya.
“Saya tidak tahu pasti, apakah itu semua menjadi prosedur rahasia pihak rumah sakit, atau sistemnya yang bagaimana, kita tidak tahu. Harapan saya alangkah lebih baik jika pihak rumah sakit dapat memberitahukan penyebab sakit tersebut, sehingga pasien dapat menghindari,” kritiknya.
Anggota Komisi IV Selamat Ari Wibowo menambahkan sudah semestinya jika rumah sakit meningkatkan kualitas baik dari segi manajemen maupun pada pelayanan, agar dapat lebih maju dan dapat diperbaiki setiap tahunnya.
“Jumlah orang yang mengalami sakit semakin hari semakin bertambah, diharapkan kepada seluruh rumah sakit dapat meningkatkan kualitas dan memperbaiki sistem pelayanan sehingga masyarakat merasa nyaman dan puas ketika ketika ada di rumah sakit,” katanya.(*)
Sumber: antarakaltim.com
Pelayanan Pasien BPJS di Rumah Sakit Wajib Paperless

manajemenrumahsakit.net :: MEDAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi melakukan simulasi prosedur layanan BPJS di Rumah Sakit Umum Pusat H.M. Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara (28/12). Layaknya warga masyarakat pengguna layanan BPJS, Yuddy melakukan registrasi sampai dengan penanganan oleh dokter, sesuai dengan penyakit yang diderita oleh peserta BPJS.
Usai menjalani prosesi itu, Yuddy menyayangkan masih adanya penggunaan kertas dalam proses registrasi pasien peserta BPJS. “Ke depan, dalam tata kelola pemerintahan diharapkan semua proses yang ada sudah paperless, karena menggunakan teknologi informasi terkoneksi. Untuk rumah sakit, antara data peserta BPJS dengan pihak rumah sakit harus sinkon,” ujar Yuddy.
Menteri melakukan blusukan di sela-sela kegiatannya mewakili Presiden dan Wakil Presiden menghadiri Perayaan Natal Bersama di Kabupaten Delitua dan Kabupaten Polonia, Sumatera Utara.
Dalam kesempatan itu, Yuddy juga mengunjungi Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam Sumatera Utara. Di rumah sakit ini, justeru Yuddy Chrisnandi sempat terkejut. Menyaksikan bangunan megah nan mewah itu ternyata merupakan rumah sakit swasta yang lokasinya berada di Kabupaten Deli Serdang.
Menteri Yuddy yang didampingi Deputi Pelayanan Publik Mirawati Sudjono, dalam kesempatan itu meresmikan sebuah fasilitas layanan (Neonatal) ICU untuk bayi berusia 0 s/d 28 hari (NICU). “Saya mengapresiasi pelayanan di rumah sakit ini, yang delapan puluh lima persen pasiennya peserta BPJS,” ujarnya.
Menurut Ketua Yayasan RS. Grand Medistra Lubuk Pakam Johannes Sembiring, rumah sakit ini juga memiliki Akademi Kebidanan, Akademi Keperawatan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. (sgt/HUMAS MENPANRB)
Sumber: menpan.go.id
RSUD Sekayu Kembali Raih Juara RSSIB
manajemenrumahsakit.net :: PALEMBANG – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali bersinar di penghujung 2014. Kali ini prestasi ditoreh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, yang berhasil meraih dan mempertahankan gelar juara Lomba Rumah Sakit Ibu dan Bayi (RSSIB) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Ajang lomba tahunan yang digelar Pemprov Sumsel dalam rangka puncak peringatan Hari Ibu ke 86 ini, berlangsung di Aula Pertemuan Griya Agung Palembang, Rabu (24/12) lalu, mengusung tema Kesetaraan Perempuan dan laki – laki dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin secara simbolis menyerahkan penghargaan juara lomba RSSIB, dan diterima oleh Kepala Bidang Keperawatan RSUD Sekayu, Yulisa SH MKes, selaku mewakili Direktur dan Jajaran RSUD Sekayu. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Muba, Hj Lucianty Pahri, Asisten III Setda Muba, Ir Akmal Edy, serta perwakilan para Bupati/Walikota se-Sumsel.
Ketua Tim Penggerak PKK Muba, Hj Lucianty Pahri, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang telah diukir RSUD Sekayu.
“Alhamdulillah, kita bangga RSUD Muba kembali meraih penghargaan. Semoga penghargaan ini menjadi semangat untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat dan dapat menjadi contoh RSUD lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya memberikan arahan kepada kaum perempuan agar meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi anak, keluarga dan kaum perempuan itu sendiri.
“Ini bukan hanya acara seremonial saja, peran serta kita, tindakan kita untuk meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, kesehatan ibu dan anak sangat penting. Selain itu tingkat kematian ibu saat melahirkan masih tinggi, disinilah dibutuhkan peran organisasi-organisasi wanita yang terdepan dalam mengantisipasi hal tersebut,” imbuh Gubernur.
Sumber: beritamuba.com
Memotong BPJS Kesehatan Harus Dijerat Hukum
| manajemenrumahsakit.net – Medan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menegaskan tidak boleh ada pemotongan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di rumah sakit maupun Puskesmas. Yuddy menegaskan pemotongan klaim BPJS termasuk tindak pidana korupsi dan harus dijerat hukuman. |
| “Jika ada yang melakukan pemotongan, laporkan ke polisi. Itu korupsi namanya, korupsikan pidana, pidana itu ya berhadapan dengan hukum,” tegas Yuddy menjawab wartawan terkait adanya indikasi pemotongan BPJS Kesehatan di beberapa Puskesmas di kabupaten di Indonesia, saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Minggu (28/12).
Dia menjelaskan BPJS Kesehatan merupakan fasilitas kesehatan masyarakat yang dibantu pemerintah. Walaupun masyarakat juga turut membayar iuran per bulannya dengan kategori tiga jenis, yakni iuran Rp50 ribu, Rp40 ribu dan Rp30 ribu dan selebihnya dijamin pemerintah. “Jadi rumah sakit rujukan atau fasilitas-fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan untuk pasien BPJS Kesehatan itu klaimnya langsung ke pemerintah. Tidak boleh melakukan pemotongan biaya-biaya apapun atau anggaran-anggaran lainnya dari BPJS. Andai ada yang terbukti melakukan pemotongan, pihak yang dirugikan harus melapor. Pembayarannyakan dari Departemen Kesehatan melalui pemerintah daerah kabupaten/kota atau provinsi. Karena rumah sakit adanya di kabupaten/kota,” tegas Yuddy. Dia menambahkan alasan tidak boleh melakukan pemotongan terhadap anggaran kesehatan yang diberikan oleh pemerintah untuk rumah sakit dikarenakan rumah sakit sudah melaksanakan tugasnya. Mereka perlu mengcover biaya operasionalnya. Jika dipotong lagi bagaimana mereka meningkatkan pelayanan. Itu sama halnya dengan melakukan gratifikasi atau tindak pidana korupsi. “Misalnya tagihan satu rumah sakit ke Kota Medan, sebut saja Rp20 miliar. Lalu pemerintah kota minta jatah 10 persen dari rumah sakit, itu korupsi namanya. Jika rumah sakit merasa dirugikan oleh pemerintah kota, itu harus dilaporkan ke polisi. Tidak peduli apakah itu rumah sakit pemerintah atau swasta, laporkan pada polisi,” ujarnya. Terkait kunjungannya ke RSUP H Adam Malik Medan, Yuddy mengaku hanya untuk memastikan bagaimana pelayanan pihak rumah sakit. Meski hari libur namun pelayanan publik harus tetap buka. Dan publik harus tetap mendapat pelayanan yang baik, dokter harus ada, sarana dan prasarana terbuka, proses pelayanan mesti responsif. “Saya ingin memastikan apakah prosedur berjalan dengan seharusnya. Kelihatannya cukup baik, semoga bukan karena saya mau datang. Namun sehari-harinya RSUP H Adam Malik memang baik,” ungkapnya. Yuddy meminta agar manajemen rumah sakit memelihara kebersihan dan keindahan. “Jangan sampai pasien itu melihat atap yang bocor, jangan melihat lampu yang mati, perlihatkanlah sesuatu yang menyenangkan agar orang termotivasi untuk sembuh. Jadi diperbaikilah,” pungkasnya. Dia juga meminta agar para petugas menyambut pasien yang datang dengan senyum, layani dengan cepat, perlakukan penuh kasih sayang agar termotivasi untuk sembuh. “Jika dua hal itu ada, kebersihan dan pelayanan sudah baik, otomatis pasien 50 persen sembuh. Fungsi rumah sakit itu kan untuk menyehatkan orang yang sakit,” urainya. Dalam kunjungan itu, Menpan meninjau loket pendaftaran pasien Instalasi Gawat Darurat RSUP H Adam Malik. Bahkan, dia sempat menjajal kartu askes yang dibawanya mendaftar seolah pasien yang ingin berobat. Dia diterima petugas IGD Adam Malik. Selanjutnya, Menteri yang turut didampingi Deputy Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB Mirawati Sudjono, Kapolda Sumut itu masuki ke ruang IGD dan melihat pelayanannya. Ia juga melontarkan beberapa pertanyaan-pertanyaan terkait pelayanan kepada para petugas. (cw 02) Sumber: medanbisnisdaily.com |
Pengusaha Dukung Realisasi Rumah Sakit Khusus Pekerja
manajemenrumahsakit.net :: BANDUNG—Harapan Pemprov Jabar atas realisasi rumah sakit khusus pekerja ternyata disambut baik dan didukung oleh para pengusaha di Jawa Barat.
Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Ketenagakerjaan Ari Hendarmin mangatakan, pembangunan rumah sakit khusus pekerja tersebut akan sangat membantu mengurangi biaya hidup pekerja. Terlebih lagi, jika para pekerja mengalami gangguan kesehatan.
Untuk realisasinya, Ari mengatakan perlu adanya dukungan penuh dari pengusaha. Dia menuturkan kepada Bisnis, sejauh ini Apindo telah berkomunikasi dengan BPJS untuk bantuan pembangunan tersebut, namun sementara ini akan dimaksimalkan terlebih dahulu pada sektor jaminan sosial.
“Apindo juga sudah membicarakan dengan BPJS terkait perusahaan yang harus tetap terdaftar per 1 Januari 2015 meskipun peluncuran secara resmi program BPJS ketenagakerjaan baru pada Juli 2015,” katanya pada Kamis (25/12/2014).
Ari mengakui, relaisasi rumah sakit khusus karyawan ini akan memakan waktu lama seperti yang pernah dituturkan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Proses yang harus ditempuh antara lain penentapan anggaran, berapa dan dari mana asalnya serta bantuan penyediaan lokasi yang harus strategis oleh Pemda setempat.
Menurut Ari, jika rumah sakit ini dapat terealisasi, seharusnya pembangunan dilakukan di daerah-daerah pusat perindustrian seperti Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Bandung Raya, Kota Cimahi, dan Kabupaten Karawang. (k4)
Sumber: bisnis.com
RSUP Adam Malik Ingin Jadi Pelopor Rujukan Nasional
manajemenrumahsakit.net :: Medan. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan ingin menjadi pelopor di Sumatera untuk mendapatkan akreditasi nasional yang sudah diterapkan di seluruh rumah sakit di Indonesia. Hal itu untuk memenuhi keinginan manajemen Rumah Sakit H Adam Malik dan masyarakat Sumut menjadi pusat rujukan nasional.
“Kita yakin rumah sakit umum Pusat H Adam Malik Medan akan mendapatkan akreditasi nasional pada tahun 2015 mendatang,” ucap Direktur Utama RSUP H Adam Malik Medan Dr dr Yusirwan SpB, SpBA (K) kepada wartawan usai memberikan sosialisiasi penerapan lima hari kerja terhitung 1 Januari mendatang, Selasa (23/12).
Kata Direktur, sudah mempersiapkan SDM yang berkualitas baik dan sarana dan pasarana yang menunjang kinerja yang ada. Ruangan yang bocor dan tidak layak sudah diperbaiki dengan meningkatkan anggaran. “Saya tidak menginginkan pelayanan jadi terganggu dengan belum layaknya ruangan untuk pasien,” kata Yusirwan.
Yusirwan yakin, Rumah sakit Umum H Adam Malik Medan satu-satunya rumah sakit rujukan tidak akan membiarkan pasien terlantar. Semua terbuka untuk pasien. “Kalau ada yang kurang harus disampaikan tertulis. Jangan sampai mengganggu kenyamanan pasien yang lain. Saya inginkan semua yang ada di RSU H Adam Malik adalah keluarga sama-sama untuk medapatkan hak pelayanan yang baik,” imbuhnya.
Karena itu, bagi masyarakat yang ingin berobat dan dirujuk di rumah sakit milik kebanggaan masyarakat Sumut ini harap memakluminya.”Kita hanya mengikuti aturan dari pusat terhitung 1 Januari masuk kerja hanya lima hari dan masuk kerja pukul 8 sampai 5 sore,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan RSUP H Adam Malik Medan Dr H Welly Refnealdi MKes menginginkan, tidak ada lagi pasien maupun masyarakat Sumut berobat ke luar negeri. “Rumah Sakit H Adam Malik Medan sudah lengkap fasilitasnya dengan mengutamakan keunggulan pelayanan yang baik untuk merawat pasien. Jangan ragu lagi untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumut ini,” pungkasnya. (khairunnas)
Sumber: medanbisnisdaily.com
Pertama di Indonesia, RSUD Siak Sediakan Pos Penitipan Rokok
manajemenrumahsakit.net :: SIAK– Dalam menjaga kebersihan lingkungan serta terbebas dari asap rokok, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak telah lama menyiapkan tempat khusus penitipan rokok bagi pengunjung yang datang.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Siak, Hj Ulfah Hanum SKM MKL kepada







