SUBULUSSALAM : Wakil Walikota Subulussalam, H.Affan Alfian Bintang.SE memberi teguran langsung kepada Direktur RSUD, Dr.Azman terkait belum digantinya perubahan papan nama baru dari RSIA ke RSUD.
Teguran tersebut dilakukan Wakil Walikota setelah mendapat pertanyaan dari beberapa awak Media yang bertugas di Kota “Sada Kata” itu kepadanya. Seketika itu Affan langsung mengajak rekan Media turun untuk melihat langsung kebenarannya didampingi Direktur dan Sekretaris RSUD. Ternyata benar adanya sambil mempertanyakan mengapa bisa terjadi demikian sekaligus memerintahkan agar segera dibenahi.
Pada kesempatan itu, Dirut RSUD, Dr.Azman mengakui memang telah dikeluarkan Qanun tentang perubahan status RSIA menjadi RSUD sejak tahun lalu, namun menurutnya tidaklah serta merta langsung berubah efektif keseluruhan nya. Seperti sistim Administrasi Keuangan masih mencantumkan sebutan RSIA,”artinya ijab kabul sudah tapi harus tunggu peralihan di Perubahan nanti,” kata Azman, Sabtu (29/6).
Saat dipertanyakan ketiadaan makan dan minum bagi pasien JKA di RSUD ini, Azman menyebutkan bahwa memang benar tidak ada dianggarkan untuk itu. Dana tersebut mestinya didanai melalui DPA Daerah setempat,”JKA itu jelas porsinya yaitu 41% untuk jasa medis, 20 bahan habis pakai, 20 lagi ke sarana dan prasarana dan sisanya untuk jasa administrasi”.
Selanjutnya tambah Azman pula, bahwa ada mekanisme kerja JKA itu sendiri, jadi bukan sekedar datang pasien bawa kopian KTP dan KK seperti pengumuman saja. Harus ada penjenjangan mulai dari Desa lantas ke Kecamatan baru kepada Kita. Setelah itu dilayani, apabila disini kami tidak mampu baru dibuat rujukan ke Rumah Sakit Rimo atau Tapaktuan,”Tidak boleh langsung ke Medan atau Banda Aceh,” ucapnya.
Mengapa harus dirujuk ke RS Rimo tanya rekan media kembali dengan santai Dia menjawab disebabkan status RSUD ini masih tergolong berstatus tipe D,” Ada dua kegiatan lagi yang belum terlaksana disini. Setelah nantinya itu bekerja baru kita panggil tim visitasi dari Banda Aceh sekali dan juga tim dari Jakarta sebagai syarat kenaikan tipe RSUD tersebut menjadi Tipe C. Insya Allah dalam 2 bulan kedepan lah,”sebutnya.
Sumber: beritasore.com

TEBING TINGGI – Pelayanan RSUD Empatlawang masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat khususnya pasien yang berobat di sana.
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, panitia khusus (Pansus) yang dibentuk DPRD DKI telah menyetujui rencana pembangunan RSUD Pasar Minggu.
UU No 40 tahun 2004, bertujuan untuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau anggota keluarganya (pasal 3). Di dalamnya, terkandung asas keadilan sosial, yaitu seluruh rakyat Indonesia akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Mau ataupun tidak, sesuai amanat UU program BPJS ini akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2014. Tentunya, pelaksanaan program ini tidak serta merta langsung dapat meng-cover kebutuhan seluruh ratyat Indonesia. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, hingga pada 2019 seluruh Rakyat Indonesia telah menjadi peserta BPJS. Silahkan
A MOTHER who lost her baby at a scandal-hit maternity unit on Christmas Day has broken her silence to express disgust over the official cover-up of appalling care at the hospital.
Her case reveals how poor care at the unit posed deadly risks to mothers and babies even after Government regulator the Care Quality Commission passed the maternity unit as safe. Peter Walsh, chief executive of charity Action against Medical Accidents, said: “This case is all the more tragic because it would have been avoided if either the hospital itself or the regulator, the CQC, had done their jobs properly.”
Controversial plans to centralise some specialist hospital services in south Wales have led to an unprecedented public response, say health officials.
Makassar: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memanggil ke empat rumah sakit yang diduga menolak pasien balita bernama Revan. Di antaranya Rumah Sakit Daya, Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Ibnu Sina, dan Rumah Sakit Awal Brows, Makassar, Sulawesi Selatan.
SOLO – Malaysia Healthcare Exibiton digelar 28-30 Juni 2013 di kompleks Solo Paragon Mall. Melalui event ini diharapkan jumlah wisatawan medis asal Indonesia ke Malaysia bisa meningkat dari tahun lalu yang mencapai 12 persen.
SOLO—Rumah sakit swasta yang ada di Malaysia sangat konsen dan serius garap pasar Indonesia.





