|
Pembaca yang budiman,
15 Dec2014
Rumah Sakit di Australia Sering Tolak Pasien Percobaan Bunuh Dirimanajemenrumahsakit.net :: KBRN, Sydney : Pakar kesehatan mental mengatakan penanganan pasien kasus percobaan bunuh diri di Australia tidak konsisten, dan pasien yang mencari bantuan pengobatan kerap diabaikan dan disalahpahami. Pakar juga prihatin dengan seringnya pasien percobaan bunuh diri dipulangkan lebih awal atau ditolak sama sekali. Hasil kajian terbaru dari Lembaga Amal Kesehatan Mental SANE Australia dan peneliti dari Unievrsitas New England, memantau kondisi warga Australia yang berusaha bunuh diri. Manager pencegahan bunuh diri SANE, Sarah Coker mengatakan setiao orang yang berusaha bunuh diri, diperkirakan akan memicu 20 orang lainnya untuk melakukan bunuh diri juga. Menurut Coker pelaku percobaan bunuh diri tidak selalu mendapatkan perawatan yang sempurna yang dibutuhkannya dan bahkan kembali melakukan bunuh diri setelah menemui pakar kesehatan profesional. “Dan sayangnya laporan semacam ini jarang terdengar, kebanyakan orang menganggap tindakan mereka tidak bisa diterima,’ katanya. Kajian ini juga menemukan 80% pasien yang berusaha melakukan bunuh diri mendapatkan pengalaman negatif ketika dirawat di rumah sakit. Beberapa bahkan mengaku ditolak dibagian Unit Gawat Darurat (UGD) sementara yang lainnya dipulangkan sebelum sepenuhnya pulih. “Kami mendapati ada beberapa pasien yang menceritakan pengalaman sangat tidak menyenangkan ketika mereka dirawat di RS dan banyak dari mereka merasa mereka tidak ditangani secara serius, dan kurang diakui sebagai pasien atau mereka diterima sebagai pasien rawat inap tapu dikeluarkan sebelum waktunya,” katanya. Coker mengatakan perlakuan ini membuat banyak dari pasien kasus percobaan bunuh diri enggan menemui dokter profesional. “Ketika pasien takut dihakimi atau dipandang negatif, mereka akan malas membahas masalah kejiwaan mereka apalagi berobat dan itu sebabnya mengapa penting untuk memutus situasi terkait mitos dan stereotipe dari orang yang berusaha bunuh diri,’ kata Coker. Seorang pasien kasus bunuh diri yang terlibat dalam riset ini, Kristin mengaku dia berjuang keras mengalahkan dorongan untuk bunuh diri selama hidupnya dan telah beberapa kali berusaha untuk mengakhiri hidupnya sejak remaja. Kristin juga mengaku sulit mendapatkan pengobatan. “Depresi terkadang membuat kita sangat merasa tidak sehat, dan karenanya kita mengupayakan bantuan segala hal untuk mendapatkan tindakan yang tepat, tapi kita jika ditolak atau tidak didengarkan atau yang lebi parah adalah tidak mendapat perawatan yang membantu kondisi mental menjadi lebih baik.” “Menemukan bantuan yang layak adalah cara penyembuhan terbaik dan yang paling mungjkin dilakukan untuk membantu kita mengatasi keinginan bunuh diri karenanya ketika kita dirawat di rumah sakit seedaknya dan dikeluarkan cepat mungkin makan itu sangat sulit,” Studi inij merekomendasikan perbaikan mekanisme penerimaan pasien dan prosedur pemulangan warha yang memiliki kecenerungan bunuh diri. Direktur Kesehata Mental di RS Austin Health Melbourne, Professor Richard Newton, mengatakan lama masa tinggal terlalu lama di rumah sakit tidak selalu baik bagi pasien bunuh diri. “Mereka bisa semakin stress dan trauma dan tentu saja bisa semakin meningkatkan rasa keterasingan mereka,” Namun ia berpendapat bahwa jika seorang pasien bunuh diri meninggalkan rumah sakit, penting ada dokter dan perawat yang memberi informasi tentang perawatan lanjutan yang akan membantu mereka menghadapi semua masalah yang telah memicu mereka bunuh diri pertama kali”. (SAS/ABC) Sumber: rri.co.id
15 Dec2014
Wali Kota Optimistis RSUD Selesai 2015manajemenrumahsakit.net :: Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) – Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Ruzaidin Noor optimistis pembangunan rumah sakit baru selesai Agustus 2015 sebelum masa jabatannya sebagai kepala daerah berakhir. “Kami optimistis pembangunan bisa selesai sesuai target bulan Agustus 2015,” ujar wali kota usai kunjungan mendadak ke lokasi pembangunan RSUD Jalan Trikora Banjarbaru, Kamis. Kedatangan wali kota disambut Kepala Proyek RSUD Banjarbaru PT Adhi Karya (Persero) Tbk Bambang Lasmono yang mendampingi saat meninjau gedung blok A berlantai tiga. Menurut wali kota, realisasi proyek yang diperhitungkan menghabiskan dana APBD Banjarbaru selama empat tahun anggaran sebesar Rp199 miliar itu sudah mencapai target. Diharapkan selama pengerjaan proyek tidak ada hambatan berarti sehingga bisa selesai sesuai target pembangunan yang dimulai sejak Mei 2014 dan berakhir Agustus 2015. “Harapan kami, proyek berjalan lancar dan tidak ada hambatan agar gedung baru rumah sakit bisa segera digunakan untuk pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” katanya. Ia mengatakan, selain sudah sejak 2010 mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah sakit, pihaknya juga menyiapkan dana pendamping dalam pengadaan alat kesehatan. “Pengadaan alat-alat kesehatan diharapkan berasal dari bantuan pusat melalui Kemenkes sehingga pemkot tinggal menyiapkan dana pendamping bantuan tersebut,” ujarnya. Kepala proyek Bambang Lasmono mengatakan, realisasi struktur fisik bangunan hingga akhir November mencapai 38,5 persen dari target fisik sebesar 39 persen. “Seharusnya realisasi fisik 39 persen tetapi karena pasokan semen dari perusahaan penyuplai terhambat sehingga pengecoran bangunan menjadi tertunda,” ujarnya. Dikatakan, hambatan lain yang memengaruhi pekerjaan fisik adalah hujan yang turun sejak awal November sehingga pengerjaan bagian sisi luar bangunan otomatis terhenti. “Meski pun menghadapi beberapa hambatan di lapangan, tetapi kami optimistis pembangunan selesai sesuai target yakni bulan Agustus 2015,” ujarnya. Sumber: antaranews.com
15 Dec2014
UP2KP dan RS Harapan Kita kerjasama tangani pasien jantungmanajemenrumahsakit.net :: Jayapura (Antara Papua) – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) bekerja sama dengan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta guna menangani pasien penyakit jantung di daerah itu. “Salah satu faktor yang menyebabkan kematian di Papua adalah penyakit jantung dan pembuluh darah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai ketika bertemu dengan tim dokter dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta di kantor UP2KP di Jayapura, Rabu. Jika pendataan dilakukan secara detail di seluruh Papua, banyak pasien yang meninggal karena mengalami penyakit jantung bahkan setiap kampung ada pasien stroke total, stroke sedang dan stroke berat maupun stroke ringan, sehingga produktivitas berkurang, dasn pendapatan keluarga pun berkurang. “Penyakit jantung tidak saja mempengaruhi ekonomi keluarga, tapi juga mempengaruhi pendidikan anak-anak Papua. Oleh karena itu UP2KP bergerak cepat langsung bekerja sama dengan Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta,” ujarnya. Melalui kerja sama itu, kata dia, sesegera mungkin ada deteksi dini dan tindakan preventif agar jangan ada lagi kematian yang bertambah. “Berdosalah kita orang kesehatan yang diberi tugas oleh Tuhan melalui Pemerintah Daerah Papua, kita tahu bahwa ini adalah salah satu masalah yang mematikan orang Papua, tetapi kita diam-diam saja,” ujarnya. Dia menambahkan, UP2KP dan Dinas Kesehatan Papua memberi penghargaan yang setinggi-tingginya karena didatangi oleh tiga direktur dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Ketiga dokter yang datang dari Jakarta adalah Dr. dr Iwan Dakota, dr. Tri Wisesa Soetisna dan dr. Anna Ulfah Rahajoe Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK) Jakarta. (*) Sumber: antarapapua.com
12 Dec2014
DPRD Madina Minta IPAL RSUD Panyabungan Dipindahkanmanajemenrumahsakit.net :: Panyabungan – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta lokasi pembangunan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), dipindahkan. Pasalnya keberadaan IPAL tersebut dinilai akan membahayakan masyarakat sekitar. Demikian disampaikan Anggota DPRD Madina Syahriwan di Panyabungan, Selasa (9/12/2014). Beberapa hari sebelumnya, Syahriwan yang akrab disapa Kocu ini telah melakukan sidak ke RSUD Panyabungan. Proyek IPAL RSUD Panyabungan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2014 nilai kontraknya Rp2 miliar lebih, dikerjakan CV Putra Jaya. Keberadaan IPAL RSUD Panyabungan sangat meresahkan masyarakat sekitar. Selain itu sekolah banyak di sekitar lokasi pembangunan IPAL seperti SD, SMP dan SMA sehingga ditakutkan berbahaya karena udara yang dikeluarkan IPAL merupakan limbah RSUD Panyabungan. “Kita meminta Pemkab Madina agar mengkaji ulang keberadaan IPAL RSUD Panyabungan karena lokasi IPAL dibangun merupakan komplek pendidikan. Selama ini murid maupun pendidik selalu lawat dari pinggir lokasi pembangunan IPAL,” ungkap Syahriwan. Disampaikannya satu tahun dua tahun tidak terlihat dampak pengaruh limbah IPAL kepada masyarakat. Namun bagaimana nantinya sepuluh tahun ke depannya dampak dari limbah IPAL. Masyarakat akan banyak mengalami penyakit ISPA, pungkasnya. Pantauan wartawan, pembangunan IPAL RSUD Panyabungan hampir rampung. Bau limbah cukup menusuk hidung.
12 Dec2014
Kaltim Jadi Percontohan Layanan Kesehatan
Anggota Komisi IX DPR yang turut serta dalam kunjungan kerja (kunker) ke Kaltim, Aditya Anugrah Moha (F-PG), menilai, Kaltim bisa menjadi proyek percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Pemprov Kaltim sedang membangun beberapa rumah sakit pratama di daerah perbatasan, membangun sarana kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus, mengeluarkan kebijakan kawasan bebas rokok, dan lain-lain.
12 Dec2014
Rumah Sakit Tolak BPJS GakinRumah sakit Mulia Insani, Cikupa Tangerang Banten Tolak Pasien BPJS Keluarga Miskin manajemenrumahsakit.net :: KOPI – Seorang ibu berusia lanjut bernama Sanimah (65 Thn) yang sedang mengalami anemia parah terpaksa harus kembali ke rumah setelah ditolak oleh Rumah Sakit Mulia Insani (RSMI), Cikupa Tangerang Banten pada Minggu malam (7 Des 2014) dengan alas an bahwa kebijakan manajemen RSMI tidak menerima pasien transfusi darah. Nenek Sanimah (peserta BPJS Klas III) sebelumnya dirawat di Puskemas Cikande, Serang Banten dan dirujuk ke RSUD Balaraja
12 Dec2014
Cilacap Krisis Dokter Spesialismanajemenrumahsakit.net :: KBRN, Cilacap : Ketersediaan dokter spesialis di Kabupaten Cilacap sangat minim bahkan terbilang kritis. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Bambang Setyono membenarkan jumlah dokter spesialis di Cilacap sangat terbatas.
|
16 Dec2014

Tantangan rumah sakit dalam memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu, tidak hanya harus memenuhi kepuasan tetapi bahwa pasien harus terhindar dari harm dan resiko cidera sekecil apapun telah menjadi komitmen semua. Salah satu peran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut adalah dengan mengatur standar RS, salah satunya dalam bentuk
Pada hari Rabu, tanggal 17
manajemenrumahsakit.net ::
manajemenrumahsakit.net :: Semangat membangun layanan kesehatan bagi masyarakat terus digalakkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Seiring program BPJS Kesehatan dan KIS, Pemprov Kaltim terus menyesuaikan diri dengan program pemerintahan baru.





