|
Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Manajemen Rumah Sakit, Edisi Minggu ini Selasa, 27 Juni 2023 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut: Tantangan Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit
Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan penggunaan Sistem Informasi Rumah Sakit (Hospital Information System/ HIS) sejak 2013. Namun hingga saat ini belum semua rumah sakit di Indonesia telah menerapkan HIS. Beberapa hambatan telah mencegah mereka menerapkan HIS. Studi ini mengeksplorasi peluang dan hambatan penerapan Sistem Informasi Rumah Sakit (HIS) di Indonesia melalui studi kasus rumah sakit umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Reportase Regional Maintenance Center Kota Jayapura
Pertemuan sosialisasi pembentukan unit pemeliharaan alat kesehatan/Regional Maintenance Center (RMC) dilaksanakan di Kota Jayapura. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 13-14 Juni 2023. Metode kegiatan dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh peserta luring yang berasal dari 19 dinas kesehatan provinsi/ kab/ kota di Papua. Undangan luring ditujukan bagi dinas kesehatan lain di Papua, Provinsi Bali, Provinsi NTB, dan Provinsi NTT. Analisis Efektivitas Biaya: Apakah Ada Peran Pengujian Molekuler untuk Kanker Tiroid Diferensiasi Berisiko Rendah?
Pengujian molekuler untuk nodul tiroid bertujuan untuk memprediksi keganasan. Namun, perannya dalam memandu keputusan pengobatan belum sepenuhnya dipahami. Sifat jangka panjang dari kanker tiroid dan biaya tes genetik yang relatif tinggi telah membuat sulit untuk mempelajari penggunaan pengujian molekuler untuk manajemen kanker dalam situasi kehidupan nyata. Untuk mengatasinya, kami mengembangkan model komputer yang mensimulasikan penggunaan pengujian molekuler untuk memandu pengobatan pada pasien dengan kanker tiroid berdiferensiasi risiko rendah (lrDTC) dan membandingkannya dengan pendekatan pengobatan standar. Hubungan Rumit Employee Engagement dan Pendekatan Lean terhadap Peningkatan Mutu Rumah Sakit Umum
Pendekatan lean adalah sistem nilai tambah yang mengurangi biaya dan pemborosan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi layanan kesehatan. Penelitian ini menyelidiki hubungan pendekatan lean dengan tim manajemen puncak dan keterlibatan karyawan terhadap peningkatan kualitas rumah sakit umum di Malaysia. Penilaian Layanan Makanan Rumah Sakit Meningkatkan Asupan Gizi Pasien Rawat Inap
Malnutrisi di rumah sakit adalah masalah yang umum terjadi dan sering diabaikan yang berdampak tidak hanya pada hasil klinis pasien, seperti lama rawat inap, morbiditas, mortalitas, dan kualitas hidup, tetapi juga keberlanjutan sistem perawatan kesehatan secara keseluruhan. format kolom. Tujuan penulisan tinjauan pustaka sistematik ini adalah untuk mengumpulkan bukti ilmiah mengenai teknik penilaian kepuasan pelayanan makanan pada pasien rawat inap di rumah sakit. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Menggali Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Rumah Sakit, Kepercayaan Pasien, dan Loyalitas Dari Perspektif Service Encounter Pada Lansia |
|
Reportase Webinar Merajut Jejaring Pelayanan Primer Dan Rujukan Dalam Transformasi Sistem Kesehatan |
Reportase Regional Maintenance Center Kota Jayapura
Reportase Regional Maintenance Center Kota Jayapura
13-14 Juni 2023

dok. PKMK FK-KMK UGM
Pertemuan sosialisasi pembentukan unit pemeliharaan alat kesehatan/Regional Maintenance Center (RMC) dilaksanakan di Kota Jayapura. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 13-14 Juni 2023. Metode kegiatan dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh peserta luring yang berasal dari 19 dinas kesehatan provinsi/ kab/ kota di Papua. Undangan luring ditujukan bagi dinas kesehatan lain di Papua, Provinsi Bali, Provinsi NTB, dan Provinsi NTT.
Tujuan pertemuan untuk mensosialisasikan dan mendorong terbentuknya RMC khususnya di wilayah Papua. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Pengujian dan Kalibrasi Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Ir. Rakhmat Nugroho, MBAT. Kemenkes berharap seluruh kabupaten/kota dapat membangun dan mengembangkan RMC. Untuk itu, Kemenkes akan memberikan dukungan yang dibutuhkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pada 13 Juni malam, dilaksanakan pertemuan ramah tama dengan agenda pengisian kuesioner Self Assessment Potensi Regional Maintenance Center (RMC). Dari 19 dinas kesehatan yang hadir dalam pertemuan terdapat 16 dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota yang belum memiliki RMC diminta untuk mengisi kuesioner Self Assessment Potensi Pembentukan RMC. Hasilnya, potensi pembentukan RMC di wilayah Papua cukup besar, namun 50% peserta menilai komitmen pemerintah pusat masih kurang. Terhadap hasil ini, Asmoro Prajoko, STr.T (anggota Tim Kerja Pengujian & Kalibrasi Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan) menanggapi bahwa sebenarnya anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk RMC sudah pernah dibuka. Namun karena daerah tidak banyak yang memilih menu ini, maka anggaran DAK tersebut ditutup. Jadi pemerintah pusat sebenarnya mendukung, akan tetapi respon kebutuhan daerahlah yang menentukan apakah anggaran tersebut dibutuhkan atau tidak.
Melalui pertemuan ini diharapkan tumbuh kesadaran (awareness) pemerintah daerah tentang pentingnya RMC di wilayah kerja dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota. Dengan demikian diharapkan mutu pelayanan kesehatan meningkat melalui jaminan keandalan alat kesehatan yang dipergunakan di fasilitas kesehatan, untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan.
Reportase:
Indra Komala RN
Pada Rabu (14/6/2023) pada sesi pertama, telah diselenggarakan kegiatan pertemuan sosialisasi pembentukan unit pemeliharaan alat kesehatan/Regional Maintenance Center (RMC). Sesi pertama kegiatan ini diisi oleh Ir. Rakhmat Nugroho, MBAT, Hadi Tri Karyanto, SKM, dr Aswan Usman M.Kes. Sesi dipandu oleh Indra Komala, R.N., MPH selaku moderator.
Pentingnya Pembentukan Regional Maintenance Center (RMC) di wilayah kerja dinas kesehatan
Aswan Usman M.Kes.

dok. PKMK FK-KMK UGM
Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan R.I., dr. Aswan Usman M.Kes menyampaikan pentingnya pembentukan Regional Maintenance Center (RMC) di wilayah kerja dinas kesehatan. Per Juni 2023 telah terbentuk 73 RMC, dan diharapkan dapat segera terbentuk di wilayah-wilayah lain yang belum tersedia, karena mengingat besarnya manfaat tersedianya RMC.
Setelah dr. Aswan Usman M.Kes membuka acara dan sambutan, dilanjutkan pemaparan materi tentang pembentukan dan prospek pengembangan serta penguatan RMC. Diperlukannya alat penunjang dalam skrining diagnostik penyakit di puskesmas; perlu dipantau pastikan ketersediaan dan kondisi alat. Kondisi alat kesehatan di fasyankes per Mei 2023 di rumah sakit sebesar 253.5000 buah, 59% dalam kondisi baik, dan tidak dioperasikan, 24% rusak. Di puskesmas lebih besar lagi, 17.5% tidak berfungsi atau rusak. Di RS lebih rendah dr puskesmas krn tersedianya unit IPSRS (instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit). Itu sebabnya perlu di puskesmas yang bertanggung jawab untuk meminimalkan tingkat kerusakan. Manfaat RMC, mencegah kejadian yg tidak diinginkan karena tidak tersedianya fasilitas, efisiensi SDM khusus teknisi, mengawal perolehan alat kesehatan baik dr Kemkes agar sesuai tujuan teknisnya.
Dari kesimpulan materi yang dipaparkan bisa disimpulkan dengan adanya RMC di daerah akan terjadi optimalisasi tenaga teknis pemeliharaan alat kesehatan dlm lingkup provinsi, kabupaten dan kota yang terorganisir secara regional juga memberi efisiensi anggaran dan terbangunnya pusat dan daerah.
Ir Rakhmat Nugroho, MBAT (Pengenalan RMC)

dok. PKMK FK-KMK UGM
Beberapa permasalahan pemeliharaan alat kesehatan di fasyankes primer (khususnya puskesmas) dikarenakan terbatasnya pemeliharaan alat kesehatan, paradigma lebih mudah membeli alat baru dibandingkan melakukan pemeliharaan, paradigma pemeliharaan adalah pengeluaran atau belanja anggaran, banyaknya jumlah puskesmas hingga di DTPK Kurangnya pengetahuan operator menggunakan alat kesehatan yang baik dan benar.
Potensi kerugian, jika alat kesehatan tidak terpelihara dengan baik: penurunan kualitas alat, usia alat tidak optimal, terganggunya pelayanan kesehatan, banyak energi yang terpakai, meningkatkan biaya pemeliharaan, lingkungan kerja buruk, meningkatnya belanja alat, terganggunya pelayanan kesehatan.
Regional maintenance center (RMC) adalah suatu unit kerja yang merupakan unsur pelaksana di Dinas Kesehatan yang bertugas melaksanakan perawatan dan pemeliharaan alat kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dapat dibentuk secara regional. Tugas dan fungsi RMC diantaranya inventarisasi/perencanaan, penerimaan/pelatihan pengawasan, pemeliharaan preventif atau korektif, pengujian dan kalibrasi (quality control), penghapusan.
Contoh beberapa optimalisasi tenaga ATEM di beberapa daerah, seperti Kota Bima memiliki tujuh puskesmas dengan kebutuhan teknisi 2 orang. Sedangkan di Kabupaten Malang memiliki 39 puskesmas dengan kebutuhan teknisi 3 orang. Dari segi efisiensi anggaran alat kesehatan pasca RMC di Kabupaten Malang di 2018 bisa menghemat 65,8% anggaran.
Menurut Ir Rakhmat Nugroho, MBAT memulai RMC diantaranya siapkan SDM yang memenuhi syarat khusus untuk Papua karena situasi mendesak silahkan membuka RMC dengan menggunakan tenaga teknis yang tersedia dan tidak perlu khawatir dengan syarat tenaga elektromedis. Bahkan dibuka peluang atau dipermudah untuk menggunakan mahasiswa APTEMI sebagai tenaga magang. Prinsipnya tidak perlu menunggu hingga memiliki tenaga elektromedis. Pemilihan bentuk RM; UPTD, menambah tusi pada UPTD, Unit fungsional di bawah salah satu bidang.
Hadi Tri Karyanto, SKM menceritakan pendirian Regional Maintenance Center (RMC) Kabupaten Manokwari pada tahun 2020 dan diberikan mandat pada Oktober 2021. RMC di Kabupaten Manokwari berada dalam naungan Yankes, secara teknis berada di SDK. Hadi menyatakan beberapa kendala dalam menjalankan RMC diantaranya belum memiliki wewenang untuk kalibrasi alat kesehatan, dalam belum mencukupi untuk belanja alat utama dan penunjang serta support dari pimpinan masih kurang.
Pada sesi ketiga kegiatan ini diisi oleh Rizky Pelawi, SE., MBA, Yuyun Widyaningsih, S.Kp., MKM dan Ir. Andy Sambiono M.Kes (APTEMI) Sesi dipandu oleh Fajrul Fallah, MPH selaku moderator.
Business Model Canvas (BMC) sebagai Alat penguatan dan Pengembangan Regional Maintenance Center (RMC)
Rizky Pelawi, SE., MBA

dok. PKMK FK-KMK UGM
Rizky Pelawi, SE., MBA menyampaikan model kanvas merupakan strategi manajemen untuk mengembangkan model bisnis secara holistik dalam rangka menciptakan dan memberikan nilai. Konsep model kanvas ada 9 elemen: siapa pelanggan, bagaimana kebutuhan sumberdaya, mitranya siapa saja, apa yang ingin yang dicapai pelanggan, harapan konsumen, kenyamanan konsumen dari 9 ini bisa melihat kebutuhan anggaran.
Menurut Daud Limbong segmen pelanggan untuk RMC adalah puskesmas, dokter praktek mandiri, bidan praktek mandiri bila perlu RS swasta. Namun menurut Rizky Pelawi, SE., MBA ada beberapa kendala yang mendasar, rendahnya tingkat pemeliharaan alat kesehatan di Indonesia diantaranya terbatasnya tenaga teknis alat kesehatan (ATEM), biaya pemeliharaan yang tinggi, waktu tunggu lebih lama, tidak tersedianya suku cadang.
Segmen pelanggan RMC unit fungsional adalah puskesmas terdiri dari jasa perawatan, reparasi, dan kalibrasi internal kesehatan. Jasa pemeriksaan rutin dan besar alat kesehatan, serta ketersediaan suku cadang dan komponen alat kesehatan. Tersedianya RMC menjadi alat utk menyelesaikan masalah puskesmas dan tentu berdampak pengurangan biaya karena adanya usaha menurunkan risiko alat rusak, dan menjaga alat tetap prima.
Pengembangan RMC melalui Penguatan SDM: Beasiswa Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan (Pandinakes)
Yuyun Widaningsih, S.kp., MKM
Pada pembahasan topik kedua, Yuyun Widaningsih, S.Kp., MKM menyebutkan bahwa Kemenkes berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan dengan enam pilar transformasi penopang kesehatan Indonesia. Salah satunya adalah transformasi SDM kesehatan di dalam terdapat penambahan kuota mahasiswa, beasiswa dalam luar negeri, kemudian penyetaraan nakes lulusan luar negri.
Program unggulan transformasi SDM kesehatan Indonesia berfokus pada penyedia afirmasi calon dokter dan calon dokter gigi serta calon tenaga kesehatan (PANDINAKES). Salah satu pendayagunaan SDM adalah pengabdian tenaga kesehatan yang dibiayai pendidikannya sesuai lokus rekomendasi Kemenkes dan rekrutmen CASN (PNS/PPPK) pada instansi (puskesmas, RS, Labkes) sesuai rekomendasi Kemenkes. Di dalam peningkatan SDM kesehatan Indonesia dapat meningkatkan pelatihan kesehatan dalam rangka peningkatan, pemanfaatan kompetensi, melakukan transfer ilmu dan teknologi diaspora dengan nakes puskesmas dan RS pemerintah.
SDM kesehatan dengan jumlah cukup dan merata seluruh Indonesia. 38 Poltekkes kementerian tersebar di 33 Provinsi dengan 24 rumpun keilmuan kesehatan di 507 Program studi salah satunya Teknik Elektromedis. Selama 2016, terdapat 3.833 lulusan elektromedis dari 19 perguruan tinggi. Mayoritas berada di pulau Jawa, untuk wilayah Timur dirasakan sangat kurang. Pada tanggal 2 Juni 2023 terdapat 6650 STR aktif elektromedik. Berdasarkan analisis beban kerja 2.545 tenaga elektromedis dibutuhkan.
PKS Dinas Kesehatan dan PT Elektromedis (PKL)
Ir. Andy Sambiono, M.Kes (APTEMI)

dok. PKMK FK-KMK UGM
Penerimaan mahasiswa ATEM memang dibatasi sedikit, kita punya 3 strata (Diploma tiga, sarjana terapan dan alih jenjang). Alih jenjang sekarang disebut RPL (rekognisi pembelajaran lampau) biasanya utusan daerah, RPL belum menemukan utusan daerah dari wilayah Papua. Regional Maintenance Center (RMC) sangat banyak dibutuhkan tenaga ATEM, kebetulan saya menentukan jumlah. Jumlah dari tenaga ATEM di Poltekkes Jakarta dua, saya batasi karena ingin melihat kualitas bukannya jumlah banyak orang. Atas desakan kebutuhan saya menerima 52 mahasiswa ini khusu di Poltekkes Jakarta dua. Terdapat tiga perguruan tinggi negeri ATEM yang pertama Poltekkes Jakarta dua, Poltekkes Surabaya dan Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) milik Dikti. Untuk perguruan tinggi swasta banyak. Lulusan ATEM mayoritas bekerja di perusahaan dan diluar negeri. Kami siap membantu RMC dalam kebutuhan RMC ini.
Setelah sesi materi dilakukan pembacaan hasil kuesioner dan rencana tindak lanjut di pandu oleh Ir Rakhmat Nugroho, MBAT. mengatakan Dinas Kesehatan berkomitmen dalam membuat RMC. Kemudian untuk Sumber Daya Manusia tidak hanya ATEM, tapi teknisi apa saja yang mempunyai passion dan dapat dilatih agar berkualifikasi dan siap menjalankan RMC.
Hasil rencana tindak lanjut, dari 16 Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota yang belum memiliki RMC membuat komitmen bersama untuk menginisiasi RMC. Terdapat tujuh Kabupaten/Kota yang potensial untuk membuat RMC, tujuh Kabupaten/Kota yang potensial tersebut adalah Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kota Mimika, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Barat Daya, Provinsi Papua Pegunungan
Asmoro Prajoko, STr.T membacakan syarat DAK fisik untuk RMC, memiliki SK, lahan ada analisa kebutuhan, surat pernyataan tidak mengalihkan fungsi bangunan, melampirkan analisa komponen RAB, lahan tidak bermasalah dibuktikan dengan surat keterangan, surat pernyataan dari Kadinkes utk bertanggung jawab soal pendanaan, surat analisa renovasi dari PU yang menyatakan tingkat renovasi rendah, menengah atau berat.
Reportase:
Indra Komala RN
Berikut Enam Standar Pelayanan di RSUD Kota Bitung
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Fasilitas kesehatan di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) miliki standar pelayanan.
Menurut Direktur RSUD Bitung, dr Vivi Tumbel standar pelayanan yang dimiliki ada enam.
Yakni standar pelayanan Laboratorium, standar pelayanan poli umum, standar pelayanan PSC, standar pelayanan rekam medik dan standar pelayanan Apotek.
Wako Fadly Amran dorong RSUD berikan layanan prima
Padang Panjang (ANTARA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mesti memberikan pelayanan yang santun, persuasif dan humanis, hal itu dikatakan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, saat memimpin apel di RSUD Gantiang Panjang.
Menurut dia, cara memberikan pelayanan yang baik itu, harus dicontohkan dari jajaran tertinggi dan meletakkan orang-orang yang tepat di bidang pelayanan, dimulai dari Satuan Pengamanan (Satpam) dan pegawai di front office.
Berikan Pelayanan Prioritas, RSUD Ulin Menjadi Salah Satu Rumah Sakit Pengampuan Nasional
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menjadi salah satu dari 10 Rumah Sakit yang menjadi pengampu Rumah Sakit Nasional yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Diauddin melalui Wakil Direktur Medik dan Keperawatan, Yuddy Riswandhy Noora mengatakan kunjungan dari pihak Kemenkes kepada Rumah Sakit di pemerintah daerah, dalam rangka peningkatan layanan prioritas di Kalimantan Selatan untuk mendukung transformasi layanan kesehatan rujukan.
Edisi Minggu ke 24: Selasa 20 Juni 2023
|
Salam jumpa Bapak/Ibu pemerhati Manajemen Rumah Sakit, Edisi Minggu ini Selasa, 20 Juni 2023 kami sajikan beberapa Artikel / Jurnal / Berita dan Agenda sebagai berikut: Analisis Efektivitas Biaya: Apakah Ada Peran Pengujian Molekuler untuk Kanker Tiroid Diferensiasi Berisiko Rendah?
Pengujian molekuler untuk nodul tiroid bertujuan untuk memprediksi keganasan. Namun, perannya dalam memandu keputusan pengobatan belum sepenuhnya dipahami. Sifat jangka panjang dari kanker tiroid dan biaya tes genetik yang relatif tinggi telah membuat sulit untuk mempelajari penggunaan pengujian molekuler untuk manajemen kanker dalam situasi kehidupan nyata. Untuk mengatasinya, kami mengembangkan model komputer yang mensimulasikan penggunaan pengujian molekuler untuk memandu pengobatan pada pasien dengan kanker tiroid berdiferensiasi risiko rendah (lrDTC) dan membandingkannya dengan pendekatan pengobatan standar. Hubungan Rumit Employee Engagement dan Pendekatan Lean terhadap Peningkatan Mutu Rumah Sakit Umum
Pendekatan lean adalah sistem nilai tambah yang mengurangi biaya dan pemborosan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi layanan kesehatan. Penelitian ini menyelidiki hubungan pendekatan lean dengan tim manajemen puncak dan keterlibatan karyawan terhadap peningkatan kualitas rumah sakit umum di Malaysia. Penilaian Layanan Makanan Rumah Sakit Meningkatkan Asupan Gizi Pasien Rawat Inap
Malnutrisi di rumah sakit adalah masalah yang umum terjadi dan sering diabaikan yang berdampak tidak hanya pada hasil klinis pasien, seperti lama rawat inap, morbiditas, mortalitas, dan kualitas hidup, tetapi juga keberlanjutan sistem perawatan kesehatan secara keseluruhan. format kolom. Tujuan penulisan tinjauan pustaka sistematik ini adalah untuk mengumpulkan bukti ilmiah mengenai teknik penilaian kepuasan pelayanan makanan pada pasien rawat inap di rumah sakit. Menggali Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Rumah Sakit, Kepercayaan Pasien, dan Loyalitas Dari Perspektif Service Encounter Pada Lansia
Berdasarkan perspektif pertemuan layanan, penelitian ini menggabungkan landasan teori untuk faktor-faktor seperti kualitas layanan dan karakteristik industri layanan rumah sakit untuk mengembangkan skala model penelitian untuk menyelidiki apakah kualitas layanan rumah sakit mempengaruhi persepsi pasien terhadap pertemuan layanan kesehatan, kepercayaan. , dan kesetiaan. Reportase Webinar Merajut Jejaring Pelayanan Primer Dan Rujukan Dalam Transformasi Sistem Kesehatan
Webinar ini dilaksanakan secara hybrid oleh Minat Manajemen Rumah Sakit, Departemen HPM, FK-KMK UGM yang berkolaborasi dengan PKMK UGM, dan IKA MMR dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai update sistem rujukan di pelayanan primer, sekunder, dan tersier dalam transformasi sistem kesehatan. Webinar dibuka oleh sambutan dari dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D selaku Ketua Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FK-KMK UGM) dan dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes selaku Ketua IKA-MMR. |
|||
| Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan Informasi terbaru setiap minggunya. | |||
|
+ Arsip Pengantar Minggu Lalu |
|||
|
|
Penentu Efektivitas Lean Management Kinerja Perawatan Kesehatan | ||
Analisis Efektivitas Biaya: Apakah Ada Peran Pengujian Molekuler untuk Kanker Tiroid Diferensiasi Berisiko Rendah?

Pengujian molekuler untuk nodul tiroid bertujuan untuk memprediksi keganasan. Namun, perannya dalam memandu keputusan pengobatan belum sepenuhnya dipahami. Sifat jangka panjang dari kanker tiroid dan biaya tes genetik yang relatif tinggi telah membuat sulit untuk mempelajari penggunaan pengujian molekuler untuk manajemen kanker dalam situasi kehidupan nyata. Untuk mengatasinya, kami mengembangkan model komputer yang mensimulasikan penggunaan pengujian molekuler untuk memandu pengobatan pada pasien dengan kanker tiroid berdiferensiasi risiko rendah (lrDTC) dan membandingkannya dengan pendekatan pengobatan standar. Kami menemukan bahwa strategi untuk memasukkan pengujian molekuler dalam evaluasi pra-operasi hemat biaya, menghasilkan peningkatan 1,7 tahun hidup yang disesuaikan dengan kualitas dengan biaya tambahan sebesar $327 per pasien dibandingkan dengan pendekatan standar. ini menunjukkan bahwa pengujian molekuler untuk lrDTC mungkin merupakan investasi berharga yang dapat meningkatkan hasil pasien dengan memungkinkan perawatan yang dipersonalisasi berdasarkan tingkat risiko pribadi individu.
RSUD Sampang siapkan layanan ambulans gratis bagi warga
Sampang (ANTARA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Sampang, Jawa Timur, menyediakan layanan ambulans gratis kepada pasien yang hendak dirawat di rumah sakit itu.
Menurut Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Agus Akhmadi, di Sampang, Jawa Timur, Sabtu, layanan ambulans gratis ini merupakan layanan inovatif untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang tidak memiliki kendaraan roda empat.
Sido Muncul dan RSUD Bali Mandara Gelar Seminar Kesehatan Kembangkan Obat Herbal
Denpasar – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar seminar kesehatan, setelah sebelumnya sukses digelar di RSUD Bung Karno Surakarta. Kali ini seminar dengan tajuk “Integrasi Pelayanan Kesehatan dengan Herbal Tradisional dan Modern” berlangsung di RSUD Bali Mandara, Denpasar, Bali, akhir pekan lalu.
Selain menggelar seminar kesehatan, Sido Muncul juga menghadirkan Kios Sehat Sido Muncul Natural pertama di Bali. Kios Sehat ini merupakan layanan yang diberikan Sido Muncul guna menghadirkan jamu sebagai pengobatan alternatif kepada masyarakat.
Direktur RSUD Grati Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan-Pelayanan Terbaik
RSUD Grati tak henti-hentinya meraih prestasi atas inovasi yang dilakukan. Dalam Anugerah dan Apresiasi Maslahat 2023 di Halaman Gedung Maslahat Jumat (16/6) malam lalu, Direktur RSUD Grati drg Dyah Retno Lestari, M.Kes. meraih Anugrah Pasuruan Maslahat lewat Inovasi Si Pena Pasti sebagai Kategori Tata Kelola Pemerintah dan Pelayanan Publik Terbaik.
RSUD Grati dipilih sebagai inovator terbaik dalam pelayanan publik terbaik se Kabupaten Pasuruan. Anugerah ini langsung diberikan Bupati Pasuruan Dr. H.M Irsyad Yusuf, SE, MMA dan Wakil Bupati KH. A. Mujib Imron, SH, MH.















