
Pekerja shift mengikuti jadwal kerja yang tidak standar, yang mencakup tugas malam, jadwal bergilir, atau kerja malam permanen, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan fisiologi sirkadian inti. Kerja shift telah dikaitkan dengan kurang tidur, burnout, dan sindrom metabolik di kalangan tenaga kesehatan. Sistem kerja bergilir sangat penting untuk memastikan perawatan keperawatan yang tersedia sepanjang waktu bagi pasien.
Namun, perawat semakin dihadapkan pada beban tugas bergilir yang lebih berat akibat tingginya jumlah pasien dan kekurangan tenaga kerja. Jadwal kerja yang dimodifikasi harus diterapkan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi perawat bergilir guna mengurangi risiko kelelahan kerja. Selain itu, perencanaan dan penempatan sumber daya manusia yang tepat sangat penting untuk mencegah memburuknya kelelahan kerja.







