Ambon (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Maluku melibatkan Rumah Sakit Fatmawati Jakarta dalam memperkuat tata kelola RSUD dr M Haulussy Ambon untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pembenahan manajemen, sumber daya manusia, operasional, dan pengelolaan keuangan rumah sakit.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Senin, mengatakan kolaborasi tersebut langkah strategis mendukung transformasi rumah sakit daerah agar mampu memberikan layanan kesehatan lebih profesional dan berkualitas kepada masyarakat.
“Transformasi RSUD dr M Haulussy merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, tata kelola, dan manajemen yang lebih modern. Perubahan tidak akan tercapai apabila masih menggunakan cara-cara lama,” katanya saat menerima kunjungan manajemen RS Fatmawati Jakarta.
Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh di sektor kesehatan, terutama melalui peningkatan kualitas tata kelola rumah sakit milik pemerintah daerah.
Ia menilai pendampingan yang dilakukan RS Fatmawati kesempatan bagi RSUD dr M Haulussy mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan rumah sakit, mulai dari sistem manajemen, penguatan sumber daya manusia, pelayanan medis, hingga tata kelola keuangan.
“Harapan kami, melalui kolaborasi ini, RSUD dr M Haulussy dapat bertransformasi menjadi rumah sakit yang semakin profesional, berkualitas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Maluku,” ujarnya.
Direktur Medik dan Keperawatan RS Fatmawati Jakarta dr Muhammad Asri Taufik mengatakan keterlibatan pihaknya merupakan penugasan Kementerian Kesehatan untuk mendukung penguatan rumah sakit daerah melalui kemitraan dengan rumah sakit vertikal.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga diperlukan sinergi dalam meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah.
Sebelum kunjungan ke Maluku, tim RS Fatmawati telah melakukan koordinasi secara daring dengan manajemen RSUD dr M Haulussy dan membentuk empat kelompok pendampingan yang mencakup bidang medis, sumber daya manusia, operasional, serta keuangan.
“RSUD dr M Haulussy menunjukkan komitmen yang kuat untuk melakukan perubahan. Pendampingan akan difokuskan pada percepatan perbaikan pelayanan, penguatan SDM, tata kelola operasional, serta pengelolaan keuangan yang berkelanjutan,” katanya.
Direktur RSUD dr M Haulussy Ambon dr Winny Leiwakabessy menyatakan pendampingan tersebut tindak lanjut program pembinaan tata kelola rumah sakit yang dipercayakan Kementerian Kesehatan kepada RS Fatmawati.
Menurutnya, pendampingan itu menjadi peluang RSUD dr M Haulussy mempercepat transformasi kelembagaan sehingga mampu memenuhi standar pelayanan yang lebih baik dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan di Maluku.
Sumber: ambon.antaranews.com







