Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu menyatakan akan menerima bantuan alat kesehatan (alkes) dari Kementerian Kesehatan senilai Rp13,6 miliar pada tahun anggaran 2026.
Direktur RSUD Lebong Meinoffiandi Leswin dihubungi di Lebong, Selasa, menjelaskan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan yang diajukan pihak rumah sakit guna memenuhi kebutuhan sarana medis di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, RSUD Kabupaten Lebong pada tahun 2026 ini akan menerima bantuan alkes senilai Rp13,6 miliar. Sebelumnya kita telah mengusulkan bantuan dengan total mencapai Rp20 miliar,” kata dia.
Dia menjelaskan bantuan dari pemerintah pusat ini mencakup pengadaan 14 item alat kesehatan strategis. Beberapa di antaranya meja operasi, mesin anestesi, instrumen bedah umum (general surgery), instrumen seksio, hingga unit bedah listrik (electro-surgery unit).
Selain itu, bantuan mencakup peralatan pendukung layanan intensif, seperti ventilator, tempat tidur ICU (bed ICU), monitor pasien (patient monitor), pompa suntik (syringe pump), pompa infus (infusion pump), serta pompa penghisap (suction pump).
“Ada juga bantuan berupa set tempat tidur pasien, pendat OKA, serta meja periksa,” katanya.
Dia menegaskan pengadaan alkes ini akan diprioritaskan untuk memperkuat layanan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Penambahan unit ventilator dan tempat tidur ICU menjadi fokus utama mengingat keterbatasan sarana tersebut selama ini.
Dengan terealisasi bantuan ini, dia mengharapkan, kebutuhan dasar akan peralatan medis di RSUD Kabupaten Lebong dapat terpenuhi secara memadai.
“Adanya dukungan peralatan yang memadai ini, kami yakin dapat meningkatkan pelayanan di RSUD Kabupaten Lebong guna memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” demikian Meinoffiandi.
Sumber: bengkulu.antaranews.com







