manajemenrumahsakit.net :: Tarutung .Rumah Sakit Swadana Tarutung menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk pemenuhan keberadaan dokter spesialis di rumah sakit milik Pemkab Taput. Kondisi sekarang, rumah Sakit Swadana Tarutung kekurangan dokter spesialis, di samping dokter spesialis yang ada.
Direktur Rumah Sakit Swadana Tarutung dr Ganda Nainggolan, Rabu (11/12), mengatakan, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pasien, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Udayana Bali.
Dia meminta agar dokter spesialisnya yang akan praktek lapangan ditempatkan di Rumah Sakit Swadana Tarutung.
Namun, kata Nainggolan, pihaknya tidak secara langsung meminta kepada pihak kampus, melainkan melobi dulu ke Kementerian Kesehatan. Hal itu merupakan inisiatif pihak RSU Swadana Tarutung, agar tidak kekurangan dokter spesialis.
Saat ini di RSU Swadana Tarutung, kata Nainggolan, masih kurang beberapa dokter spesialis seperti, dokter spesialis anak, Neurologi, Paru, Mata, Radiologi, Patologi Klinik dan THT.
Saat ini dokter spesialis yang telah ada yakni, dokter spesialis bedah 2 orang, obgyn 2 orang, anastesi 1 orang, penyakit anak dan juga penyakit dalam yang telah menyelesaikan sekolahnya.
“Berdasarkan informasi, saat ini pihak fakultas kedokteran UGM dan Udayana didampingi pihak Kemenkes, sedang turun untuk memantau pelayanan dan fasilitas yang diberikan rumah sakit kepada dokternya yang sedang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS),” kata Nainggolan.
Nainggolan menjelaskan, agar dokter praktek mau ke RSU Swadana Tarutung, melalui ketentuan dari Bupati Taput, pihaknya telah menaikkan insentif dokter dari Rp 7,5 juta menjadi Rp 10 juta. Demikian juga fasilitas seperti tempat tinggal dan uang makan Rp 1 juta.
“Jadi tidak akan ada kekosongan dokter spesialis di rumah sakit kita ini, mengingat dokter praktek yang tanggal 31 Desember ini akan habis masa tugasnya. Pasti akan digantikan dengan dokter lainnya. Itulah wujud kerja sama kita dengan pihak fakultas kedokteran UGM dan Udayana, dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan,” kata Nainggolan. (ck-07)
Sumber: medanbisnisdaily.com

Tantangan rumah sakit dalam memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu, tidak hanya harus memenuhi kepuasan tetapi bahwa pasien harus terhindar dari harm dan resiko cidera sekecil apapun telah menjadi komitmen semua. Salah satu peran pemerintah untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut adalah dengan mengatur standar RS, salah satunya dalam bentuk
Pada hari Rabu, tanggal 17
manajemenrumahsakit.net ::
manajemenrumahsakit.net :: Semangat membangun layanan kesehatan bagi masyarakat terus digalakkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Seiring program BPJS Kesehatan dan KIS, Pemprov Kaltim terus menyesuaikan diri dengan program pemerintahan baru.





