manajemenrumahsakit.net :: Ratahan
Pembanguan RS Siloam di Ambon tak Dapat Restu LIPI
manajemenrumahsakit.net :: Ambon: Proyek Pembanguan Rumah Sakit Siloam bertaraf International yang direncanakan akan dibangun di daerah Hative Kecil Kota Ambon, tidak mendapat rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Hal ini mengindikasikan, bahwa Perintah Daerah Maluku dan Kota Ambon tidak memiliki kisi-kisi terkait dengan kondisi Pulau Ambon sebenarnya yang rentan terhadap bahaya dan bencana.
Prof. DR. Ir. Semi Khow, Ahli Lingkungan dan Kelautan Unpatti Ambon, mengatakan, bahwa untuk Pulau Ambon dalam jangka waktu satu tahun kedepan permukaan laut mengalami kenaikan berkisar 29 cm. Hal ini disebabkan rekramasi pesisir pantai bahkan yang kini menjadi fenomenal adalah pemanasan global dan rumah kaca termasuk semakin mencairnya es di kutub utara, sehingga akan mengalami pertambahan debet air di laut termasuk di Maluku dan Kota Ambon.
Khow, meminta agar masyarakat sekitar daerah Negeri Rumah Tiga, Wayame hingga Negeri Laha, supaya harus berhati- hati dalam membangun rumah sebagai tempat tinggalnya. Karena efek dari pembagunan dari rumah sakit Siloam nanti akan terjadi pengeringan dan penyempitan gerakan air laut. Belum lagi, kata Khow, dengan adanya pembentukan sedimental pada tiang pancang Jembatan Mera Putih (JMP) yang sebenarnya memilki efek yang kurang baik karena berada pada patahan pada areal tanjung Martafons.
Sebagai infomasi awal, kata Khow, bahwa Kota Ambon sebenarnya dalam setiap hari di guncang gempa sebanyak 200 kali, namun skalanya kecil dan tidak terasa. Hal ini dipandang sangat baik karena merupakan pelepasan energy gempa sehingga tidak sampai pada terjadinya gempa denga skala besar. (Eda)
Sumber: malukunews.co
Rumah Sakit Pelni Petamburan Kini Dilengkapi Fasilitas MSCT Scan 128
manajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Untuk meningkatkan dan mengembangkan pelayanan medis kepada masyarakat, RS PELNI Petamburan meresmikan fasilitas peralatan Multislice CT (MSCT) Scan 128 dan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).
Tambahan dua peralatan berteknologi canggih ini akan memudahkan masyarakat untuk mendapat hasil pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat.
Direktur Utama RS PELNI Petamburan DR Dr Fathema Djan Rachmat, Sp.B.BTKV (K) mengatakan, MSCT dapat membantu dokter mempercepat diagnostik gangguan organ dalam pasien, seperti jantung, pankreas, liver, dan paru-paru.
“Kehadiran fasilitas MSCT Scan 128 ini merupakan rangkaian penambahan fasilitas pemeriksaan berteknologi canggih di RS PELNI Petamburan yang sedang mempersiapkan diri bertransformasi menjadi Royal Pelni Hospital. Dalam waktu tidak lama lagi, RS PELNI Petamburan juga akan meresmikan 100 alat hemodialisis dan memiliki endoskopik center,” kata Fathema Djan Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/8).
Ditambahkannya, MSCT Scan 128 merupakan produk kesehatan di bidang pencitraan medis yang mampu menampilkan 128 irisan citra organ tubuh pasien. MSCT Scan dimanfaatkan untuk pemeriksaan jantung dengan kecepatan pemeriksaan yang lebih singkat dan gambar pencitraan yang lebih akurat.
Alat canggih seharga Rp 8,8 miliar ini juga memiliki tingkat radiasi yang lebih rendah. Keunggulan lainnya adalah dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasien, mulai dari pemeriksaan anak hingga pasien dengan berat badan hingga 300 kilogram.
Sementara itu Direktur Utam PT Pelni (Persero) selaku induk usaha RS PELNI Petamburan, turut mengapresiasi manajemen RS yang terus melengkapi fasilitas kesehatannya.
“Rumah sakit itu membutuhkan soft-competency dan hard-competency. Penambahan MSCT ini akan menambah kepercayaan diri RS PELNI Petamburan dalam melayani masyarakat, mengingat baru sedikit RS di Jakarta yang memiliki MSCT Scan,” ujarnya.
Di saat yang bersamaan, RS PELNI Petamburan juga meresmikan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Alat ini mampu mengobati pasien dengan keluhan batu saluran kencing (ginjal, ureter, kandung kemih) yang ditangani tanpa proses operasi. Pasien dengan batu saluran kencing cukup menerima gelombang kejut (shock wave) yang ditembakan dari alat ESWL di luar tubuh. Dengan cepat batu saluran kencing akan hancur dengan ukuran yang cukup kecil untuk dikeluarkan melalui air kencing.
Penulis: Herman/AF
Sumber: beritasatu.com
Pekanbaru Segera Miliki RSUD Kelas C
manajemenrumahsakit.net :: PEKANBARU- Kota Pekanabaru segera memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas C. Rumah sakit yang dibangun dengan konsep go green atau green hospital tersebut dibangun di eks Taman Kota Jalan Garuda Sakit dengan luas 3 hektar sudah mulai akan dilelang fisik pada September 2014 ini. Untuk tahap awal, Pemko sudah menganggrkan Rp55 Miliar yang ditargetkan sudah selesai pada tengah tahun 2015 akan datang. Dengan adanya RSUD tersebut, masyarakat Pekanbaru tidak perlu lagi berbondong-bondong mendatangi RSUD Arifin Ahmad yang sudah over kapasitas karena melayani seluruh pasien rujukan dari daerah di Riau.
Diduga lakukan Mallpraktek, Rumah sakit Siloam Gleneagles Karawaci Digugat Lima Milyar
manajemenrumahsakit.net :: TANGERANG
Pengguna Narkoba 4,6 Juta, BNN Tunjuk 16 Rumah Sakit Jadi Pusat Rehabilitasi
manajemenrumahsakit.net :: YOGYAKARTA | DNA
Layanan Radioterapi di Indonesia Sangat Minim
manajemenrumahsakit.net :: Radioterapi adalah salah satu modalitas utama dalam penanganan penyakit kanker, selain pembedahan dan obat-obatan. Namun sayangnya, cakupan layanan radioterapi di Indonesia masih terbilang sangat minim.
Hal inilah yang dikatakan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto. Menurutnya, rumah sakit baik negeri maupun swasta yang memiliki layanan radioterapi hanya berjumlah 28. Lantas berapa sebenarnya yang ideal?
Pelayanan RSUD Barru Terakreditasi Nasional
manajemenrumahsakit.net :: BARRU, BKM — Lima pelayanan dasar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Barru saat ini sudah terakreditasi secara nasional. Masing-masing administrasi manajemen, pelayanan medis, gawat darurat, keperawatan dan rekaman medis.
Selain berhasil menyandang akreditasi nasional, pihak RS juga telah melaksanakan 12 jenis pelayanan spesialistik yang didukung dengan keberadaan 12 dokter ahli sesuai bidang pelayanan keahliaannya.
Ke 12 jenis pelayanan spesialistik itu meliputi penyakit dalam, kandungan dan kebidanan, penyakit anak, penyakit bedah, neurologi (syaraf), radiologi, laboratorium (patologi klinik), THT, kulit dan kelamin, penyakit mata, penyakit jiwa dan bedah tulang.
“Pengakuan dalam bentuk akreditasi secara nasional dari pelayanan yang kita laksanakan, kemudian didukung pelayanan spesialistik, akan memberikan efek signifikan terhadap pemberian pelayanan yang baik dan maksimal di rumah sakit ini,” kata Direktur RSUD Barru dr Lukman S Wahid, kemarin.
Dijelaskan, dari 12 bentuk pelayanan itu ada beberapa item pelayanan yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Bentuk pelayanan yang dikerjasamakan melalui PTN yang memiliki Fakultas Kedokteran ini, seperti penyakit kulit dan kelamin, penyakit jiwa dan bedah tulang.
“Selain meningkatkan sistem pelayanan di rumah sakit ini, kita juga memperoleh imbas positif dengan adanya perbaikan pelayanan karena ikut meningkatkan pendapatan daerah,” terangnya. (udi/rus/c)
Sumber: beritakotamakassar.com







