manajemenrumahsakit.net :: Makassar– Jean Bernard Carrasco, Minister Counsellor Development Cooperation at Department Affairs and Trade, dari pemerintah Australia melakukan kujungan di Rumah sakit Siti Khadijah I Makassar, Jl RA Kartini, Makassar, Senin, (01/06).
Kujungan tersebut dalam rangka evaluasi Penyelenggaraan program Kesiapsiagaan Rumah sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana atau Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED) sebagai program kerjasama Lembaga Penaggulanagan bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Dalam kunjungan itu, Bernard carrasco didampingi Hendrik dan Domonic Morice, sebagai partnership Manajer serta diterima oleh Wakil Ketua LPB PP Muhammadiyah yang juga Koordinator Nasional Program Rahmawati Husain, Program Manajer Corona Rintawan, Wakil Ketua Muhammadiyah Sulawesi Selatan Mustari Bosra, serta manajemen HPCRED pusat maupun Area Makassar.
Bernard Carrasco menjelaskan kehadirannya di Makassar adalah berkat kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia. Dia juga mengungkapkan bahwa di Australia masyarakat muslim terdiri dari 500.000 penduduk yang berasal dari seluruh penjuru dunia, sehingga komunikasi Australia dengan masyarakat Muslim terjalin cukup baik. Hal ini pula yang mendasari pihaknya untuk menjalin kemitraan dengan Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam di Indonesia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan.
Selama berada di Rumah sakit Siti Khadijah I, Bernard beserta rombongan melakukan pengecekan terhadap fasilitas dan tenaga serta sumber daya manusia (SDM) rumah sakit.

Setelah Program SH-PML di NTT berjalan selama kurang lebih 3,5 – 4 tahun, pada akhir Mei yang lalu sebuah Lokakarya Monitoring dan Evaluasi Program dilaksanakan di Sanur, Bali. Monev yang dihadiri oleh seluruh jajaran yang terlibat (Dinas Kesehatan Provinsi NTT, 11 RSUD di NTT, 9 RS Mitra, PKMK FK UGM dan AIPMNH) ditambah dengan undangan khusus dari Kementerian Kesehatan ini berlangsung sehari penuh di Hotel Grand Inna Bali Beach. Pertemuan ini selain menyajikan hasil-hasil pelaksanaan program SH-PML, juga menyajikan laporan hasil penelitian yang keseluruhannya dilakukan di NTT. Penelitian tersebut yaitu: 1) Penelitian Remunerasi Dokter di 4 RSUD, 2) Remunerasi Bidan di 4 kabupaten dan 3) Kajian Penentuan Besaran Unit Cost, Penyerapan Klaim INA-CBGs, dan Kebijakan pemanfaatan Dana Sisa dalam Monitoring Penyelenggaraan Program JKN di Provinsi NTT. Silakan ikuti reportase selengkapnya
Sementara itu, tanggal 3-5 Juni 2015 di Manado terselenggara Rapat Kerja Nasional ARSADA dengan tema “Revolusi Mental Bidang Kesehatan….Wow Hebat!”. Rakernas ini selain sebagai ajang untuk konsolidasi internal organisasi ARSADA, juga diisi dengan seminar yang menghadirkan para narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun praktisi manajemen perumahsakitan. Seminar juga ditayangkan secara live melalui webinar, sehingga dapat diikuti oleh RSUD-RSUD seluruh Indonesia yang tidak dapat hadir secara fisik namun berminat untuk mengikuti materi yang disajikan. Temukan informasi selengkapnya 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hasil pendampingan Audit Maternal dan Perinatal (AMP) yang dilakukan di 3 daerah dengan angka kematian neonatus terbesar di NTT. Pada sesi ini dr. Rukmono, Sp. OG menyampaikan bahwa AMP bisa dilakukan dengan fun bukan beban, sehingga hasil yang diharapkan dapat lebih optimal.





