Bank Jerman Bantu Pembangunan Lima RSUD di Aceh
Jakarta – Kreditanstalt für Wiederaufbau atau Reconstruction Credit Institute, Bank Pembangunan milik Pemerintah Jerman siap mendukung pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi Aceh.
“Kami mendapat komitmen Jerman dalam pembangunan lima RSUD di sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya di Aceh Tamiang, Bireuen, Takengon (Aceh Tengah) dan Meulaboh (Aceh Barat),”kata gubernur Aceh.
Jerman sebelumnya telah membantu membangun kembali Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin di Banda Aceh yang memberikan pertolongan kepada para korban tsunami 2004 lalu. Kerjasama dengan Jerman ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan.
“Meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan adalah penting, khususnya di desa-desa terpencil, “jelas Zaini.
Pemerintah Aceh juga berkomitmen penduduk Aceh, khususnya masyarakat miskin akan memperoleh layanan kesehatan gratis dan asuransi kesehatan melalui Program Asuransi Kesehatan Aceh.
“Kami juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan dengan menyediakan beasiswa dan bantuan keuangan siswa medis terbaik Aceh agar dapat mengejar pendidikan lebih lanjut di universitas dalam dan luar negeri, “kata Gubernur.
Program lainnya, insentif untuk staf medis, perawat dan dokter untuk memacu produktivitas mereka dalam melayani masyarakat.
Sumber: pdpersi.co.id
Cegah Pasien Repot, RSUD Mamuju Ajukan Anggaran Obat Rp 1,6 Miliar
Jakarta – Dibutuhkan sedkitnya Rp1,6 miliar pada 2013 untuk pengadaan obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. “Dana ini dibutuhkan untuk mengatasi masyarakat yang mengeluhkan kurangnya pasokan obat-obatan di RSUD sehingga kebanyakan terpaksa membeli di apotek,”kata Direktur RSUD Mamuju dr.Titien Hariyati.
Anggaran pengadaan obat-obatan ini telah diajukan untuk dimasukkan dalam rancangan APBD tahun anggaran 2013. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari pihak legislatif.
“Kami berharap, estimasi alokasi anggaran yang diajukan ini tidak mengalami perubahan,” ungkapnya.
Selain itu kata dia, pihaknya juga mengajukan anggaran pengadaan Bahan Habis Pakai (BHP) dengan kisaran dana sebesar Rp3,3 miliar.”Kadang kala masyarakat menyamakan antara BHP dan obat. Padahal, sangat jauh berbeda karena sifatnya tidak bisa saling menggantikan. Misalnya, cairan infus dan paracetamol, tidak bisa saling menggantikan sehingga harus digunakan keduanya,”ungkapnya.
Titien menyampaikan, usulan anggaran pengadaan obat-obatan ini naik dibandingkan 2012. Tahun lalu, Rp1 miliar dialokasikan untuk pengadaan obat dan BHP. Sedangkan untuk alat-alat kesehatan (alkes), nilai pengajuan anggaran tidak terlampau naik.
“Kita hanya mengajukan untuk alkes skala kecil seperti regulator, nebulizer atau pengencer dahak dan tensi. Alokasi anggarannya sangat kecil sekitar Rp100 juta,”ungkap Titien.
Sumber: pdpersi.co.id
Manajemen Pemasaran
Pengantar rubrik
| Penanggung Jawab |
|
|
| Tujuan
|
|
| Pengguna |
|
| Isi
|
|
| References |
Dyah Dewi.,ST.,MKesLatar belakang keilmuan, S1 mengambil jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNS Solo dan
S2 di Magister Management Rumah Sakit Fak Kedokteran UGM.
Sehari hari menjadi konsultan manajemen fisik rumah sakit di PMPK FK UGM dan Staf Pengajar di MMR FK UGM.
1. Post doctoral position on Global Health (2011 – still in hiring process)
2. Doctoral Program in Public Health, Gadjah Mada University (1999 – 2004). (Cumlaude Predicate).
3. Master in Public Health (Hospital) Management, Gadjah Mada University (1995 – 1998). The best graduate (Cumlaude Predicate).
Medical Faculty of Airlangga University (1988 – 1994). One of the best fives graduates.
Ikuti Perkembangan Barat, Jumlah ‘Dokter Alternatif’ Terus Bertambah
Jakarta: TENAGA ahli kedokteran komplemeter & alternatif (Complementary & Alternative Medicine/CAM) di Indonesia terus berkembang. Menurut data Perhimpunan Kedokteran Komplementer & Alternatif Indonesia (PKKAI), jumlah dokter yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang ini sudah mencapai 100 orang.
”Jumlah yang sudah sertifikasi terus berkembang. Jika dilihat dari jumlah 2 tahun lalu yang hanya puluhan saja,” ungkap Ketua PKKAI Prof Dr Yahya Kisyanto, MD, PhD, Rabu (05/12).
Cukup berkembangnya dokter peminat bidang komplementer alternatif di tanah air diakuinya karena mengikuti perkembangan dunia Barat. PKKAI juga terus mengupayakannya dengan cara sosialiasasi melalui workshop dan simposium.
”Lewat sosialisasi, kami ingin mengubah dan memperbaiki citra bahwa kedokteran CAM bukan dokter dukun. Ini juga salah satu cara menertibkan yang tenaga ahli yang mengaku CAM padahal sebenarnya tidak masuk kategori itu,” ungkapnya.
CAM adalah pengobatan yang menggabungkan medis Barat dengan pengobatan ala Timur. ”Jadi bisa dengan terapi, bisa juga dengan pemberian obat herbal. Tapi tenaga ahlinya tetap seorang dokter bukan terapis alternatif yang sekarang banyak bermunculan iklannya di televisi,” katanya.
Kisyanto melanjutkan, melalui simposium tersebut dapat dimanfaatkan para dokter untuk mengenal lebih dalam sekaligus membuka jalan mendapatkan serifikat kompetensi yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia.
Sumber: indonesiarayanews.com
PKWI, Kolaborasi Dokter dan Pelaku Bisnis Pariwisata
Jakarta : APA jadinya jika kesehatan dan wisata berkolaborasi? Ya, di Indonesia sejak tahun 1997 lalu berdiri Perhimpunan Kesehatan Wisata Indonesia (PKWI). Ini merupakan kolaborasi dokter dan pelaku bisnis wisata. Mereka saling bekerjasama untuk membangun jaringan, serta meng-up date perkembangan terbaru, khususnya informasi soal kesehatan. Keberadaan organisasi ini tergolong unik dan belum cukup banyak diketahui orang.
”Kami sudah ada sejak 1997. Berafiliasi dengan Asia Pasific Travel Health Society (APTHS) dan International Society of Travel Medicine (ISTM),” jelas Ketua PKWI Prof Dr Yahya Kisyanto, MD, PhD, Rabu (5/12) di Jakarta.
Dia menjelaskan, bahwa PKWI selain beranggotakan dokter, juga sejumlah elemen masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan. Tugasnya, memberi informasi tentang keberadaan RS atau klinik untuk kebutuhan wisatawan, memberikan pengobatan, dan jika diperlukan bahkan sampai memberikan bantuan evakuasi ke RS di Indonesia maupun luar negeri.
Menurut Yahya, persoalan kesehatan merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang upaya peningkatan arus wisata. Wisatawan mancanegara sangat memperhitungkan berbagai faktor kesehatan di Negara tujuan wisata mereka.Misalnya standar kesehatan lingkungan dan makanan.
Maka tak heran, ketika isu wabah penyakit di Bali pada 1992 silam, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali menurun drastis, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. ”Padahal, pendapatan devisa dari kunjungan wisata itu sangat besar,” urainya.
Menurut data yang diuraikan Menparekraf Marie Elka Pangestu saat penandatanganan MoU, jumlah devisa yang bisa diserap jika wisatawan lokal tidak lagi berobat ke negara lain, mampu mencapai USD 500 juta-1,4 miliar. Bahkan, berdasarkan hasil studi Klynfeld Pear Marwick Goerdeller International, pengeluaran masyarakat dunia untuk wisata kesehatan mencapai USD 100 miliar dan naik 20-30 persen setiap tahunnya.
Sumber: indonesiarayanews.com
Pertemuan VI. Akuntansi Persediaan dan Aset Tetap Rumah Sakit
Silakan login untuk mengakses laman berikut
Olah raga berlebihan bahayakan jantung
Jakarta- Ini mungkin kabar baik untuk para pemalas, bahwa olah raga yang berlebihan bisa membahayakan jantung.
Olah raga ringan yang rutin dilakukan, termasuk joging, memang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan bisa memperpanjang usia.
Sebaliknya, berlari terlalu kencang bahkan terlalu jauh, justru akan memperpendek usia Anda, kata para ahli seperti dilansir DailyMail.
Ahli kardiologi, James O’Keefe dan Carl Lavie, adalah dua penggemar joging.
Mereka menyarankan, seseorang yang ingin joging secara rutin, seharusnya dapat membatasi durasi olahraga ini. Sekitar 30 hingga 50 menit cukup untuk mendapatkan manfaat dari jogging santai.
Sementara lari maraton seharusnya dilakukan sesekali saja dan tidak dijadikan sebagai tantangan olah raga rutin.
Para ahli mengatakan, olahraga secara intensif dengan durasi lebih dari satu atau dua jam, dapat merusak jantung. Lapisan tisu yang melapisi jantung terpicu erenggang dan robek. Bekas parut akibat lapisan yang robek ini meningkatkan risiko pada gangguan ritme jantung.
Kesimpulannya, joging dua hingga lima hari sekali dinyatakan lebih baik untuk kesehatan dan umur panjang, daripada joging setiap hari.
Perawat senior di bagian kardiologi British Heart Foundation, Ellen Mason, mengatakan olahraga ringan secara rutin dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung, sehingga sangat dianjurkan untuk para manula.
Para manula disarankan untuk aktif bergerak dengan berolahraga ringan setidaknya tiga puluh menit sehari, lima hari seminggu.
Sumber: antaranews.com
Obat diabetes mungkin bisa obati kanker indung telur
Washington – Pasien diabetes yang juga menderita kanker indung telur dan mengkonsumsi obat metformin untuk diabetes, memiliki angka kesembuhan lebih baik dibandingkan dengan pasien yang tidak menggunakan obat itu.
Metformin adalah obat yang diberikan secara luas untuk mengobati diabetes, dan penelitian sebelumnya oleh peneliti lain telah memperlihatkan janjinya bagi kanker lain. Studi baru itu menambahkan kanker indung telur pada daftar tersebut.
Para peneliti membandingkan penyintasan 61 pasien kanker indung telur yang menggunakan metformin dan 178 pasien yang tidak mengkonsumsi metformin, kata Xinhua, Selasa malam. Sebanyak 67 persen pasien yang menggunakan metformin selamat setelah lima tahun, dibandingkan dengan 47 persen mereka yang tidak menggunakan obat itu.
Ketika para peneliti tersebut menganalisis berbagai faktor seperti indeks massa tubuh pasien, parahnya kanker mereka, jenis kemoterapi dan kualitas operasi, mereka mendapati pasien yang mengkonsumsi metformin hampir empat kali lipat lebih mungkin untuk selamat, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan obat itu.
“Studi kami memperlihatkan peningkatan penyintasan pada perempua yang menderita kanker indung telur dan menggunakan metformin,” kata penulis bersama studi itu, Sanjeev Kumar, ahli onkologi ginekologi dari Mayo Clinic, yang berpusat di Minnesota.
“Hasilnya membesarkan hati, tapi seperti halnya studi retrospektif, kami tak bisa memantau banyak faktor untuk mengatakan apakah ada dampak dan penyebab langsung. Meskipun begitu, ini adalah bukti manusia lebih jauh mengenai potensi dampak bermanfaat dari obat yang banyak digunakan dan relatif aman bagi manusia.”
Hasil itu bisa melicinkan jalan bagi penggunaan metformin dalam percobaan acak secara luas untuk mengobati kanker indung telur, kata para peneliti tersebut. Mengingat tingginya angka kematian akibat kanker indung telur, para peneliti itu mengatakan ada kebutuhan sangat besar untuk mengembangkan terapi baru untuk mengobati penyakit tersebut. Metformin mungkin berpotensi menjadi salah satu pilihan, kata mereka.
References
2. FAQ JCI
3. Kasus Alur Pasien: Sudut Pandang Perawat Pelaksana
4. Implementing The Surgical Safety Checklist
5. WHO Guidelines For Safe Surgery
7. Harapan IDI Tentang Implementasi BPJS Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Medis
8. Peran Dokter Bedah dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien
9. Kiat Mempersiapkan Rumah Sakit Menyongsong Akreditasi Berstandar Internasional
10. Dukungan KEMKES Kepada RS Untuk Berhasil Mencapai Akreditasi Baru (2012)
11. International Accreditation Programme
12. Keselamatan Pasien dalam Akreditasi Baru
13. Kiat Mencegah Medication Error di Rumah Sakit
14. Mempersiapkan Pelayanan Berfokus Pasien pada Akreditasi Baru
15. Persepsi Pasien Terhadap RS di Indonesia
16. Kiat Profesi Anestesia dalam Mencegah KTD
17. Peran Keperawatan dalam Menurunkan Insiden Keselamatan Pasien
18. Penerapan Praktik Keperawwatan Profesional: kendala dan tantangannya







