
Kesejahteraan tenaga kesehatan semakin diakui sebagai prioritas organisasi yang kritis, mengingat risiko yang ditimbulkan oleh beban kerja yang meningkat, kekurangan tenaga kerja, dan kelelahan terhadap penyediaan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang berkelanjutan. Namun, bukti yang tersedia tentang bagaimana lingkungan kerja dan adopsi teknologi memengaruhi kesejahteraan tenaga kesehatan di berbagai lingkungan rumah sakit masih terbatas. Studi ini mengeksplorasi persepsi tenaga kesehatan mengenai keamanan psikologis dan fisik, keterlibatan profesional, dan kesejahteraan mental.
Studi ini juga menilai peran teknologi dalam membangun budaya keamanan dan kesejahteraan. Survei kualitatif anonim daring lintas sektoral didistribusikan di 13 negara di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, menargetkan tenaga kesehatan yang bekerja di apotek rumah sakit, laboratorium diagnostik, dan lingkungan rawat inap.







