KBRN, Karanganyar: Bupati Karanganyar secara resmi meluncurkan instalasi pelayanan Hemodialisis atau cuci darah serta Klinik Vaksin Internasional di RSUD Karanganyar pada, Senin (5/1/2025). Langkah ini merupakan jawaban atas keprihatinan pemerintah daerah terhadap banyaknya warga Karanganyar yang selama ini harus mengantre untuk mendapatkan layanan cuci darah di wilayah Solo.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar memberikan apresiasi tinggi kepada RSUD yang telah bekerja sama dengan PT Nipro untuk menyediakan lima unit tempat tidur (bed) cuci darah.
“Ternyata masyarakat Karanganyar yang mengidap gagal ginjal ini banyak dan belum terlayani di Karanganyar, maka kami dorong Pak Direktur untuk berkomunikasi dan alhamdulillah besok sudah dimulai layanan,” ujar Rober.
Bupati juga memberikan instruksi keras kepada para Kepala Puskesmas agar memperbaiki sistem rujukan kesehatan, terutama di wilayah perbatasan.
“Saya masih melihat di bagian pinggiran rujukan masih ke kabupaten lain seperti Jatipuro, Jatiyoso, dan Jenawi, maka pemerintah harus hadir melayani masyarakat dengan baik dan tidak boleh ada pasien hadir tidak terlayani,” kata Bupati.
Dikesempatan yang sama, Direktur RSUD Karanganyar, Arif Setyoko, menjelaskan secara teknis satu unit bed memerlukan waktu pelayanan selama lima jam, sehingga dengan sistem dua sif, rumah sakit mampu melayani sepuluh pasien setiap harinya.
“Alhamdulillah kita sudah di-ACC dengan BPJS per 1 Januari, kalau kita launching Desember tapi belum bisa melayani BPJS ya kasihan masyarakat yang tidak mampu karena biaya sekali cuci darah mencapai 900 ribu rupiah,” kata Dirut RSUD.
Selain urusan cuci darah, lanjut Arif, RSUD kini menjadi salah satu rumah sakit yang ditunjuk untuk melayani vaksinasi internasional seperti meningitis dan polio yang terkoneksi langsung dengan Kantor Imigrasi.
“Vaksin ini dipersyaratkan imigrasi karena kita sudah terkonek dengan Semarang, jadi data jemaah umrah atau haji akan langsung masuk aplikasi imigrasi,” ujarnya.
Adapun, dengan adanya fasilitas baru ini, pemerintah berharap pelayanan kesehatan di Karanganyar semakin humanis sehingga masyarakat yang datang dapat terlayani dengan senyum dan sapa tanpa adanya komplain.
Sumber: rri.co.id







