manajemenrumahsakit.net :: Manado
RSU Bunda Jakarta Kembangkan Layanan Berbasis Teknologi Terkini
manajemenrumahsakit.net :: Jakarta – Bagi sebagian masyarakat, ketika mendengar nama Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta, mungkin yang langsung terlintas di benak adalah rumah sakit yang khusus melayani masalah kesehatan ibu dan anak saja. Padahal meskipun sama-sama berada di bawah naungan Bunda Medik Healthcare System (BMHS), antara RSU Bunda Jakarta dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda memiliki perbedaan konsep.
Dijelaskan Dr. Didid Winnetouw selaku Kepala RSU Bunda Jakarta, rumah sakit yang berdiri sejak tahun 2012 ini tidak hanya melayani masalah kesehatan ibu dan anak saja, melainkan juga melayani kesehatan yang lebih umum. Selain itu dalam memberikan pelayanan kesehatan, rumah sakit yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini juga selalu mengedepankan fasilitas berbasis teknologi mutakhir.
“Setiap tiga sampai enam bulan sekali, RSU Bunda Jakarta akan mengembangkan pelayanan terbaru. Ini dilakukan untuk semakin mengukuhkan diri sebagai rumah sakit yang tidak hanya melayani masalah kesehatan ibu dan anak saja,” kata Dr. Didid Winnetouw di RSU Bunda Jakarta, baru-baru ini.
Salah satu layanan unggulan yang dikembangkan RS Bunda Jakarta adalah
Ini Isi Akreditasi Kemenkes Pada Rumah Sakit dan Puskesmas di Palembang
manajemenrumahsakit.net :: Untuk memastikan pelayanan kesehatan di setiap puskesmas, Rumah sakit yang ada di Sumsel. Tim akreditasi dari Kementerian kesehatan (Kemenkes) akan melakukan survey dengan penilaian Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi tahun 2012.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel, Lesty Nuraini kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel mengaku, standar akreditasi ini diaplikasikan kepada pelayanan berfokus pasien, keselamatan pasien tetap menjadi yang utama. Kesinambungan pelayanan harus dilakukan, baik saat merujuk pasien kepada rumah sakit lain, atau saat serah terima pasien di rumah sakit.
“Pelayanan tenaga kesehatan harus lebih menghormati hak-hak pasien, dan melibatkan pasien dalam proses perawatan sebagai mitra. Lalu tingkatkan kepercayaan publik bahwa rumah sakit dan puskesmas telah melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” katanya saat ditemui, Rabu (28/1).
Menurutnya, akreditasi puskesmas ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan atas dasar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 75 tahun 2014 tentang standardisasi puskesmas sebagai layanan kesehatan primer. Sedangkan bagi rumah sakit, akreditasi ini merupakan penilaian lanjutan yang juga diatur dalam Permenkes nomor 56 tahun 2014 tentang klasifikasi standar rumah sakit. Dari level terendah yakni pratama, berlanjut ke madya, lalu utama, dan yang tertinggi adalah paripurna.
“Agar puskesmas dan rumah sakit sesuai dengan standar. Apabila akreditasi sudah diselenggarakan, untuk puskesmas dan rumah sakit yang masih kurang memenuhi standar, yang harus memenuhi kekurangan tersebut adalah Dinkes kabupaten/kota masing-masing,” tegasnya.[yud]
Sumber: rmolsumsel.com
Sidak Komisi IV Di RSUD AWS Sorot Kebersihan Selokan
manajemenrumahsakit.net :: SAMARINDA
Petugas Berhasil Jinakkan Api di Lab RSUD Wonosari
manajemenrumahsakit.net :: Wonosari–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mendadak gempar akibat kebakaran yang terjadi di laboratorium rumah sakit, Rabu pagi (28/01/2015). Peristiwa ini juga sempat memakan beberapa korban luka-luka. Tim kesiapsiagaan bencana di rumah sakit berupaya memadamkan api yang terus menyembur di dalam ruangan.
Namun, kejadian tersebut merupakan kegiatan simulasi Hospital Disaster Plan (HDP) atau kesiapsiagaan bencana di rumah sakit yang digelar RSUD Wonosari dengan difasilitasi Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM.
Dalam simulasi
Dinkes Papua agendakan peningkatan status empat rumah sakit
manajemenrumahsakit.net :: Jayapura (Antara Papua) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua, mengagendakan peningkatan satus empat unit rumah sakit regional dari tipe C menjadi tipe B.
“Kami upayakan empat rumah sakit regional dalam tiga tahun kedepan ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tipe B,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai, di Jayapura, Selasa.
Keempat rumah sakit regional yang direncankan peningkatan statusnya menjadi rumah sakit tipe B yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, RSUD Abepura, RSUD Mimika dan RSUD Biak.
“Baru saja RSUD Biak melaporkan berkasnya kepada kami dan saya lihat lengkap,” katanya.
Menurut Aloysius, terdapat undang-undang baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan bahwa Kemenkes menyerahkan sepenuhnya sertifikasi penilaian oleh Dinas Kesehatan Provinsi, mengenai layak tidaknya dan memenuhi standar atau tidak suatu rumah sakit yang diusulkan untuk ditingkatkan statusnya.
“Tahun depan kami agendakan dua rumah sakit lagi untuk peningkatan statusnya menjadi rumah sakit tipe B,” ujarnya.
Aloysius yang pernah menjabat direktur RSUD Abepura itu menyebut kedua rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire dan RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Selain itu, terdapat enam rumah sakit sub regional yang sudah teraplikasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)) Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan juga masuk dalam agenda Kementerian Kesehatan RI.
Keenam rumah sakit tersebut yakni RSUD Paniai, RSUD Yapen, RSUD Boven Digoel, RSUD Kwaingga Keerom, RSUD Lanny Jaya, dan RSUD Pegunungan Bintang.
“Pengembangan enam rumah sakit sub regional tersebut sudah terdaftar dan akan ditindaklanjuti pengembangannya,” kata Aloysius.
Mantan Kepala Puskesmas Koya itu menambahkan, keenam rumah sakit sub regional tersebut akan mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit tipe B.
“Jadi nanti alur pelayanan kesehatan pasien yang akan diterapkan kedepannya di Papua yaitu pelayanan di puskesmas naik ke rumah sakit pratama, rumah sakit tipe D, rumah sakit sub regional, rumah sakit tipe B regional baru naik rumah sakit rujukan nasional yakni RSUD dok II Jayapura,” katanya. (*)
Sumber: antaranews.com
RSUD Sidoarjo Jaga Privasi Dan Kenyamanan Pasien
manajemenrumahsakit.net :: SIDOARJO, Untuk menjaga privasi dan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo akan memberlakukan sistemid card bagi insan pers yang akan melakukan peliputan.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Sidoarjo dr. Atok Irawan mengatakan bahwa hak privasi pasien harus dilindungi begitu juga dengan kenyamanannya pada saat sedang menjalani perawatan, Rabu (28/1/2015).
Ada Puntung Rokok di Toilet RSUD Banten
manajemenrumahsakit.net :: SERANG- Masalah di RSUD Banten tak hanya kekurangan dokter, kelas rumah sakit, dan pelayanan yang belum optimal. Urusan rokok pun sudah akut. Wakil Ketua Komisi V DPRD Banten Adde Rosi Khoerunnisa menemukan banyak puntung rokok di toilet dekat ruangan unit instalasi gawat darurat (IGD).







