manajemenrumahsakit.net :: Manado
Mendagri Ingatkan Ahok Tindak Tegas Rumah Sakit yang Tolak Pasien
manajemenrumahsakit.net :: JAKARTA – Menteri dalam negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersikap tegas terhadap rumah sakit di ibu kota yang kedapatan menolak warga DKI sakit.
Saat memberikan sambutan dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-488 DKI Jakarta dalam Paripurna Istimewa DPRD, Tjahjo menekankan tentang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Hasil evaluasi Kemendagri ada skala prioritas yang harus ditekankan dengan baik menyangkut pendidikan. Ada 14 persen warga Jakarta yang belum mendapat pendidikan layak,” kata Tjahjo, Senin (22/6/2015).
Kata Tjahjo, untuk masalah kesehatan dirinya tidak mau ada satu pun warga DKI yang sakit ditolak rumah sakit (RS).
“Perlu sanksi yang tegas untuk menutup rumah sakit yang menolak warganya,” ucapnya.
Ditanya lebih jauh mengenai bentuk ketegasan gubernur terhadap rumah sakit yang menolak warga sakit adalah pencabutan izin.
“Jangan sampai ada warga DKI satu pun yang sakit ditolak rumah sakit di Jakarta. Tegas gubernur harus dicabut izinnya,” ucap Tjahjo.
Tjahjo pun menyoroti permasalahan pembangunan infrastruktur di DKI agar tidak terpisah-pisah.
“Pembangunan infrastruktur yang terpadu, sisihkan anggaran DKI untuk Depok, untuk Bekasi, untuk Tangerang supaya jangan sampai ada kebanjiran dan transportasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Sumber: tribunnews.com
Jelang KARS, Persi Sumut Harapkan RS Adam Malik Jadi Akreditasi Internasional
manajemenrumahsakit.net :: Medan – Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Sumut mengharapkan RSUP H Adam Malik Medan menjadi rumah sakit pelopor akreditasi di Sumut. Bahkan rumah sakit itu akan menuju Standar Akreditasi Internasional dengan mengejar akreditasi Joint Commitee International (JCI).
Karena itu diminta kepada pegawai rumah sakit untuk benar-benar serius memahami dan menjalankan pedoman Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) tentang instrumen akreditasi, termasuk tenaga medis. Demikian dikatakan Ketua Persi Sumut Azwan Hakmi Lubis kepada wartawan di Medan, Kamis (18/6).
Terpisah, Ketua Tim Akreditasi RSUP H Adam Malik Medan, dr Mardianto menjelaskan berdasarkan penilaian internal rumah sakit, kelengkapan dokumen dan implementasi layanan yang dilakukan sudah lebih dari 80%. Dalam beberapa hari ini akan dilakukan beberapa hal dasar seperti merapikan cat ruangan, dan membersihkan beberapa daerah tertentu.
Karena, seminggu jelang kedatangan tim survei KARS, kepatuhan dokter yang akan diperkuat. Sehingga, lanjutnya, mindset dokter benar-benar berubah, bahwa fokus pelayanan pada pasien. “Sekarang kita sedang lakukan penyempurnaan, karena mengubah budaya dan mindset tidak gampang. Tapi kita yakin dokter akan memberikan yang terbaik, bahwa pasien adalah yang utama,” ujarnya.
Penguatan kepatuhan dokter ini, imbuhnya, dilakukan karena berdasarkan penilaian persentase penerapan kepatuhan dokter belum sistemik. Melalui penguatan, manajemen rumah sakit berharap 80% dokter dapat menerapkan layanan utama bagi pasien.
Dituturkan Mardianto, tim survei KARS rencananya akan turun ke RSUP H Adam Malik Medan Selasa (23/6) hingga Jumat (26/6) mendatang. Tim akan menelusuri kesiapan dari tiga kelompok kerja di rumah sakit yakni, manajemen, medik dan keperawatan.
Rumah Sakit Swedia Buka UGD Khusus Lelaki Korban Perkosaan
manajemenrumahsakit.net :: Sebuah rumah sakit di Stockholm akan membuka layanan gawat darurat pertama di Swedia yang merawat lelaki-lelaki korban pemerkosaan.
Rumah Sakit South General sebelumnya sudah membuka sebuah pusat kesehatan yang menyediakan layanan darurat bagi perempuan korban perkosaan dan pelecehan seksual. Pada Rabu (18/6/2015), rumah sakit itu mengumumkan bahwa mulai Oktober nanti akan juga menerima lelaki dan pemuda yang menjadi korban pemerkosaan.
Pembukaan layanan gawat darurat untuk lelaki itu masuk akal karena menurut laporan media lokal di 2014 saja ada 370 kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap lelaki.
“Persepsi umum mengatakan bahwa lelaki tak bisa diperkosa,” kata Lotti Helstrom, dokter pada rumah sakit tersebut.
Ia mengatakan bahwa topik tentang pemerkosaan lelaki sampai saat ini masih tabu dibahas, padahal kasus pemerkosaan terhadap lelaki sudah jamak terjadi di masyarakat. Helstrom juga mengatakan bahwa lelaki juga butuh akses yang setara dengan perempuan dalam hal perawatan kesehatan, khususnya terkait pelecehan seksual.
Pembukaan layanan gawat darurat untuk lelaki korban pemerkosaan disambut baik oleh asosiasi edukasi seksual Swedia (RFSU). Inger Bjorklund, juru bicara RFSU, mengatakan bahwa layanan itu akan berkotribusi pada meningkatnya kesadaran masyarakat soal pelecehan seksual terhadap laki-laki.
Rumah sakit itu sendiri sebelumnya sudah memiliki layanan gawat darurat 24 jam untuk merawat perempuan korban pemerkosaan. Fasilitas itu menyediakan dokter, perawat, psikolog, dan pekerja sosial untuk membantu korban pemerkosaan. (BBC)
Sumber: suara.com
Tenaga Honorer RSUD Lamaddukkelleng Keluhkan Gaji Minim
manajemenrumahsakit.net :: Minimnya gaji bagi tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukkelleng Sengkang Kabupaten Wajo dikeluhkan. Pasalnya, gaji yang diterima tak sebanding dengan pelayanan yang diberikan dalam pengabdian mereka.
Informasi yang diperoleh, upah tenaga honorer di rumah sakit berpelat merah tersebut, hanya berkisar Rp150 sampai Rp350 ribu per bulannya. Sehingga mereka mendesak Plt Direktur RSUD Lamaddukkelleng, dr Baso Rahmanuddin segera sikapi keluhan mereka.
Selain resiko, upah yang diterima para tenaga honorer itu tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Sementara jam kerja sama dan sebanding dengan pegawai organik.
Limbah Rumah Sakit Surabaya, Dibuang ke Mana?
manajemenrumahsakit.net :: Surabaya – Dari ratusan tempat layanan kesehatan di Kota Surabaya, ternyata hanya 3 rumah sakit yang memiliki ijin dan tempat pengolahan limbah B3. Rumah sakit yang lain menggunakan jasa pihak ketiga untuk pembuangannya. Kini Komisi D DPRD Surabaya terus melakukan pantuan sekaligus meminta kepada Pemkot Surabaya untuk melakukan inovasi system dan pengawasannya.
Tak banyak yang mengetahui, sebenarnya dibuang kemana limbah B3 yang diproduksi oleh beberapa tempat layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik di Surabaya. Padahal kasus pembakaran limbah B3 di sembarang lokasi masih banyak ditemukan, lantaran mahalnya biaya pembuangan.
Kondisi ini masih diperparah dengan perilaku sejumlah oknum yang dengan sengaja menjadi penampung beberapa jenis limbah B3 tertentu untuk didaur ulang dengan cara bekerja sama dengan orang dalam, yang kemudian distribusikan ke tempat layanan kesehatan yang lokasinya jauh di luar kota atau daerah-daerah terpencil.
Fenomena ini menjadi keprihatinan Sugito anggota Komisi D DPRD Surabaya yang sebelumnya membidangi soal pengolahan limbah saat masih aktif sebagai karyawan di salah satu perusahaan multi nasional di Indonesia.
Dukung BPJS, Rumah Sakit Perlu Sistem TI Andal
manajemenrumahsakit.net :: Sejak digulirkan pada awal Januari 2014, program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) menuai banyak pro dan kontra. Program yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kesehatan secara terjangkau kepada masyarakat Indonesia ini dinilai belum memberikan hasil yang diharapkan. Masih banyak muncul keluhan di masyarakat terutama terkait pelayanan yang masih belum optimal.
Tiga Rumah Sakit Baru Ditargetkan Dibuka 2016
manajemenrumahsakit.net :: Sampit (Antara Kalteng) – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, secara bertahap memulai pembangunan tiga rumah sakit baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2016.
“Banyak lika-liku yang kami hadapi untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit baru ini. Namun dengan segala upaya agar ini bisa terwujud, mudah-mudahan tahun depan bisa dioperasionalkan,” kata Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi di Sampit, Rabu.
Pada Selasa (16/6), Supian didampingi Ketua Komisi III DPRD Kotim, meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Rumah Sakit Pratama Parenggean, Kecamatan Parenggean. Ini adalah bagian dari rencana pembangunan tiga rumah sakit serupa di Kotim pada tahun ini.
Sebelumnya, pada Minggu (31/5) lalu, Supian Hadi bersama Wakil Bupati HM Taufiq Mukri, juga meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama Samuda di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Sedangkan pembangunan satu rumah sakit lainnya yaitu di Kecamatan Telawang, rencananya dimulai setelah lebaran Idul Fitri nanti.
Pemerintah Kabupaten Kotim sebenarnya sudah memiliki satu rumah sakit yaitu RSUD dr Murjani Sampit. Namun jumlah pasien yang dirawat sering melebihi kapasitas karena rumah sakit ini juga menjadi rujukan pasien dari kabupaten tetangga yaitu Katingan dan Seruyan.
Pembangunan rumah sakit ini sebagai bentuk tanggapan cepat terhadap keluhan masyarakat yang meminta peningkatan layanan kesehatan. Supian menghibahkan tanah miliknya agar rumah sakit di Parenggean cepat dibangun dan difungsikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, pembangunan rumah sakit baru tersebut memang dibutuhkan untuk mewujudkan kesehatan gratis, terjangkau, bermutu dan merata.
Jika tidak ada halangan, tahun 2016 akan segera fungsional dan akan dikembangkan pada tahun berikutnya, ungkapnya.
Pembangunan Rumah Sakit Pratama Parenggean diperkirakan menghabiskan biaya Rp 15 miliar lebih dengan peralatan kesehatan sebesar Rp 6 miliar dan untuk sarana penunjang dari APBD sebesar Rp 6 miliar lebih.
Sumber: antarakalteng.com







