Tulungagung – RSUD dr Iskak Tulungagung mengaku kewalahan melayani pasien cuci darah. Jumlah pasien jauh lebih banyak dibanding kapasitas mesin hemodialisis (HD).
Humas RSUD dr Iskak Tulungagung, Mohammad Rifa’i, mengatakan saat ini di instansinya memiliki 20 mesin cuci darah dengan jumlah pasien tetap hemodialisis sekitar 240 orang. Sedangkan daftar tunggu pasien yang ingin berpindah layanan dari luar kota ke Tulungagung mencapai lebih dari 150 orang.
“Terus terang saat ini kami kewalahan, karena kapasitas layanan yang sangat terbatas, mesin cuci darah itu kalau sudah ada yang memakai maka tidak bisa seenaknya diganti, kecuali orang itu pindah layanan atau sudah tidak membutuhkan,” kata Rifa’i, Rabu (16/10/2019).







