Upaya Penekanan/Pengendalian Biaya Universitas Pittsburgh;
Laporan dan dokumentasi Universitas Pittsburgh dalam upaya pengendalian biaya di tahun fiskal 2009 s.d tahun fiskal 2012, 12 Februari 2012
Tulisan ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana sebuah lembaga pendidikan yang juga menyelenggarakan pendidikan bagi tenaga medis mengendalikan biayanya – termasuk mengendalikan penggunaan energi sebagai salah satu komponen biaya terbesar. Strategi cost containment yang diterapkan bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit, yang memiliki sifat sama, yaitu menyediakan pelayanan publik.
Strategi dan pendekatan yang dilakukan oleh Universitas Pittsburgh dalam penekanan / pengendalian biaya antara lain:
- Menjalin kontrak kerjasama dengan pihak ketiga,
- Melakukan program pengeluaran untuk pembelian kebutuhan secara ekonomis,
- Melakukan pelayanan dan operasional dengan menggunakan sistem satu pintu,
- Memanfaatkan kecanggihan sistem teknologi informasi,
- Pemanfaatan energi listrik dengan sistem otomatis,
- Pemanfaatan energi – energi alternatif serta penggabungan beberapa ruang,
- Memaksimalkan kinerja dan produk sistaf dengan pemberian reward,
- Melakukan kerjasama yang baik dengan pihak ketiga untuk memberikan asuransi kesehatan, asuransi jiwa, ataupun pensiun kepada karyawan,
- Membatasi pengeluaran untuk perjalanan dinas dan rapat.
Langkah – langkah universitas sangat didukung oleh pemerintah setempat dengan memberikan beberapa pedoman dan petunjuk antara lain:
- Memberikan dorongan kepada universitas untuk melanjutkan investasi dalam pendidikan sebagai kekuatan inti dari universitas,
- Mendorong universitas untuk melakukan penelitian – penelitian dan penggunaan sumber daya manusia secara maksimum,
- Melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pengajaran dan pelayanan publik,
- Melakukan efisiensi tanpa mengorbankan keunggulan dengan menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk penekanan biaya.
Menjalin kerjasama kontrak dengan pihak ketiga dilakukan dengan cara yang lebih aktif dan penuh inisiatif dalam negosiasi kontrak serta re-negosiasi kontrak yang ada untuk meningkatkan penghematan biaya. Misalnya manajemen kontrak untuk pembelian fasilitas listrik dan gas alam dari berbagai pemasok energi melalui perjanjian penetapan harga yang masa kontraknya bervariasi sesuai dengan kondisi pasar. Kontrak jangka panjang akan lebih menguntungkan dan efisien. Contoh nyata terjadi pada kontrak pengadaan energi listrik selama lima tahun, dari 1 Januari 2012 sampai 31 Desember 2016. Meskipun ada kenaikan tarif listrik, namun penghematan anggaran tetap dapat dilakukan sebesar USD 17 juta selama lima tahun kedepan.
Sentralisasi pengeluaran / pembelian dan pengawasan kebutuhan, membeli komponen – komponen yang dapat digunakan kembali(re-use) serta menggunakan proyek – proyek yang sukses sebagai model/contoh (lesson learnt) juga cukup efektif. Dari program ini juga dihasilkan penghematan sekitar USD 78 juta dalam empat tahun terakhir.
Pelayanan dan operasional menggunakan sistem satu pintu untuk memudahkan proses pelayanan dan pemantauan secara berkala. Dari program ini penghematan yang berhasil dilakukan adalah sebesar USD 3,4 juta dolar setiap tahunnya.
Sistem teknologi informasi dimanfaatkan dengan cara memindahkan data ke server virtual atau utama, otomatisasi layanan dan proses serta melakukan perbaikan telekomunikasi(misalnya menggunakan infrastruktur virtual), memungkinkan untuk membuat server virtual dari unit-unit sekelompok yang terpusat menuju server fisik. Hal ini akan mengurangi biaya dan menghilangkan pembelian server baru untuk setiap proyek virtualisasi server. Dengan program ini departemen akan menghemat USD 2,7 juta(termasuk penghematan daya/energi) antara TA 2011 dan TA 2012.


Pemanfaatan energi listrik dilakukan dengan sistem otomatis dan desain Green World untuk setiap bangunan atau konstruksi baru, pengembangan program bagi alat-alat atau fasilitas yang menggunakan listrik dengan sistem otomatis, instalasi pencahayaan dengan LED, sensor cahaya, dan retrofit proyek pencahayaan dari luar gedung. Dari program ini juga dihasilkan penghematan sebesar USD 3,25 juta pada rentang tahun 2009 – 2011.
Pemanfaatan ruangan-ruangan secara maksimum dengan mengkonsolidasikan ruang dan menciptakan ruang-ruang multi-guna atau penggabungan ruangan. Hal ini akan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas. Selain itu, pengembangan gedung dilakukan dengan melihat skala prioritas untuk renovasi dan konstruksi baru yang selaras dengan tujuan akademik dan sumber daya kelembagaan dari program. Ini menghasilkan penghematan biaya sebesar USD 5 juta.
Kinerja dan produksi staf dimaksimalkan dengan pemberian reward. Selainitu, penilaian kebutuhan dan prioritas dari masing-masing staf dilakukan secara terus menerus melalui pendampingan bagi para staf dengan konsultan dari luar, penempatan sumber daya secara tepat sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing staf, memberikan kemudahan bagi staf dan mengoptimalisasi proses untuk menangani volume yang lebih tinggi, sistem absensi yang termonitor yakni bagi staf yang rajin akan di berikan kompensasi waktu dan insentif. Intinya, pengelolaan SDM yang tepat juga akan mendatangkan efisiensi anggaran yang signifikan bagi organisasi dan sebaliknya, pengelolaan yang tidak tepat akan berdampak pada pemborosan.
Program-program yang dilaksanakan secara detil oleh Universitas Pittsburgh disertai dengan komitmen dari pimpinan dan seluruh karyawan, serta didukung pemerintah setempat. Dengan demikian, upaya penghematan biaya atau penekanan biaya berhasil dilakukan, sehingga dapat kita jadikan sebagai contoh. Dampak dari penghematan ini bukan hanya berupa keuntungan finansial namun juga strategi-strategi dalam upaya efisiensi energi.(ar)
Untuk membaca selengkapnya silahkan ![]()
Artikel Terkait:
- Green Hospital: Berbagai Pilihan Strategi dan Inisiatif “Hijau” untuk RS
- Evaluasi Pengukuran Efisiensi Energi Di Gedung Publik (Rumah Sakit Dan Sekolah) Di Serbia





Hubungan dokter-pasien juga mempengaruhi perilaku dalam menggunakan PHRs, dimana pasien cenderung akan mengikuti saran dokter dalam menggunakan PHRs secara intensif. Menariknya adalah selama periode studi, selain mencatat rekaman kesehatan pasien, sistem ini juga mencatat bagaimana respon petugas kesehatan terhadap pasien.
Rumah sakit di seluruh dunia, umumnya merupakan salah satu pengguna energi yang sangat besar, karena memiliki jam operasi selama 24/7 dengan berbagai jenis peralatan dan infrastruktur. Energi yang digunakan terutama meliputi gas, air dan listrik. Semua aktivitas berdampak pada pelepasan gas buang (emisi CO2) di udara, yang berkontribusi pada meningkatnya suhu global, perubahan cuaca serta mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan. Banyak negara yang kemudian berinisiatif untuk mengeluarkan kebijakan terkait penggunaan energi secara lebih bijaksana sembari mengurangi inefisiensi anggaran.
SPP pada RS mencapai 5,3 tahun, sedangkan pada sekolah mencapai 12, 8 tahun. Hal ini disebabkan karena RS memiliki jam operasi 24/7, jauh lebih panjang dari jam operasi sekolah, sehingga RS memerlukan payback period yang jauh lebih pendek dari sekolah.
Pengantar
Pengertian Layanan Unggulan
Pasien yang dirujuk biasanya merupakan kasus dengan berbagai komplikasi, membutuhkan penanganan khusus dan LOS tinggi, sehingga cost pelayanan juga tinggi. Sebagai RS publik, pangsa pasar RS ini sebagian besar adalah mayarakat tidak mampu. Disamping itu, pemilik RS tidak setuju apabila tarif RS terlalu tinggi, karena akan bertentangan dengan misinya sebagai RS publik. Manajer RS berpendapat tidak mungkin menjadikan perinatologi sebagai layanan unggulan, karena pasti tidak akan mendatangkan revenue yang cukup untuk menutupi biaya operasional RS. Kepala divisi perinatologi juga merasa keberatan jika harus menjadikan aspek finansial sebagai salah satu indikator kinerjanya, karena itu akan membuatnya menolak banyak pasien miskin.
Kesimpulan
UU No 40 tahun 2004, bertujuan untuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau anggota keluarganya (pasal 3). Di dalamnya, terkandung asas keadilan sosial, yaitu seluruh rakyat Indonesia akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Mau ataupun tidak, sesuai amanat UU program BPJS ini akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2014. Tentunya, pelaksanaan program ini tidak serta merta langsung dapat meng-cover kebutuhan seluruh ratyat Indonesia. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, hingga pada 2019 seluruh Rakyat Indonesia telah menjadi peserta BPJS.
Sampai saat tulisan ini diturunkan proses monev masih berlangsung. Hasil sementara yang didapat menunjukkan adanya variasi progress kegiatan dan pencapaian tujuannya. Sebagai contoh, beberapa RS menggunakan kontainer air kecil yang dilengkapi dengan keran sebagai pengganti wastafel untuk cuci tangan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan instalasi wastafel dan juga kekurangan air yang menjadi masalah umum di Provinsi NTT. Dengan inovasi ini, tidak ada alas an bagi petugas kesehatan di RS untuk tidak menjalankan prosedur hand hygiene untuk keselamatan pasien. Namun sayangnya fasiiltas pengering tangan masih menggunakan handung yang dipakai bersama dan berkali-kali, bukan handuk yang sekali pakai.

—-






