Marketing mix merupakan contoh strategi pemasaran yang efektif. Salah satu elemen penting marketing mix adalah physical evidence (bukti fisik). Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode Systematic Literature Review dengan melakukan free searching pada website Google Scholar dan database PubMed menggunakan kata kunci physical evidence, hospital physical evidence, mix marketing in hospital dan 7P mix marketing. Physical evidence merupakan semua tentang apa yang dilihat pelanggan dan dialami mereka pada saat menggunakan sebuah layanan serta bagaimana mereka memandang bisnis. Physical evidence terdiri dari tiga komponen, yaitu fasilitas eksterior, fasilitas interior, serta faktor tangible lainnya.
Strategi Place Dalam Pemasaran Rumah Sakit di Indonesia
Rumah sakit harus mempunyai perencanaan strategi pemasaran yang baik, bermutu dan berkualitas, untuk meningkatkan minat pasien menggunakan jasa pelayanannya. Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran terdiri atas product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence. Strategi Place mengacu pada kemudahan konsumen mengakses layanan. Untuk itu ingin diketahui bagaimana peran strategi place dalam bauran pemasaran rumah sakit di Indonesia. Systematic review ini menggunakan metode PRISMA.
Implementasi Green Hospital di Indonesia
Rumah sakit merupakan salah satu institusi yang menggunakan tenaga dan kontribusi yang cukup besar limbah terbesar. Untuk mengurangi dampaknya, muncul inisiatif dalam bentuk penghijauan rumah sakit untuk penggunaan sumber daya yang efektif. Meskipun ada kriteria standar untuk setiap negara menerapkan bangunan ramah lingkungan di setiap negara, masih belum ada yang dirujuk secara internasional sertifikasi.
Analisis Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dengan Human Organization Fit Model
Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan kepada pasien. Hal ini menuntut rumah sakit untuk menerapkan teknologi informasi berbasis komputer seperti Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan dari Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit yang menggunakan human organization fit model di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sabang.
Biaya Tetap dan Variabel Keuangan Rumah Sakit
Biaya yang berubah sebanding dengan volume aktivitas disebut biaya variabel. Jika jumlah pasien yang dirawat di unit tertentu meningkat sebesar 50 persen, demikian juga kira-kira obat-obatan terkait dan persediaan medis dan makanan. Ini semua adalah contoh biaya variabel. Biaya-biaya yang tetap konstan selama periode waktu yang dianalisis, terlepas dari perubahan dalam volume pelayanan rumah sakit, disebut biaya tetap. Sewa fasilitas adalah contoh biaya tetap. Ini umumnya akan tetap konstan selama durasi kontrak multi tahun, menyerap fluktuasi sedang dalam pemanfaatan kapasitas dan keluaran klinis.
Sistem Manajemen Rumah Sakit
Sistem manajemen rumah sakit mencakup profitabilitas yang lebih baik, administrasi yang lebih baik, dan perawatan pasien yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sistem manajemen digital yang akan meningkatkan standar efektivitas dan integrasi sistem rumah sakit. Mampu menghasilkan modul yang akan memberikan beberapa kemudahan, seperti booking dokter, booking slot tes lab, pelayanan farmasi, dan mendapatkan program kesehatan.
Kepemimpinan di Rumah Sakit Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kepemimpinan (transformasional dan transaksional) terhadap turnover intentions dan apakah hubungan tersebut dimediasi oleh komitmen organisasional dan dimoderatori oleh departemen aktivitas. Untuk itu, dihipotesiskan bahwa: (1) kepemimpinan memiliki hubungan yang negatif dan signifikan dengan turnover intentions; (2) kepemimpinan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan komitmen organisasi afektif; (3) komitmen organisasional berhubungan negatif dan signifikan dengan turnover intentions;
Home Care Terintegrasi Teknologi Untuk Mengelola Penyakit Kronis
Asuhan keperawatan berbasis nilai adalah model pelayanan kesehatan yang diarahkan untuk merawat pasien dengan terapi yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat. Melalui pandemi, pengalaman dunia secara nyata menunjukkan bahwa rumah dapat menjadi tempat efektif untuk mengobati banyak kondisi medis. Mengingat keberhasilan model perawatan di rumah dan ekosistem teknologi pelayanan kesehatan yang berkembang. Model ini akan terus memainkan peran penting dalam memajukan upaya perawatan berbasis nilai dalam ekosistem pelayanan kesehatan.
Perawatan di rumah secara tradisional dikaitkan dengan peralatan berteknologi rendah seperti kursi roda dan tangki oksigen. Namun, saat ini yang dihadapi adalah tantangan yang akan segera terjadi pada sistem pelayanan kesehatan, serta masyarakat lebih luas yaitu peningkatan populasi yang berurusan dengan kondisi kronis dan memerlukan transformasi model pelayanan di rumah.
Remunerasi, Kepuasan Kerja, dan Kinerja Tenaga Kesehatan Selama Masa Pandemi COVID-19
Salah satu isu manajemen rumah sakit yang belum banyak dipelajari selama pandemi COVID-19 adalah hubungan antara kinerja tenaga kesehatan, kepuasan kerja dan remunerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara remunerasi, kepuasan kerja dan kinerja karyawan selama pada 2019–2021.
Menghadapi Kelelahan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan
Pada awal pandemi COVID-19, ketika sebagian besar masyarakat AS ditutup, petugas kesehatan mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri dan terus bekerja untuk merawat pasien. Meskipun komunitas mereka awalnya menggedor pot, bersorak dari balkon mereka, dan memasang tanda terima kasih, pot sudah lama berhenti berdentang. Ungkapan terima kasih terlalu sering digantikan oleh permusuhan, kemarahan, dan bahkan ancaman kematian terhadap petugas kesehatan, karena informasi kesehatan yang salah telah meledak, mengikis kepercayaan pada sains dan pakar kesehatan masyarakat.